Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Mimpi Buruk


__ADS_3

Malam itu menjadi malam yang indah untuk Kirani. Mempunyai seorang suami yang perhatian, mertua yang juga sangat menyayanginya serta akan menerima kelahiran buah hati adalah anugerah terbesar dalam hidup Kirani.


Tiga minggu lagi di perkirakan sebagai tanggal persalinan Kirani.Aldo, Mami dan Kirani rencananya akan bersama sama pergi ke pusat pembelanjaan untuk membeli semua peralatan bayi.


Dari mulai popok, baju, tempat tidur bayi, bedak bayi dan apa saja yang akan di butuhkan oleh si buah hati.


Semua sudah lengkap dan para asisten mulai


sibuk menata ruang baru untuk si baby.


"Aku sudah tidak sabar lagi sayang", kata Kirani sambil memeluk erat suaminya.


Aldo yang mendengar hal itu hanya tersenyum lalu mencium puncak kepala istrinya. Hari itu adalah hari libur, Aldo hanya akan menghabiskan waktunya bersama istrinya dengan melayani segala kebutuhannya seperti tuan putri. Sampai Aldo lupa tidak memeriksa ponselnya telah mati karena lowbat.


Sementara di dalam ponsel Aldo sebenarnya telah tercatat ada beberapa panggilan yang tak terjawab. Panggilan tersebut berasal dari petugas Rumah Sakit Jiwa yang akan memberikan informasi.


Aldo sedang menyuapi istrinya makan salad buah di sofa ruang tengah, kemudian terdengar suara bel pintu berbunyi. Bi Ningsih lekas membuka pintu. Terlihat dua pria berbaju putih datang dan menanyakan apakah benar pemilik rumah tersebut adalah Tuan Aldo. Bi Ningsih pun mengiyakan dan lekas memberitahu majikannya kalau ada orang yang sedang mencarinya.


Aldo berdiri dan melangkah menuju pintu untuk melihat siapa yang sedang ingin menemuinya. Kirani pun mengikuti langkah suaminya dengan terus menggandeng tangannya.


Sesampainya di depan pintu ternyata Aldo sedang di tunggu oleh dua orang laki laki petugas Rumah Sakit Jiwa yang menangani kasus Tania.


"Ada yang bisa saya bantu? ", Aldo memulai percakapan.


" Maaf Tuan, sebelum datang kesini kami sudah mencoba menghubungi ponsel anda berulang ulang tapi tidak ada jawaban sehingga kami langsung datang menemui anda karena ada sesuatu yang harus kami sampaikan", jawab salah satu tim medis tersebut.


Sementara Aldo sedikit sibuk mengingat dimana keberadaan ponselnya yang ternyata dia ingat terakhir kali dia memakainya tadi pagi dengan baterai yang tinggal sedikit. Dan dapat dia pastikan kalau saat ini ponselnya mati kehabisan baterai.

__ADS_1


Belum sempat para petugas tersebut meneruskan perkataannya tiba tiba terdengar suara wanita yang berteriak dari arah pintu gerbang,


"Suamiku... suamiku... aku sudah kembali",


Semua mata di cengang kan dengan asal suara yang tidak lain adalah Tania. Dia berlari mendekat ke arah Aldo dan langsung memeluknya dengan erat, dan seketika juga genggaman Kirani langsung terlepas. Air matanya pun ikut terlepas tanpa di rasa, detak jantungnya terasa melemah bahkan kesadarannya pun hampir melayang.


Namun tiba tiba ada yang menguatkan pundaknya , dia menoleh dan ternyata sentuhan tangan itu berasal dari mertuanya yang sempat menyaksikan kejadian itu.


"Aldo bisa kamu jelaskan semua ini! ", Suara Mami terlihat tegas dengan sorot mata tajam kepada putranya dan Tania.


Aldo menjadi patung hidup dalam sekejap. Lidahnya kaku, jiwanya tegang bahkan otaknya berhenti untuk memikirkan kenyataan yang ada di hadapannya.


Dia tidak mampu menjelaskan apapun, dia hanya bisa menggelengkan kepala tanpa berkedip dengan tatapan mata sayu. Bahkan raganya mulai melemah, tiba tiba dia teringat istrinya yang sedang berdiri di belakangnya.


Bagaimana syoknya Kirani melihat semua itu? Bagaimana dengan kehamilannya? Bagaimana jika Kirani syok berlebihan dan berdampak buruk pada jiwa dan bayinya?


