Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Kecewa


__ADS_3

Malam itu berlalu dengan air mata.Dada Aldo yang biasanya menjadi tempat ternyaman bagi Kirani, kini tidak bisa dia dapatkan.


Di dalam dada itu terlanjur tumbuh api amarah, dan bukan tetesan air yang menyejukkan.


Kirani hanya berusaha menguatkan diri sendiri, dan pastinya sekarang dia punya satu sumber kekuatan lagi yaitu putranya.


Pagi hari seperti biasa Bi Ningsih akan mengantar makanan ke kamar Kirani, namun Tania meminta nampan yang sudah berisi makanan itu. Tania ingin dirinya yang mengantarkannya ke kamar Kirani. Bi Ningsih pun menurut karena memang pekerjaannya juga masih banyak, jadi dia mendapat sedikit keringanan saat Tania menawarkan bantuannya.


Sesampainya di depan kamar, Tania mengetuk pintu. Dia tidak langsung masuk meski pintu tidak terkunci, karena dia tahu saat itu Aldo masih ada di dalam kamar. Sebisa mungkin Tania menjaga sikap di depan Aldo agar mendapatkan simpati.


Aldo yang mendengar suara ketukan pintu langsung menjawab dan menyuruhnya masuk, karena Aldo tahu jika di jam seperti itu biasanya Bi Ningsih yang datang membawa makanan untuk Kirani.


Dengan santai Tania masuk dan berjalan menuju arah Kirani. Namun pandangan Kirani dan Aldo masih belum ada yang mengarah ke Tania hingga akhirnya Tania bersuara, "Makanlah, aku sedang membantu Bi Ningsih mengantarkan makananmu karena Bi Ningsih masih mempunyai banyak tugas lain",


Seketika Aldo langsung mencari asal suara tersebut , begitupun Kirani yang amat terkejut dengan kedatangan Tania lagi di kamarnya.


" Kenapa dia selalu mencari cara untuk masuk ke kamarku? ", Kirani bertanya dalam hati dengan wajah yang masam.


" Terima kasih, seharusnya kamu tidak perlu repot repot seperti ini. Kirani bisa belajar mengambil makanan sendiri jika Bi Ningsih masih sibuk", Aldo nampak sedikit mendekat kepada Tania sambil memberinya sedikit senyum.


Kirani merasa sedikit kecewa dengan perlakuan Aldo kepada Tania, karena sejak tadi malam Aldo bahkan tidak memberi sedikit senyum kepada Kirani. Namun pagi ini senyum itu dia berikan kepada Tania.


Tania yang melihat kekesalan di wajah Kirani malah kembali berulah,

__ADS_1


"Tidak repot kok, Kirani harus banyak istirahat dan jangan banyak aktifitas apalagi naik turun tangga untuk mengambil makanan. Kamu juga harus lebih perhatian sama dia agar dia tidak stress, karena suasana hati Kirani berpengaruh pada Raihan. Meski aku belum pernah dan tidak akan pernah mempunyai anak lagi, tapi aku sempat belajar banyak tentang kesehatan ibu dan bayi".


Kata kata yang lembut, perhatian dan sangat haru bagi telinga dan hati Aldo. Tapi sangat menusuk bagi Kirani yang mengetahui sifat Tania yang sebenarnya.


Merasa sudah cukup meluluhkan hati Aldo dengan kata katanya Tania lekas keluar meninggalkan kamar tersebut.


"Kamu lihat, bahkan dia yang sangat terluka melihatku menikah lagi tapi masih berusaha untuk memperhatikan kamu dan anak kita. Lalu apa yang menjadi alasanmu untuk bisa bersikap kasar kepadanya? apalagi membencinya, ku harap kamu tidak akan mengulangi kesalahan mu kemaren. Kalian bisa menjadi saudara jika saling mengenal".


Aldo berlalu untuk berangkat kerja setelah memberi petuah kepada istrinya.


Sementara Kirani hanya terpaku melihat drama pagi ini, ingin rasanya dia berteriak sekencangnya untuk meluapkan kekesalan. Tapi jeritan itu hanya bisa terpendam dalam hati yang hanya bisa tertumpah lewat air mata.


