Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Sama sama laki laki


__ADS_3

Sejak melihat kejadian di Rumah Sakit itu Kirani lebih sering diam dan jarang bicara. Terutama kepada suaminya.


Mami juga melihat perubahan tersebut, namun Mami mengira bahwa mungkin itu pengaruh dari kehamilannya.


"Kirani besok Mami mau ke rumah Dokter Indra untuk menengok Tania, katanya dia sudah di bawa pulang. Apa kamu mau ikut besok?", tanya Mami kepada Kirani saat mereka sedang sarapan.


Mendengar pertanyaan Mami Kirani hanya menggeleng dan menjawab dengan singkat,


" Enggak Mi".


" Kamu masih nggak enak badan? apa perlu di bawa ke Dokter?", tanya Mami selanjutnya.


"Nggak perlu Mi, aku baik baik aja. Cuma nggak ingin pergi kemana mana", jawab Kirani lagi.


Aldo tidak ikut memotong pembicaraan, dia tahu kalau sampai sekarang istrinya masih tidak baik baik saja.

__ADS_1


Selesai sarapan Aldo kembali ke kamar untuk mengambil jas dan tas nya. Tiba tiba Kirani memulai sebuah percakapan.


"Kalau kamu besok mau menemani Mami, pergilah".


"Enggak, Mami biar di antar supir. Besok aku di rumah aja main sama Raihan. Kasian kamu harus banyak istirahat", jawab Aldo berusaha menjaga perasaan istrinya.


"Mas, aku ingin tanya sesuatu sama kamu. Tolong kamu katakan yang sejujurnya padaku", Kirani nampak begitu serius dengan pertanyaan yang akan dia lontarkan kepada suaminya.


"Iya, katakanlah apa yang ingin kamu tanyakan", Aldo juga tidak kalah serius. Dia yakin hal yang akan di tanyakan istrinya adalah tentang perasaannya.


"Jika nanti Tania bisa kembali mengandung dan meminta kamu untuk kembali kepadanya, apa kamu akan menerimanya?", pertanyaan Kirani benar benar mengejutkan Aldo.


"Dia masih mencintai kamu mas, dan kamu juga masih berkorban untuk dia. Itu tidak menutup kemungkinan dia ingin kamu kembali", ucap Kirani dengan mata berkaca kaca.


"Dan dalam keadaan seperti itu, aku tidak akan bisa berbuat apa apa. Kamu pasti memberiku banyak penjelasan untuk bisa mengerti, untuk bisa memahami.

__ADS_1


Mungkin kamu tidak pernah tahu bagaimana rasanya berada di posisiku, tapi ku harap kamu bisa mengerti bagaimana rasanya berada di posisi Dokter Indra karena kamu sama sama laki laki", Kirani berkata sambil berlalu menggendong Raihan keluar kamar.


Aldo masih berdiri membeku mendengar ucapan istrinya. Indra dan Kirani sama sama korban dalam keadaan ini. Meski yang terlihat Tania lah yang tertekan.


-------


Siang hari di rumah Dokter Indra, Mami datang menjenguk Tania.


Tania tersenyum lebar, karena mengira Aldo juga ikut datang bersamanya.


"Mami ke sini sama siapa Mi?", tanya Tania.


"Mami sendiri di antar supir. Kirani lagi nggak enak badan, mungkin karena pengaruh kehamilannya. Sementara Aldo membantu menjaga Raihan di rumah", jawab Mami.


Tania sedikit terkejut mendengar kabar bahwa Kirani hamil lagi. Dia berpikir pasti Aldo sangat bahagia karena Kirani akan memberinya dua buah hati. Wajah Tania terlihat agak murung.

__ADS_1


"Eh ada Mami nya Aldo di sini?", sapa bunda Tania.


"Terima kasih sudah berkenan menjenguk Tania. Semoga setelah ini Tania bisa segera hamil lagi.Tania sangat beruntung karena suaminya begitu peduli dengan masa depan mereka berdua sampai melakukan operasi ini dengan biaya yang tidak sedikit", ucapan bunda Tania membuat Mami sedikit kurang nyaman. Secara tidak langsung bunda Tania membandingkan Indra dengan Aldo saat dulu masih menjadi suami Tania.


__ADS_2