Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Khawatir


__ADS_3

Raisha dan Rayna sudah mulai lancar bicara dan berjalan. Mereka mempunyai paras wajah dan warna kulit yang sama. Yang membedakan hanya dari jenis rambut mereka. Raisha berambut lurus dan sedikit kecoklatan, sementara Rayna berambut sedikit curly dengan warna hitam.


Dua bocah mungil yang menggemaskan dengan badan yang gendut dan wajah yang imut. Aldo semakin betah di rumah, bahkan dia sering menyerahkan tugas kantor kepada asistennya karena lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama ketiga buah hatinya.


"Anak anak sudah tumbuh besar, apa kamu siap jadi ibu lagi?", Aldo menggoda istrinya di kala mereka sedang duduk bersama.


"Jangan bercanda deh sayang... Aku sudah pasang KB IUD lima tahun, jadi nggak bakalan bisa hamil", jawab Kirani.


"Siapa bilang? Kalau KB nya di lepas pasti bisa hamil lagi", Aldo menjawab asal asalan hingga membuat Kirani mencubit pinggangnya.


"Stop,,,Pokoknya ..S..T..O..P... cukup tiga anak aja.. oke!!", jawab Kirani dengan tegas.


 


Berbeda dengan canda tawa yang di rasakan oleh Aldo dan Kirani, Tania justru sedang murung. Hatinya di penuhi rasa ke khawatiran karena ucapan suaminya kemaren.

__ADS_1


Tania mengamati Indra ketika sedang menggendong putrinya. Berbagai macam ketakutan muncul di dalam hati Tania.


"Kamu mengapa memandang aku seperti itu?", tanya Indra kepada istrinya.


" Nggak apa apa sayang, cuma pengen lihat aja. Kamu keren kalau lagi gendong bayi", jawab Tania berbohong.


"Besok aku ada tugas di luar kota, mungkin menginap satu malam", Indra memberitahu sekaligus pamit kepada istrinya.


"Kenapa mas kok harus keluar kota ? biasanya juga di Rumah Sakit sama Klinik aja?" tanya Tania.


" Iya , karena di Rumah Sakit pusat sedang membutuhkan tambahan tenaga medis", jawab Indra.


Tiba keesokkan harinya saat Indra hendak berangkat ke luar kota, Indra mencium ke dua putra putrinya berkali kali. Juga pada Tania.


"Udah dong papa, dari tadi di cium terus. Aku nanti terlambat sekolahnya!", David berkata sambil manyun.

__ADS_1


"Iya mas, nanti kamu sendiri juga terlambat loh.. Jadwal keberangkatan pesawatnya kan tinggal empat puluh lima menit lagi", Tania mengingatkan suaminya.


"Iya .. iya .... maafin papa ya.. Kalau gitu papa berangkat dulu... Kalian baik baik semua di rumah.. David... Jagain adik dan mama ya... kan David anak laki laki papa...", Indra berkata sambil mengelus puncak kepala putranya.


Kemudian kembali mencium Davina yang dari tadi masih dalam pangkuannya,


" Kamu juga baik baik ya sayang, jangan nangis dan jangan nakal .. Kasian mama jaga in kamu sama kakak sendirian".


Kekhawatiran semakin melanda hati Tania mendengar semua kalimat yang di ucapkan suaminya.


Selesai berpamitan dengan putra putrinya, Indra kembali menghampiri Tania lalu mengecup keningnya sambil berkata,


" Baik baik juga untuk kamu sayang, hati hati menjaga diri dan anak anak.. Aku percayakan mereka sama kamu.. I Love You".


"I Love You too, udah dong mas pamitannya jangan gitu banget. Aku jadi sedih, rasanya kok seperti kamu mau pergi jauh dan lama banget. Kan cuma di luar kota dua hari aja", Tania tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.

__ADS_1


Indra hanya tersenyum dan tidak menjawab ucapan istrinya. Sesaat kemudian Indra sudah masuk ke mobil dan melaju bersama sang supir menuju bandara.


(Makasih ya buat yang masih setia di novel aku... dukungan dan komen kalian itu semangat untukku,, udah kayak semangatnya sinar mentari di pagi hari☀️☀️😍😍😇)


__ADS_2