
Waktu istirahat telah usai, semua pekerja kembali ke tempat nya masing masing. Sementara Aldo masih tetap setia di tempat duduk nya dengan perut keroncongan.
Kirani masuk tanpa membuka mulut, melihat Aldo pun tidak. Dia pikir percuma saja menyapa, toh Aldo masih tidak ingin lama lama dia temui.
Hingga hari menjelang sore waktu nya semua pekerja beres beres untuk lekas pulang. Aldo terlihat tergesa gesa memberes kan barang barang nya dan kemudian segera pergi meninggalkan tempat kerja nya.
Dengan alasan apa kah Aldo seperti itu? tentu saja karena dia sedang sangat "LAPAR".
Bahkan lagi lagi tanpa mengajak Kirani, Kirani semakin kesal tapi apalah daya. Dia tetap harus konsekuen dengan kalimat nya kemaren yang akan menunggu hingga Aldo datang menemui nya.
Pikiran Kirani galau dan selalu menganggap diri nya memang tak pernah berarti di mata Aldo hingga begitu saja Aldo mengacuh kan diri nya.
Sementara yang di luar sana keteteran cari warung makan. Karena cacing dalam perut nya sudah tak dapat dia kondisi kan lagi. Meronta ronta meminta makan.
Tadi pagi Kirani berangkat kerja dengan rasa malas, pulang nya pun tak ada semangat.
"Memang nya harus sampai segitu nya ya kalau ingin menenangkan diri? ", Kirani menggerutu di dalam hati.
Wajah nya yang senantiasa menunduk menyembunyikan kekesalan nya membuat dia tak begitu memperhatikan jalan, hingga akhir nya.. Bruugh... Kirani bertabrak an dengan seseorang.
" Aldo??",
"Kirani??",
" Bukan nya kamu sudah pulang dari tadi?", Kirani mencari tahu kenapa Aldo masih di depan tempat nya bekerja. Padahal sudah dari tadi dia pulang.
Aldo hanya tersenyum, dia malu mengatakan kalau dia sangat kelaparan karena waktu jam makan siang dia lewat kan saja dengan duduk di tempat kerja nya.
"Aku masih membeli makanan buat aku makan nanti di rumah", terlihat memang Aldo sedang membawa bungkusan kantong plastik berwarna hitam.
" Mau aku antar pulang? ", kata Aldo yang membuat Kirani mengalihkan pandangan yang tadi nya ke sana kemari tak jelas langsung beralih menatap wajah Aldo.
" Apa aku nggak salah dengar? ", Kirani hanya bertanya dalam hati.
__ADS_1
" Hey, kenapa malah melamun. Kamu mau aku antar? ", Aldo kembali bertanya kepada Kirani.
" Iya.. iya.. aku mau", jawab Kirani yang tak bisa menutupi kalau dia sangat terkejut tapi juga bahagia. Dia berharap setelah ini Aldo bisa kembali seperti kemaren kemaren lagi.
Selama di perjalanan suasana begitu hening, Aldo masih kaku untuk memulai obrolan. Padahal biasa nya dia suka menggoda Kirani.
Sama hal nya dengan Kirani, tak mungkin berani dia mulai menggoda Aldo duluan. Hingga akhir nya keheningan itu mengantar Kirani sampai di depan kost.
Kirani turun dan kemudian Aldo berpamitan. Yaah memang hanya seperti itu saja kejadian nya, biasa nya sebelum nya Aldo pasti main sampai pulang malam. Padahal saat itu Tania masih tinggal bersama Aldo.
Tapi sekarang saat Tania sudah tidak tinggal di rumah Aldo, mengapa Aldo masih bersikap dingin? apakah Aldo sudah benar benar menutup pintu hati nya untuk siapa pun?
Kirani kembali di landa pertanyaan pertanyaan yang mengusik ketenangan pikiran nya.
Aldo bergegas menancapkan gas sepeda nya, bukan menuju rumah melainkan ke Rumah Sakit Jiwa.
Yaaa Aldo ingin melihat keadaan Tania. sesampai nya di Rumah Sakit Jiwa Aldo perlahan melangkah kan kaki menuju ruangan Tania. Kali ini dia lebih kuat dari pada kemaren. Di dalam ruangan itu dia mendapati Tania sedang duduk di kursi yang ada di ruangan tersebut.
Hati Aldo seperti teriris melihat keadaan Tania yang belum menunjukkan perubahan yang lebih baik. Tapi dia berusaha kuat dan menerima semua kenyataan yang ada.
