
Hari hari Indra dan Tania semakin berwarna. David juga sangat senang karena mempunyai keluarga yang lengkap.
Satu bulan berjalan, Tania berharap dia tidak akan mendapat tamu bulanan lagi pada bulan ini.
Pagi ini Tania sudah telat tiga hari dari jadwal menstruasi. Dia dan Indra berniat untuk memastikan apa yang membuat Tania terlambat datang bulan. Tentu saja mereka berharap semua terjadi karena benih mereka telah tertanam.
Alat tes kehamilan telah di celupkan ke urine yang sudah di taruh di wadah kecil. Mata terbuka meneliti hasil yang terbaca. Sementara jantung semakin berdetak kencang menanti hasil tes tersebut.
Satu garis telah muncul di sana, menanti kehadiran garis selanjutnya adalah waktu singkat yang mendebarkan.
Namun nyatanya detak jantung yang awalnya berkejaran kini mulai perlahan dan berdetak normal karena menyaksikan garis itu tidak bertambah dan tetap hanya ada satu garis di sana. Bahkan sore harinya tamu itu datang kembali, hanya saja sedikit telat.
Tania mengeluh, namun Indra selalu menguatkan.
Lain hal dengan Kirani. Di usia kehamilannya yang sudah dua bulan, dia mulai ngidam.
Kehamilannya yang kedua ini terbilang lebih rewel di banding saat dulu hamil Raihan.
Suatu hari Kirani ingin makan bakso. Bukan hal aneh sih. Tapi yang jadi masalah bakso yang di ingin kan Kirani itu adalah bakso yang di jual oleh guru kantin sekolah nya waktu dia masih SMP.
__ADS_1
Gak kebayang jauhnya, karena jarak rumah Aldo dan Kirani saja hampir empat jam perjalanan.
Sementara jarak rumah Kirani dengan sekolah SMP nya itu sekitar satu kilo meter.
Aldo hanya menghela nafas saat mendengar permintaan istrinya. Tapi dia akan tetap menurutinya.
"Sayang.. beli baksonya besok pagi aja ya.. ?? ini kan sudah sore, nanti sampai sana kemalaman", Aldo merayu agar bisa menunda permintaan istrinya.
Kirani cemberut dan menjawab ," Tapi aku maunya sekarang".
Ada ada aja emang kemauan si ibu hamil. Terkadang juga suka marah tidak jelas dan mudah bersedih.
Hari demi hari berlalu hingga genap satu bulan Tania masih menunggu sesuatu. Dia berharap bulan ini dia tidak mendapat tamu bulanan lagi.
Dan hari ini tepat dimana kalender di lingkari. Tanda bahwa akan ada tamu bulanan yang datang. Tapi Tania tidak mau terlalu tegang memikirkannya. Dia nampak lebih slow.
Perputaran jam tidak bisa di hentikan, hingga pada akhirnya empat hari sudah Tania terlambat datang bulan.
__ADS_1
"Sayang kamu kok belum datang bulan, biasanya tanggal berapa?", Indra bertanya kepada istrinya.
"Aku sudah telat mas", jawab Tania.
Setelah mendengar jawaban istrinya Indra sangat senang.
"Apa kita perlu ke dokter?" tanya Indra.
"Nggak perlu mas, aku baru telat 3 hari?" jawab Tania.
Tania tidak mau mengulangi kejadian bulan lalu. Bulan kemaren dia di buat berharap namun ternyata tidak ada hasilnya.
Lima hari berlalu hingga sampai di hari ke tujuh. Tania berusaha menutupi kebahagiaanya namun dia takut harapannya pupus.
Tapi esok hari dia berniat untuk tes lagi. Detik detik mendebarkan sama dengan waktu bulan kemaren saat berada di depan alat tes kehamilan.
Matanya mulai fokus memperhatikan garis yang muncul. Dan ternyata setelah di tunggu beberapa detik muncullah sebuah hasil yang bisa di baca dimana dalam alat tersebut muncul dua garis berwarna merah.
"Mas... mas... lihat apa yang ingin aku tunjukkan?", Tania sangat antusias.
(Tetap stay ya ka.. terima kasih atas like dan dukungannya🙏🙏)
__ADS_1