
Sore itu Aldo pulang dari kerja, dia segera menghampiri dua gadis kecil nya.
"Daddy pulang .. hari ini kamu nakal apa tidak sayang..?", sapa Aldo kepada kedua putri kembarnya.
Belum sempat menggendong keduanya, si kakak sudah singgah di pangkuan Aldo.
"Yee.. kakak duluan yang di cium daddy..", kata Raihan dengan bahasa balitanya. Kemudian si kembar Raisha dan Rayna juga ikut rebutan duduk di pangkuan Aldo.
Melihat keseruan mereka, Kirani tersenyum sendiri. Dalam hatinya begitu bersyukur di karuniai keluarga yang sempurna. Mempunyai seorang suami yang penyayang dan kaya raya, serta memiliki putra putri yang sehat dan menggemaskan.
Setelah satu jam bermain main dengan ke tiga buah hatinya, Aldo beranjak dari tempatnya dan pergi ke kamar.
Tubuhnya terasa kaku dan pegal setelah seharian di sibukkan dengan pekerjaan.
Kirani membawakan minuman hangat untuk suaminya, kemudian mereka duduk berdampingan di sofa yang ada di dalam kamar mereka.
" Kamu capek banget ya sepertinya?", tanya Kirani.
"Iya, hari ini kerjaan numpuk. Banyak berkas yang harus di tangani", jawab Aldo.
"Mau aku pijitin?", Kirani memberikan tawaran kepada suaminya.
" Nggak usah sayang, kamu sendiri pasti juga capek merawat anak anak..Oh iya, hari ini aku bertemu dengan Tania", Aldo menceritakan pertemuannya pagi ini dengan Tania.
"Dimana?", tanya Kirani.
"Aku ketemu dia saat aku mau masuk gerbang hotel, dia mau membeli bangunan di sebelah hotel kita. Katanya dia mau membuat restauran di situ", jelas Aldo.
"Kamu sempat ngobrol sama dia?", Kirani bertanya lagi.
"Sebentar , karena mobilnya parkir di sebelah pintu masuk", jawab Aldo.
"Mulai sekarang kamu harus siap siap menerima rayuan...", kata Kirani sambil memberi senyum sindiran kepada suaminya.
"Tidak mempan", jawab Aldo.
"Oh ya?", tanya Kirani lagi.
"Pasti!", Aldo sangat yakin dengan jawabannya.
__ADS_1
"Semoga saja.. ", kata Kirani.
Tania mempunyai kesibukan baru. Setelah mengetahui harga dari tempat yang akan dia beli, dia segera menghubungi si pemilik dan melakukan negoisasi.
Kedua nya sudah saling sepakat mengenai harga, sehingga Tania tidak ingin lama lama menyianyiakan kesempatan itu. Dia segera menghubungi ayahnya dan memberitahu berapa nominal uang yang dia butuhkan untuk modal usahanya.
Tak butuh waktu lama bagi Tania untuk mendapatkan modal tersebut, karena seketika itu juga ayahnya segera mentransfer uang yang di sebutkan oleh Tania.
Semua rencana Tania berjalan lancar seperti yang dia harapkan. Kini yang harus dia kerjakan adalah merenovasi bangunan tersebut.
Untuk masalah itu, Tania memilih si pak supir untuk di jadikan teman bicara karena pak supir punya pengalaman juga di bidang bangunan serta punya banyak teman yang bekerja di bidang itu.
Hal itu memudahkan Tania untuk mencari orang yang bisa membantunya merenovasi bangunan tersebut.
Setelah keduanya berbincang bincang, akhirnya mereka telah memutuskan bagaimana model bangunan yang Tania inginkan dan segera mencari siapa saja yang akan menjadi pekerjanya.
Pak supir yang sering di sapa pak Anto itu, kini telah menjadi assisten sekaligus rekan kerja Tania juga.
"Bagaimana pak, urusan pekerja semua sudah beres?", tanya Tania.
"Baiklah, sekarang tinggal mencari bahan material yang di butuhkan", kata Tania.
Pak Anto mengiyakan saja apapun perintah majikannya tanpa banyak bertanya.
Keesokkan harinya Tania bersama pak Anto menuju lokasi yang akan di lakukan renovasi.
