Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Pernikahan


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Mami Aldo sudah menyambut kedatangan putra dan calon menantunya.


Rupanya beliau juga sudah rindu kepada Kirani.Sementara Kirani nampak kelelahan setelah tiga jam perjalanan, kebetulan dari kemaren dia juga kurang istirahat karena terlalu sibuk bercengkerama dengan keluarga dan sahabat yang sudah lama tak bertemu.


"Tidurlah nak, kelihatannya kamu sangat lelah",


" Baik Tante",


Percakapan mereka hanya singkat. Kemudian Kirani langsung menuju kamarnya.


Sementara dari tadi Aldo masih sibuk menelepon, ada klien penting yang harus ketemu hari ini. Sehingga dia memutuskan untuk kembali ke Hotel setelah mengantar Kirani sampai di rumah.


Sore hari ketika Aldo pulang ke rumah dia tidak melihat Kirani. Niatnya ingin bertanya kepada Mami tapi malah sudah duluan Mami jawab sebelum dia bertanya.


"Kamu cari Kirani kan? dia ada di kamar. Sepertinya dia kurang enak badan",


"Baiklah aku mau temui dia",


Aldo berjalan menuju kamar Kirani, dan lekas mengetuk pintu setelah sampai di depan kamarnya.


Kirani yang mendengar ketukan pintu segera membukanya, nampak ada wajah Aldo di balik pintu.


" Boleh aku masuk? ", Aldo bertanya kepada Kirani. Dan Kirani hanya mengangguk lalu menyuruh Aldo masuk.


" Apa kamu lagi sakit? wajah kamu sedikit pucat",


Kirani menggelengkan kepala. "Aku hanya kecapekan".


Mereka saling bertatapan dan kemudian tiba tiba kedua tangan Kirani dia lingkarkan ke pinggang Aldo sementara kepalanya dia tempelkan di dada pria tampan itu.


Aldo lumayan kaget karena tidak biasanya Kirani bersikap seperti itu, namun dia hanya bisa balas mendekap tubuh Kirani sambil mengecup puncak kepalanya.


Aldo hanya diam menunggu Kirani bicara, karena dia tahu bahwa calon istrinya pasti sedang tidak baik baik saja.


"Aku percayakan hidupku bersamamu, ku harap kamu nggak akan pernah mengecewakanku. Semua keputusanmu pasti tidak akan pernah menyakitiku nantinya", Kirani berkata tanpa memindahkan wajahnya yang masih menempel di dada Aldo.

__ADS_1


" Aku janji sebisa mungkin akan selalu menjaga hati untukmu dan tidak akan membiarkan hatimu terluka", Aldo menjawab dengan terus mendekap tubuh Kirani.


Pelukan itu terlalu nyaman untuk Kirani lepaskan, hingga tak sadar Aldo menarik dagu Kirani dan menghadapkan pandangannya ke wajah Aldo.


Mereka saling bertatapan, hingga di detik selanjutnya berlalu dengan sebuah ciuman mesra.


Kirani sekarang mulai mengakui bahwa dia telah benar benar jatuh cinta yang sedalam dalamnya kepada Aldo hingga dia kini mampu menghilangkan semua keraguannya, semua pertanyaan buruk yang sebelumnya selalu membayangi pikirannya.


"I love you baby",


" I love you too my baby",


Suara singkat di sela sela ciuman mesra mereka.


"Dua bulan lagi aku sudah menjadi milikmu seutuhnya", Aldo berkata sambil mengelus pipi Kirani.


" Aku tak sabar menunggu hari itu, agar aku benar benar yakin akan memilikimu seutuhnya", jawab Kirani yang membenamkan kembali wajahnya di dada Aldo.


Keesokkan harinya mereka beraktifitas seperti biasa, dan tak terasa waktu berlalu begitu cepat hingga hari bahagia itu akan segera tiba.


" Iya Mi", jawab Aldo.


"Tiga bulan yang lalu Mami dengan berat hati melepas kepergian Papi mu, sementara esok dengan senang hati Mami juga akan melepaskan kamu di pelaminan untuk yang kedua kalinya. Setelah ini kamu akan punya keluarga baru lagi dengan malaikat malaikat kecil yang akan lahir dari rahim istrimu. Mami harap kamu tidak akan tinggal jauh dari Mami supaya Mami tidak kesepian dan tidak benar benar kehilangan", Beliau berkata dengan mata yang berkaca kaca.