Dan ternyata istrinya sudah berderai air mata di pelukan sang mertua, Aldo mendekat dan ingin menggantikan posisi Maminya untuk memeluk erat istrinya. Namun tiba tiba langkahnya terhenti setelah salah satu tangannya di tarik oleh Tania.


"Sayang, apa kamu tidak bahagia melihat aku kembali? ", Tania terlihat tak mengerti dengan suasana baru di keluarga Aldo.


Setelah menahan Aldo, Tania kemudian menghampiri Mami.


" Mi, menantumu telah kembali. Apa Mami tidak suka melihat aku kembali? ", tanya Tania kepada Mami.


" Dia menantuku bukan kamu!", jawab Mami dengan menunjuk ke arah Kirani. Hal itu membuat Tania terkejut bahkan juga ikut menangis.


"Sayang, katakan apa maksud semua ini? Siapa wanita yang sedang hamil yang di katakan Mami sebagai menantunya? Katakan padaku, jangan katakan jika kamu sudah menikah lagi!", Tania memojokkan Aldo untuk menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


" Diam kamu, kamu yang harusnya jelaskan bagaimana kamu bisa kembali lagi kesini? ", Mami malah balik menyudutkan posisi Tania.


Merasa tidak mendapat jawaban, Mami langsung bertanya kepada kedua petugas Rumah Sakit Jiwa yang dari tadi hanya terdiam menyaksikan kejadian tersebut.


" Tolong jelaskan pak, mengapa kalian bisa membawa pasien anda kesini?", suara Mami Aldo benar benar keras dan lantang.


"Maaf Nyonya, Tuan sebenarnya kami ingin menyampaikan informasi ini melalui telepon terlebih dahulu dengan tujuan agar Tuan Aldo datang langsung ke Rumah Sakit. Namun berhubung panggilan tidak terjawab akhirnya Nyonya Tania meminta untuk langsung datang ke rumah ini. Nyonya Tania sudah sembuh dan pulih, jadi tugas kami dari pihak Rumah Sakit adalah mengantarnya kembali kepada pihak keluarga. Dan yang tercantum dari data kami, Tuan Aldo adalah satu satunya pihak keluarga dari pasien Tania", salah satu petugas Rumah Sakit Jiwa itu mencoba memberi penjelasan.


Sementara satu petugas lainnya menambah penjelasannya, "Kami harap selama dalam pasca kesembuhan, pasien bisa lebih nyaman bersama keluarga tanpa ada tekanan yang membuatnya kembali depresi dan agar kondisi kesehatan mentalnya tetap terjaga".


" Tapi anda mengantarkan dia pada tempat yang salah", Mami masih terlihat emosi.


Belum sempat ada jawaban dari ucapan Mami tiba tiba Kirani tak sadarkan diri. Aldo pun segera mengendongnya dengan di bantu Mami dan para asisten rumah tangga.


Aldo menelpon Dokter Indra untuk segera datang ke rumah, sementara Tania hanya duduk diam termenung tak tahu menahu kebenaran yang sesungguhnya.


Lima belas menit kemudian Dokter Indra telah datang bersama dengan seorang Dokter kandungan dan segera memeriksa keadaan Kirani.


"Nyonya Kirani mengalami stress berat sehingga membuatnya tak sadar diri. Dan kondisi ini sangat berbahaya untuk kesehatan dia dan bayinya", Dokter kandungan tersebut memberi penjelasan.


" Saya akan berikan beberapa resep obat dan vitamin untuk segera di tebus di apotek. Selain daripada itu tingkat emosional sangat berpengaruh pada kesehatannya", sambil membuat resep dan menyerahkannya kepada Aldo, Dokter tersebut mengakhiri penjelasannya.


Beberapa menit kemudian Kirani siuman, sebelum dia benar benar membuka mata dia berharap semua kejadian yang dia lihat tadi hanyalah sebuah mimpi buruk dalam tidurnya.


Namun sayang, ketika dia benar benar telah membuka mata ternyata sosok Tania memang benar benar ada di hadapannya. Dan untuk selanjutnya dia akan terus ada di antara rumah tangganya dengan Aldo.


------

__ADS_1


Terima kasih buat yang selalu mengikuti tiap episode nya. Di tunggu selalu like, komen and favorit 👍❤


__ADS_2