Aldo duduk di samping Tania sambil menggenggam tangan nya, lalu dia cium punggung tangan itu.
Sambil mengelus rambut Tania Aldo berkata, "Aku sangat mencintai mu Tania, tidak ada niatan di hati ku untuk meninggalkan mu, untuk mendua kan mu, apalagi melupakan mu. Tapi aku hanya manusia biasa, aku tak punya daya. Aku harus melanjutkan hidup ku. Satu tahun lama nya aku setia menanti mu kembali seperti dulu, tapi seperti nya takdir belum berpihak pada kita. Maaf kan aku Tania, saat ini aku mulai jatuh cinta kepada seorang wanita. Dan seperti nya aku ingin serius menjalani nya walau pun ini berat bagi ku. Aku tidak bermaksud menghianati pernikahan kita", Aldo meneteskan air mata. Padahal dia sudah berusaha untuk kuat.
Dia peluk tubuh Tania dengan erat, dan dia luap kan sesak di dadanya dalam linangan air mata.
Lelaki menangis?? itu lah ciri seorang lelaki yang penyayang.
Dua jam berlalu Aldo mendampingi Tania duduk di kursi itu, hingga jam besuk pasien pun telah usai. Aldo mengecup kening Tania lalu lekas keluar dari ruangan itu.
Sesampai nya di luar Aldo kembali menoleh ke arah ruangan Tania.Aldo berkata pada diri nya sendiri, "Aku harus kuat, aku harus bangkit dan meneruskan hidup ku. Semoga kamu baik baik saja di sini Tania. Aku sangat mencintai mu".lalu Aldo meneruskan langkah nya untuk pulang.
Selama di jalan Aldo berpikir untuk mampir lagi ke kost Kirani, tapi waktu sudah menunjuk kan pukul 20.30 malam lalu Aldo pun mengurungkan niat nya karena sudah terlalu malam untuk bertamu di kost.
__ADS_1
Sesampai nya di rumah Aldo kembali meyakin kan diri nya sendiri tentang segala keputusan yang akan dia ambil, dan besok pagi dia akan mengutarakan nya kepada Kirani.
Keesokan hari nya Aldo berangkat pagi pagi sekali, dia memang berniat untuk menuju kost Kirani terlebih dahulu. Bahkan tanpa memberi tahu kedatangan nya.
Bruuuum...
Di pagi hari ini terdengar ada suara sepeda motor berhenti di depan kost, menyadari itu Kirani mencoba mencari tahu lewat tirai jendela. Dan ternyata yang berdiri di depan sana adalah Aldo.
"Aldo, ngapain dia kesini pagi pagi sekali? ", Kirani bicara pada diri nya sendiri dan kemudian terdengar suara ketukan pintu.
Tok.. tok.. tok...
Kirani lekas membuka nya dan menemukan senyum Aldo di balik pintu.
" Selamat pagi sayang", sapa Aldo yang membuat Kirani agak salah tingkah. Hingga di antara mereka saling bertatapan muka beberapa menit tanpa suara.
"Aku gak di suruh masuk nih? ", tanya Aldo yang kembali membuat Kirani serba salah.
" Oh iya.. iyaa.. ayo buruan masuk", Kirani masih terheran dengan sikap Aldo. Kemaren sore dia masih dingin, tapi sekarang kok beda ya? apa mungkin Aldo sudah kembali seperti kemaren lagi?
"Di datengin kekasih kok kaget nya kayak di datengi depkoleptor nagih hutang sih? " Aldo mendapati Kirani yang salah tingkah sejak kedatangan nya.
"Nggak kok, biasa aja... Memang nya kenapa kamu kok datang nya pagi banget, aku aja belum mandi", jawab Kirani yang mencoba bersikap biasa walaupun hati nya bertanya tanya.
" Ada yang ingin aku katakan pada mu", kembali Aldo berkata dengan perkataan yang membuat Kirani bingung berkali kali.
Kirani hanya diam dan mendengarkan. "Aku ingin mengenalkan mu pada orang tua ku", sontak ucapan Aldo membuat Kirani sangat terkejut.
Apa yang dia dengar terasa seperti mimpi, tapi ini nyata bukan lah sebuah mimpi. Terkejut, bahagia dan ragu semua rasa menjadi satu dalam pikiran Kirani.
-------
(like koment dan minta hadiah nya yaah.. thingkyu๐๐)
__ADS_1