Perasaan haru seorang ibu yang akan melepas putra tunggalnya menikah untuk kedua kalinya.


"Mami, kenapa Mami bicara seperti itu? Mami tidak kehilangan aku, justru kita akan mempunyai anggota keluarga baru yang akan tinggal bersama dengan kita", Aldo berkata sambil menyeka air mata Maminya yang tak terasa telah terjatuh berulang kali.


" Mami takut nak, Mami takut kamu akan pergi meninggalkan Mami seperti dulu", Beliau malah semakin terisak dalam tangis.


"Tidak Mi, Aldo janji akan selalu menemani Mami. Aldo pernah melakukan kesalahan terbesar dan tidak akan Aldo ulangi lagi. Aldo akan menebus semua kesalahan dengan berusaha selalu membuat Mami tersenyum bahagia dan kita akan selalu bersama", Aldo berusaha meyakinkan Maminya.


" Iya Mi, Kirani juga akan selalu menemani Mami. Kirani bersyukur akan menjadi bagian dari keluarga ini, Kirani minta maaf jika masih banyak kekurangan", ternyata calon istri Aldo dari tadi mendengar percakapan mereka dan kemudian ikut duduk di depan Mami.


Mami Aldo memeluk putra dan calon menantunya bersamaan, Bi Ningsih pun ikut meneteskan air mata melihat kejadian haru tersebut.

__ADS_1


Hari itu benar benar telah tiba, semua orang sibuk mengurus acara pernikahan yang akan di gelar siang ini.


Kirani nampak duduk di depan cermin yang sedang di make up dengan memakai gaun pengantin yang menawan.


Perasaan bahagia, gugup dan gelisah semua berkumpul jadi satu.


Keluarga Kirani pun nampak sudah datang lebih awal, karena memang pernikahan tersebut di adakan di rumah Aldo.


Para tamu undangan sudah mulai berdatangan, berbagai menu makanan juga telah siap di sajikan. Mereka sudah mulai duduk di kursi tamu yang telah di persiapkan sambil menunggu kedatangan tamu undangan yang lainnya.


Aldo berusaha menyembunyikan kegugupannya, karena sebentar lagi dia akan duduk di depan penghulu.


Mami Aldo dengan senyum bahagia menggandeng putranya berjalan menuju tempat berlangsungnya akad nikah.


Semua sudah hadir, tinggal menunggu calon pengantin wanita untuk ikut duduk bersanding dengan calon ew?pengantin pria.


Terlihat Kirani yang tengah di apit oleh Mama dan Papa nya berjalan menuju tempat dimana Aldo bersiap untuk menikahinya.


Dan mereka berdua pun telah berada di depan penghulu, dengan di dampingi Papa Kirani sebagai wali nikah dan beberapa saudara dari keluarga kedua calon pengantin sebagai saksi.


Acara berlangsung dengan khidmat dan janji suci pernikahan pun telah di ikrar kan. Kini Aldo dan Kirani telah resmi menjadi suami istri.


Kirani mencium tangan Aldo, dan kemudian Aldo mengecup kening Kirani. Keduanya nampak begitu bahagia.


Tak lupa Aldo lekas memeluk Mami nya yang dari tadi sudah meneteskan air mata bahagia.


Tak terkecuali juga kebahagiaan tersebut juga amat di rasakan oleh orang tua Kirani, keluarga besar serta para sahabatnya.


Selepas acara inti semua tamu di jamu dengan berbagai menu makanan dan minuman, sementara sepasang pengantin baru telah bersiap melakukan sesi pemotretan.


Para keluarga , kerabat, dan sahabat satu persatu mulai bergantian untuk mengambil gambar dengan pengantin. Tak lupa mereka juga bergantian memberi selamat kepada pengantin dan mendoakan agar segera di beri momongan.


Acara berlangsung hingga pukul 15.00 sore, hingga di penghujung acara semua tamu mulai bergantian untuk berpamitan.


-------

__ADS_1


(ikuti terus ceritanya😇🙏)


__ADS_2