Lagi lagi mobil Tania parkir di sebelah gerbang hotel milik Aldo dengan alasan pagar bangunan yang di beli Tania sedang dalam perbaikan dan tidak bisa untuk di buka, sehingga mobil Tania tidak bisa parkir ke dalam.
Memang sengaja atau kebetulan, Tania berada di sana tepat saat Aldo berangkat kerja. Dan pintarnya, ternyata saat itu Tania membawa David sebagai umpan perhatian Aldo.
Hari itu David sudah mulai tinggal bersama Tania setelah sebelumnya sempat tinggal bersama paman almarhum Indra.
Semenjak kepergian papanya, David masih belum aktif dalam belajar . Kondisi mentalnya belum pulih total pasca kehilangan, sehingga David kadang belum mau masuk sekolah.
Pagi itu David juga tidak bersekolah dan memilih pergi bersama Tania.
Tania sengaja memberitahu David ketika mobil Aldo sudah mendekati pintu gerbang hotel. David yang melihat Aldo berada di mobil tersebut secara spontan langsung memanggilnya.
__ADS_1
"Om Aldo...", teriak David.
"David..", Aldo yang tidak berniat untuk turun, akhirnya terpaksa turun lalu menghampiri David.
Melihat Aldo mendekat, entah kenapa David tiba tiba langsung memeluknya dengan erat. Aldo sedikit heran dengan tingkah David yang tidak seperti biasanya, tapi Aldo berusaha membalas pelukan David dengan pelukan hangatnya juga.
"David rindu papa om", kata David sambil menangis.
Hati Aldo bergetar mendengar ucapan David. Bukan cuma Aldo, pak Anto pun juga ikut terharu. Apalagi Tania, air matanya sudah tak dapat di bendung lagi.
Dalam keadaan seperti itu Aldo sudah tidak bisa membedakan antara simpati atau perhatian.
"Sudah David.. jangan menangis lagi ya... apa kamu mau ikut om biar nggak kesepian?", tanya Aldo yang ingin menghibur David. Dan ternyata David setuju dengan tawaran Aldo.
"Biarlah sementara waktu David ikut bersamaku agar tak kesepian", kata Aldo kepada Tania.
Tania hanya mengangguk sambil mengusap air mata. Dalam hati Tania sedih mengingat almarhum suaminya, tapi hatinya juga senang karena Aldo sudah terperangkap dalam siasatnya.
"Kamu lanjutkan saja pekerjaanmu, nanti biar David aku antar pulang", Aldo berkata sambil berlalu mengajak David masuk ke dalam mobil.
Ucapan Aldo yang terakhir membuat Tania tersenyum karena telah terbuka pintu penghubung antara dirinya dan Aldo.
Walaupun ada sisa sisa cinta di hati Tania untuk Aldo, tapi Tania tidak ingin berambisi untuk bisa segera memilikinya. Yang Tania inginkan hanya membuat Kirani merasakan apa yang dia rasakan. Tapi jika pada akhirnya Aldo bisa kembali lagi padanya, itu adalah kebahagiaan yang tak pernah di tolak oleh Tania.
Setelah David dan Aldo berlalu, Tania kembali melanjutkan pembicaraannya dengan pak Anto mengenai renovasi.
"Kapan renovasinya bisa di mulai pak?", tanya Tania.
"Mungkin besok nyonya", jawab pak Anto.
"Baiklah, usahakan semua material yang di butuhkan bisa di persiapkan hari ini juga", kata Tania.
"Iya nyonya, semua material yang di butuhkan sudah saya data. Ini nyonya", pak Anto berkata sambil memberikan selembar kertas yang berisikan beberapa bahan material yang di butuhkan untuk renovasi.
"Baik pak, kalau begitu kita ke toko bahan bangunan sekarang untuk menyiapkan semua peralatan ini", Tania mengajak supir sekaligus rekan kerjanya itu untuk belanja bahan bangunan.
Tak lupa juga Tania mengirim pesan kepada Aldo sebelum berangkat bersama pak Anto meninggalkan lokasi bangunan yang hendak di renovasi,
"Aku titip David dulu sama kamu. Sekarang, aku dan pak Anto pergi ke toko bahan bangunan untuk belanja peralatan yang di butuhkan saat renovasi besok"
__ADS_1