Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Davina


__ADS_3

Tamu undangan sudah mulai berdatangan di kediaman Aldo, begitu juga di rumah Indra. Acara berlangsung dengan baik.


Raihan , Raisha , Rayna bersama dengan Aldo , Kirani dan juga Mami sedang mengambil foto bersama untuk mengenang momen bahagia malam itu.


Sama ceritanya dengan Indra , Tania dan David juga sedang mengenang momen bahagia malam itu dengan foto bersama.


Kedua keluarga tersebut sama sama sedang menikmati kebahagiaan.


 


Waktu cepat berlalu, hingga tak terasa usia kandungan Tania sudah masuk usia sembilan bulan.


Indra semakin memberi perhatian lebih kepada Tania. David pun juga sangat menanti kelahiran adiknya.


Rencana persalinan Tania akan di tempuh dengan jalan operasi. Orang tua Tania telah datang menjelang hari persalinan putrinya.


Sampai tiba saatnya Tania menemui hari di mana telah di jadwalkan untuknya melakukan operasi untuk persalinan.


Tania belum merasakan kontraksi ataupun tanda tanda akan melahirkan, namun tanggal dari perkiraan lahirnya telah lewat tiga hari.


Sehingga Dokter telah memutuskan tanggal dimana Tania akan menjalani operasi.


Tim medis mulai mengerjakan tugasnya masing masing. Tania sudah mati rasa akibat dari suntikan bius yang telah merasuk ke tubuhnya.

__ADS_1


Detak jantung Indra tak beraturan, dia mondar mandir di depan ruang operasi menggambarkan kegelisahannya. Dia khawatir dengan operasi ini, mengingat rahim Tania bukan rahim aslinya. Apalagi rentang waktu setelah Tania mendapat donor rahim hingga dia hamil, hanya berkisar waktu beberapa bulan.


Bunda Tania berusaha menenangkan,


"Tenang nak, semua akan baik baik saja. Kita berdoa saja untuk keselamatan istri dan anakmu".


"Iya Bun", Indra berusaha lebih tenang dan mulai duduk.


Ayah dan Bunda Tania juga tak kalah panik, namun mereka berusaha menyembunyikan kepanikan mereka agar Indra bisa lebih tenang.


Pintu ruang operasi mulai terbuka. Indra bergegas berjalan mendekati pintu dan menanyakan hasil operasi.


Tanpa mengucapkan kalimat apapun, Dokter yang sekaligus rekan kerja Indra tersenyum lebar sambil mengacungkan jempolnya ke arah Indra.


"Gimana operasinya?", tanya Indra yang tidak sabar.


"Lancar, anak kamu cantik seperti istrimu", jawab rekan seprofesi Indra.


Indra membalas dengan senyum lebar dan segera ingin menjumpai anak istrinya.


Ayah dan Bunda Tania juga tidak sabar ingin segera menggendong cucunya.


Mereka di minta untuk menunggu lagi beberapa waktu karena Tania akan di pindah ke ruang perawatan.

__ADS_1


Setelah sampai di ruang perawatan, Ayah Bunda Tania segera menggendong cucunya.


"Cantiknya cucu oma,, siapa nama kamu sayang?", kata Bunda Tania sambil menggendong cucunya.


"Davina" , Indra menyahuti ucapan Bunda Tania.


" Namanya juga cantik kayak kamu", Bunda Tania berkata sambil terus menggendong cucunya. Seakan tidak ingin melepas dan jauh jauh dari makhluk mungil yang baru saja terlahir ke dunia.


David baru saja pulang sekolah dan tanpa berganti baju, dia ingin segera datang ke Rumah Sakit untuk menemui adiknya.


"Papa.. di mana adiknya David?", tanya David sambil langsung mencari dimana keberadaan adiknya.


"Adik lagi tidur sayang", jawab Indra sambil mengelus puncak kepala David.


"Siapa nama adikku?", David bertanya lagi.


"Davina, sayang", Tania yang menjawab pertanyaan David.


"Aku David, adikku Davina .. yeeeeeee besok aku ajak main bola", David bersorak kegirangan.


"Lho kok main bola? adik kan perempuan?", Indra menanggapi celotehan putranya.


"Nggak apa apa dong papa.. kan pemain bola perempuan juga ada", jawaban David membuat seisi ruangan tersenyum.

__ADS_1


(hay semuanya..🤩🤩😍😍ikutin terus ya kelanjutannya😇😇)


__ADS_2