Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Siapalah Diriku


__ADS_3

"Kamu jahat Aldo... jika kamu rela berkorban sebanyak itu demi aku, kenapa dulu kamu tidak mempertahankan ku?", Tania tak mampu menahan segala isi hatinya.


Sementara Aldo hanya terbungkam membisu. Dia biarkan Tania menangis di dadanya. Hingga akhirnya Aldo tersadar bahwa wanita yang menangis di pelukannya tersebut sudah memiliki seorang suami.


"Tania tolong jangan menangis, kamu nggak boleh bersikap seperti ini", Aldo berusaha menenangkan Tania dan berusaha melepaskan pelukannya.


"Aku tidak akan melepaskan mu", Tania semakin mengeratkan pelukannya.


Ternyata di balik kejadian tersebut ada sepasang mata yang menyaksikan. Dan bahkan air mata juga sudah mengalir deras dari sepasang mata tersebut .


" Siapa lah diriku?", Kirani juga tak mampu membendung luka hatinya.


Pagi itu Kirani diam diam datang ke Rumah Sakit dimana tadi malam Aldo bercerita padanya jika pagi ini Tania akan menjalani operasi di sana.


Niatnya ingin menemani dan memberi support kepada Tania, namun dia malah di hadapkan pada kejadian di luar dugaannya.


Bukan hanya Kirani, Aldo pun juga tidak menyangka dengan kejadian pagi ini. Sama sekali tidak mengira jika Tania akan melakukan hal tersebut padanya.


Indra yang masih sibuk dengan persiapan operasi istrinya tidak mengetahui tentang kejadian itu, karena saat dia kembali ke ruangan tersebut Aldo sudah berhasil melepas pelukan Tania.

__ADS_1


Sebelum menuju ke ruangan Tania dia sempat melihat Kirani di balik dinding.


"Ada Tuan Aldo? sudah lama anda di sini Tuan?", Indra menyapa Aldo.


"Belum Dok, baru saja saya datang", jawab Aldo dengan gugup. Khawatir jika Indra melihat kejadian tadi.


"Nyonya Kirani kok nggak ikut masuk Tuan? tadi saya lihat beliau berada di depan ruangan sebelah", ucapan Indra membuat Aldo sangat terkejut.


"Kirani?", Aldo bergegas mencari keberadaan istrinya tanpa menunggu berpamitan kepada Tania dan Indra.


Kirani berjalan menuju pintu keluar Rumah Sakit. Aldo yang mendapatinya segera memanggil istrinya, namun Kirani tidak mendengar dan semakin mempercepat jalannya.


Kirani terkejut dengan kehadiran suaminya, bahkan dia belum sempat menghapus air matanya.


Aldo mengambil sapu tangan dan segera menepikan uraian air mata yang membasahi pipi istrinya.


Kirani hanya menunduk tidak berani menatap wajah suaminya. Hatinya terluka, kecewa, dan ingin marah namun dia tidak berani meluapkan amarahnya.


" Aku minta maaf telah melukai hatimu, tapi semua tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku juga tidak mengira Tania akan bersikap seperti itu", Aldo menenangkan hati istrinya.

__ADS_1


Kirani tidak menjawab sepatah kata, dia hanya menundukkan kepala.


"Ayo kita pulang", Aldo merangkul tubuh istrinya dan mengajaknya pulang.


Kirani hanya menurut saja, karena dia ingat bahwa Raihan sedang dia titipkan ke Bi Ningsih.


Selama di perjalanan Kirani hanya diam. Aldo bisa membaca suasana hati istrinya sehingga dia juga memilih untuk diam daripada memperkeruh keadaan.


Sesampainya di rumah , Kirani turun dan segera menghampiri Raihan lalu membawanya ke kamar.


Aldo berjalan membututi nya tanpa mengeluarkan suara sampai pada akhirnya Mami yang bertanya,


"Aldo? kamu tidak pergi bekerja hari ini?",


" Enggak Mi, aku mau menemani Kirani. Hari ini dia kurang enak badan" , jawab Aldo berusaha menutupi kejadian pagi itu.


"Kirani sakit?", Mami terlihat khawatir.


" Enggak Mi, mungkin bawaan kehamilannya" ,jawab Aldo.

__ADS_1


"Oke, baiklah. Jaga istri dan calon bayimu mu baik baik ya. Mami mau pergi ke belanja dulu", Mami mengakhiri percakapan dan hendak pergi belanja.


__ADS_2