Waktu berjalan sangat lama bagi Kirani, apalagi dalam setiap waktunya dia selalu di hantui kelakuan Tania yang pandai memanipulasi keadaan.


"Sebentar lagi ini bukan lagi kamarmu, nikmati saja sisa waktumu di kamar ini.Sisa waktumu bersama suami mu, dan sisa waktumu bersama putramu", Tania langsung tertawa lepas setelah berhasil membuat Kirani geram.


" Aku tidak akan melepaskan semuanya, aku akan terus bertahan dan akan menunjukkan siapa dirimu sebenarnya", Kirani nampak mulai memberi perlawanan.


"Coba saja kalau kamu ingin aku melewati batasanku. Kamu sungguh akan sangat menyesal dengan kecerobohanmu sendiri", Tania kembali memberi ancaman kepada Kirani, lalu pergi meninggalkannya.


Sebelum Tania membuka pintu kamar untuk keluar, dia menyisakan sedikit pesan untuk Kirani, "Jika kamu tidak ingin terjadi apa apa pada asi mu dan putra mu, lebih baik kamu diamkan makanan itu. Tapi kalau kamu ingin mencicipinya, silahkan saja".


Entah rencana apa lagi yang di buat Tania dengan makanan itu, Kirani yang mendengar ancaman itu merasa sedikit ragu untuk menyantapnya. Meski perutnya terasa sangat lapar karena Raihan tak berhenti menyusu, tapi Kirani masih tidak berani memakannya.Kirani khawatir jika Tania nekat menaruh sesuatu pada makanan itu.

__ADS_1


Makanan yang tersaji di meja masih terlihat lengkap tanpa di santap oleh Kirani, hingga saat Aldo pulang kerja ikut melihat makanan tersebut.


Awalnya Aldo tidak mempermasalahkan tentang keberadaan makanan itu. Namun ketika Tania datang lagi membawa makan malam untuk Kirani, Aldo mulai kesal dengan Kirani yang ternyata Kirani tidak mau memakan makanan yang di bawakan oleh Tania.


Sebelum Tania menaruh makanan itu, Aldo menahannya dan meminta nampan yang ada di tangan Tania.


"Sudah aku bilang nggak usah repot repot, ini bukan tugas kamu. Sebaiknya kamu pergi istirahat dan segera makan, biar semuanya aku yang bereskan", Aldo terlihat begitu perhatian kepada Tania.


Tidak cukup sampai di situ, Tania masih ingin menambah siksa batin Kirani.


" Kenapa makanan itu tidak kamu makan? kamu sedang menyusui jadi kamu perlu banyak nutrisi untuk asi mu. Apa kamu tidak suka dengan makanannya? katakan kamu ingin makan apa biar aku sampaikan ke Bi Ningsih untuk mengganti menunya", Tania berkata seolah begitu perhatian kepada Kirani.


Kirani tahu bahwa semua kata kata itu palsu, sehingga dia lebih memilih diam tidak menjawab. Namun siapa sangka perkataan Aldo malah membuat Kirani semakin terkejut,


"Kirani, apa kamu tidak dengar jika Tania sedang berbicara kepadamu? Kenapa kamu bersikap seperti ini? Harusnya kamu berterima kasih kepada Tania yang sudah mengantarkan makanan untuk kamu. Sekarang kamu makan dan kamu bereskan semua sisa makanan itu", Aldo berkata dengan raut wajah kesal.


"Aldo, jangan bicara seperti itu kepada istrimu, aku pasti juga akan kesal jika kamu berbicara seperti itu kepadaku", Tania berkata sambil melirik ke arah Kirani. Sebuah lirikan palsu dengan penuh sorot mata kebahagiaan karena telah berhasil membuat Aldo berada di pihaknya.


"Nggak apa apa, aku hanya ingin istriku tidak menjadi orang yang egois dan tidak tahu terima kasih", Jawab Aldo dengan mengarahkan pandangannya kepada Kirani. Sebuah pandangan yang penuh amarah.


Kirani merasa sangat kecewa dengan sikap Aldo kali ini, Tania benar benar pintar memutar balikkan fakta sehingga membuat Kirani tak tahu harus berbuat apa.


(Like 👍 and favoritnya di tunggu❤)

__ADS_1


__ADS_2