Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Lamaran


__ADS_3

Para asisten di rumah Aldo sedang di sibukkan dengan banyak pekerjaan, karena hari ini adalah empat puluh hari meninggalnya Papi Aldo.


Lima ratus porsi nasi kotak beserta snack mereka siapkan untuk di bagi bagikan ke tetangga dan anak yatim.


Tak kalah sibuk juga dengan Kirani yang ikut membantu mengemas snack. Sementara Aldo sibuk mengatur ruangan karena hari ini para kerabat dan saudara juga akan datang ke rumah.


Hari sudah mulai sore dan acara pun di mulai. Mereka bersama sama berdoa untuk Almarhum. Tampak aura kesedihan masih


meliputi, namun sebagian dari mereka sudah nampak tegar dan ikhlas. Terutama Mami Aldo, di hari ini dia hanya ingin berdoa untuk Almarhum suaminya tanpa meneteskan air mata.


Acara telah usai, dan di akhir acara mereka membagi bagikan nasi kotak beserta snack, dan untuk anak yatim mereka tambahkan pula sejumlah uang untuk menyantuni mereka. Berharap pahalanya akan mengalir ke Almarhum.


"Semua berjalan lancar Mi, Mami baik baik saja kan? ", Aldo mengkhawatirkan keadaan Maminya.


" Mami baik baik saja Aldo, Mami tidak ingin membebani langkah Papi mu dengan kesedihan yang tidak berujung", terlihat Mami Aldo sudah lebih tegar dari sebelumnya. Kesehatannya pun berangsur membaik, dan kaki nya sudah bisa beraktifitas seperti biasa.


Keesokkan harinya Aldo dan Kirani masih cuti kerja, karena tadi malam mereka tidur di jam 03.00 dini hari. Para kerabat dan saudara banyak yang pulang larut, hingga akhirnya pagi ini Aldo dan Kirani merasa masih sangat kantuk dan letih.


Kirani dan Aldo melewatkan waktu sarapan karena masih tertidur, hingga akhirnya Bi Ningsih mengantar makanan mereka ke kamar.


Aldo terbangun ketika jam sudah menunjukkan pukul 10.00 , dan dia segera bergegas mandi. Hari ini dia ingin menghabiskan waktu santai di rumah saja.


Sementara Kirani terlihat sudah bangun dan duduk di salah satu ruangan sambil menggunakan ponsel, dia sedang menghubungi orang tuanya perihal lamaran yang akan di adakan dua hari lagi.

__ADS_1


Rencananya beberapa keluarga Aldo juga akan ikut serta ke acara tersebut.


Aldo berjalan menghampiri Kirani," Pagi sayang", sambil mengecup kening Kirani.


"Pagi juga, aku sudah bicara sama Mama dan Papa, jadi besok aku akan pulang untuk ikut bantu bantu persiapan acara lamaran lusa", jawab Kirani kepada Aldo.


" Oke, besok sore pulang kerja aku antar kamu pulang", Aldo berkata pada Kirani sambil menengguk teh yang ada di meja.


"Kapan kita ambil gaun yang kemaren kita pesan?", Kirani bertanya kepada Aldo, karena tiga hari yang lalu mereka sudah memesan gaun untuk acara lamaran lusa.


" Siang ini, sekalian kita ajak Mami untuk jalan jalan", kata Aldo sambil melihat ponselnya.


Keesokkan harinya sepulangnya dari bekerja Aldo mengantar Kirani pulang ke rumahnya. Di sana kedua orang tua Kirani sudah menyambutnya, tak terkecuali juga Kayla juga hadir di tengah tengah mereka karena dia mendengar kabar jika sahabat nya akan pulang ke rumah.


Aldo sempat main sebentar hingga akhirnya satu jam kemudian dia berpamitan, karena jarak rumah Kirani dan Aldo lumayan jauh.Butuh waktu sekitar tiga jam perjalanan untuk menempuhnya, rumah mereka terletak di kota yang berbeda.


