
Malam semakin gelap namun tidak terasa bagi mereka berempat yang masih saling melepas rindu setelah sekian waktu tak bertemu. Apalagi malam ini Kirani sudah tidak akan kembali ke kost, jadi sudah tidak ada lagi yang perlu di cemas kan soal waktu.
"Nak Kirani, kalau sudah capek boleh lekas istirahat ke kamar biar di antar sama Bi Ningsih(asisten rumah tangga) ",kata Papi Aldo yang melihat Kirani sudah sedikit kelelahan karena memang waktu sudah menunjuk kan pukul 23.00 malam.
" Iya om, terima kasih", jawab Kirani sambil melebarkan senyum.
"Biiii... tolong tunjuk kan dimana kamar nak Kirani. Di antar saja ya ke kamar tengah lantai atas", Ucap Papi Aldo kepada Bi Ningsih.
" Baik Tuan,, mari non saya antar kan ke kamar" , Bi Ningsih mulai melangkah menunjuk kan kamar untuk Kirani.
"Baik Bi", Kirani agak canggung karena selama hidup nya baru sekarang dia di layani oleh seorang asisten. Karena memang Kirani bukan terlahir dari keluarga kaya raya.
Sesampai nya di kamar Bi Ningsih membuka kan pintu untuk Kirani, dan setelah masuk ke ruangan itu mata Kirani di suguhkan dengan ruangan yang cukup mewah dan luas.
"Bibi tinggal ya non, kalau butuh apa apa bisa panggil Bibi di belakang", Bi Ningsih pamit untuk meninggalkan kamar tersebut.
" Iya Bi, terima kasih", jawab Kirani dengan sangat sopan. Meski Bi Ningsih adalah asisten di rumah itu tapi Kirani tak menganggap nya seperti itu karena memang usia Bi Ningsih lebih tua dari Kirani jadi Kirani bersikap sangat sopan kepada Bi Ningsih.
Bi Ningsih pun juga sangat suka dengan sikap Kirani yang berbeda dengan sikap Tania waktu dulu sempat tinggal serumah dengan orang tua Aldo. Tapi Bi Ningsih tak mungkin berani mengatakan perbedaan itu. Memang Tania juga termasuk putri orang kaya, jadi sikap nya sedikit arogan dan jarang bicara kepada asisten. Sekalipun mau bicara jangan kan untuk tersenyum, menatap wajah mereka pun tak pernah.
__ADS_1
Di ujung kamar yang di tempati Kirani ada jendela kaca besar dan di luar nya ada ruang santai yang sangat luas. Di sana ada tempat duduk yang bila di duduki sambil bersandar, maka sepasang mata akan di suguhi langit biru penuh bintang nan indah.
Sungguh satu ruangan yang belum pernah Kirani pijak kan kaki nya di dalam nya, dan bahkan setelah ini ruangan itu akan menjadi ruang tidur nya setiap hari selama tinggal di rumah Aldo.
Kirani berdiri di depan jendela kaca sambil tersenyum menggambar kan kebahagiaan hati nya,.Betapa tidak, dengan hadir nya Aldo dalam hidup nya itu sudah membahagiakan hati nya apalagi di tambah dengan perlakuan keluarga Aldo yang ramah dan bahkan mengizinkan nya tinggal di rumah yang mewah. Terasa seperti tuan putri dadakan.
Sementara di ruangan yang berbeda masih tersisa tiga orang yang duduk di sofa , mereka masih asyik berbincang melepas kerinduan.
"Pi, Aldo mau ngomong sesuatu sama Papi dan Mami", Aldo seperti nya ingin mengatakan hal yang serius.
" Katakan saja, Papi dan Mami pasti mendengar kan", jawab Mami Aldo yang tak sabar dengan apa yang ingin Aldo katakan.
Mami dan Papi Aldo saling pandang tanpa mengerti apa maksud Aldo, "Katakan Aldo, ada apa? apa yang perlu kami tau? ", Mami Aldo terlihat sangat tak sabar menunggu penjelasan Aldo.
" Baik Mi Aldo akan katakan, Kirani bukan keturunan kaya raya. Tidak seperti Tania yang orang tua nya mempunyai banyak restoran ternama. Kirani hanya dari keluarga sederhana, Ayah nya pensiunan PNS dan ibu nya hanya seorang penjahit.Kini mereka punya minimarket kecil yang mereka bangun dari uang pesangon ayah Kirani, dan mereka jadikan investasi hari tua. Aldo takut Papi dan Mami tidak menyukai nya, maka nya Aldo tidak ingin serius dulu karena Aldo ingin tau pendapat Papi dan Mami terlebih dahulu.Tapi Kirani anak yang baik dan polos, bahkan Aldo adalah lelaki pertama yang dekat dengan dia", kata Aldo menceritakan semua tentang Kirani.
Mendengar semua itu Mami Aldo terdiam, tapi Papi Aldo malah tersenyum dan membuat Aldo bingung. Apa arti senyuman itu?
"Aldo saat kamu pergi dari hidup kami itu adalah musibah terbesar dalam hidup kami, padahal kami tidak sedang benar benar mengusir mu. Kami hanya ingin mencoba menggertak mu, tapi sayang nya justru kamu malah benar benar pergi dari kami dan kami sangat terpukul dengan hal itu. Hingga sekian lama kamu pergi dan akhir nya kamu kembali membawa calon kehidupan baru mu, apa pantas kami mengusir mu lagi dari hidup kami? Karena Papi yakin apa yang kamu pilih itu yang terbaik, dan kamu sudah membuktikan kemampuan mu saat kamu hidup jauh dari kami, jauh dari fasilitas keluarga kita", Papi Aldo mengungkap kan segala isi hati nya.
__ADS_1
"Jadi... Papi tidak mempermasalah kan dari keluarga mana Kirani berasal? ", Aldo kembali bertanya untuk meyakinkan hati nya.
" Tentu saja tidak Aldo. Karena secara tidak langsung Kirani lah yang mengantar kamu pulang kepada Papi dan Mami. Mungkin kalau bukan karena ada nya Kirani, tentu nya kamu masih tetap bersama Tania dan jauh dari kami. Bukan begitu kan Mi?", Papi Aldo mengarahkan pandangan nya ke Mami Aldo.
"Betul Aldo, Mami ikut aja apa yang menjadi keputusan kalian. Yang penting kita jangan sampai terpisah lagi", Mami Aldo berkata sambil mendekati Aldo dan mengelus bahu putra nya tersebut.
Mendengar semua itu Aldo langsung mencium tangan Mami nya kemudian memeluk Mami dan Papi nya bergantian.
"Makasih Mi... Pi... Maafin Aldo pernah membuat hati Mami dan Papi bersedih. Setelah ini Aldo janji, Aldo akan membahagiakan Papi dan Mami", Aldo berkata dengan mata yang berbinar binar.
Obrolan mereka pun terhenti di pukul 00.30 dini hari, hingga akhir nya mereka masuk ke kamar mereka masing masing untuk beristirahat.
Mata Aldo belum bisa terpejam mengingat semua ucapan Papi dan Mami nya tadi, dia terlalu bahagia dan ingin segera menyambut hari esok. Karena sudah ada rencana yang ada di pikiran Aldo.
Sementara tuan putri baru yang ada di ruang berbeda perlahan mulai memejamkan mata setelah sepasang mata nya termanjakan oleh pemandangan indah di langit pada malam itu.
Kira kira apa ya yang sedang di rencanakan Aldo esok hari??
-----
__ADS_1
(Ikuti terus kelanjutan nya ya sobat and makasih atas like koment and favorit nya😇😇🙏🙏)