Hari itu pun tiba, semua kerabat Aldo yang hendak mengikuti acara lamaran sudah berkumpul. Berbagai macam parcel sudah disiapkan lengkap dengan emas berlian yang sengaja Aldo beli tanpa sepengetahuan Kirani. Ada lima rombongan mobil yang siap untuk berangkat.


Sementara tak kalah siapnya dengan keluarga Kirani yang akan menyambutnya, berbagai macam menu makanan telah di sajikan. Ruangan pun di dekorasi seindah mungkin, meski pun rumah Kirani sederhana dan tak sebesar rumah Aldo tapi dekorasinya tetap membuat tamu merasa nyaman. Mengingat tamu yang akan datang adalah kalangan konglomerat, jadi mereka menyuguhkan sesuatu yang istimewa dari hal menu makanan sampai dekorasi ruangan.


Sebelum Kirani pulang Aldo memang sudah memberikan sejumlah uang kepada Kirani dengan nominal yang cukup besar untuk keperluan acara ini. Aldo tidak mau merepotkan keluarga Kirani. Cukup merepotkan tempat dan tenaganya saja, tapi urusan biaya semua di tanggung Aldo. Walaupun awalnya Kirani menolak pemberian itu.


Para tamu sudah datang, mereka satu persatu turun dari mobil dan memasuki ruangan. Keluarga Kirani bersiap untuk memberi salam kepada mereka.

__ADS_1


Semua tersenyum lebar dan saling bercengkerama, kecuali dua insan yang saat ini hanya diliputi rasa gugup. Padahal ini baru acara lamaran, tapi Kirani sudah deg degan tidak karuan. Bagaimana jika nanti tiba waktunya acara pernikahan, mungkin Kirani bisa pingsan🤣🤣.


Aldo pun juga merasakan hal yang sama, padahal ini sudah jadi kedua kali di dalam hidup nya untuk melamar kekasih, setelah dulu pernah melamar Tania.


Kedua keluarga besar sudah berkumpul dalam satu ruangan, begitu juga dengan dua calon pengantin yang nampak gugup duduk berdampingan. Salah satu perwakilan dari keluarga Aldo mulai angkat bicara dan menyampaikan tujuannya datang ke rumah Kirani untuk melamarnya.


Tak lama kemudian asal suara ganti berasal dari pihak keluarga Kirani yang dengan senang hati menerima lamaran tersebut, dan berharap agar keluarga Aldo tidak lama lama menunda acara pernikahan karena mengingat Aldo dan Kirani sudah tinggal serumah. Keluarga Kirani berharap supaya hubungan mereka lekas di halalkan agar terhindar dari fitnah dan khilaf.


Semua berjalan lancar hingga kemudian lanjut ke acara penyerahan berbagai parcel yang sudah di siapkan oleh keluarga Aldo, dan satu acara lagi yang tidak Kirani tahu bahwa Aldo juga membawa sepasang cincin emas dan kalung berlian.


Tak menunggu lama lantas keduanya memakaikan cincin secara bergantian ke jari manis masing masing, dan kemudian di lanjut dengan menanggalkan kalung berlian di leher Kirani.


Kirani yang merasa kelewat bahagia langsung memeluk Aldo di depan para keluarga besar, mereka yang melihat hanya bisa ikut tersenyum bahagia.


Senyum yang bahagia tersebut terkadang juga diiringi dengan sesekali tetesan air mata di mata Mami Aldo, tapi tak membiarkannya lama menetes beliau segera menyeka air matanya agar tidak merusak suasana hati putranya yang tengah bahagia.


"Kami akan segera memenuhi pesan terakhir mu", Mami Aldo berkata dalam hatinya yang di tujukan untuk mendiang suaminya.


Di ujung acara mereka sama sama menyantap hidangan yang telah di sajikan dengan berbagai macam menu. Setelah itu keluarga besar Aldo berpamitan dan satu persatu dari mereka keluar ruangan dan lekas masuk mobil masing masing untuk segera pulang.


----


(Kasih koment like and share nya ya guys🙏)

__ADS_1


__ADS_2