Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Luka lama yang terulang


__ADS_3

Tania masih belum bisa mengontrol dirinya. Dia masih saja berteriak teriak sambil menangis. Para kerabat Aldo ikut menenangkan Tania.


Satu jam lagi jenazah akan di makamkan di TPU. Ketika jenazah Indra selesai di mandikan, Tania pingsan.


Ayah Tania membawa Tania ke kamar serta di temani seorang perawat yang dari tadi juga ikut menjaga Tania.


"Bangun nak... jangan bikin bunda takut", Bunda Tania nampak begitu cemas.


Perawat memberi perawatan seadanya, hingga akhirnya Tania siuman tepat saat jenazah sudah akan diberangkatkan menuju pemakaman.


Dengan sekuat hati Tania berusaha tegar untuk menyaksikan pemakaman suaminya.


Kirani sibuk menidurkan Davina sambil memberinya ASI di kamar David. Sementara David berada dalam pangkuan paman Indra.


Acara pemakaman berlangsung dengan suasana haru. David tak berhenti menangis memanggil papanya dan ingin ikut. Mendengar tangisan David , Tania menjadi pilu dan rapuh. Dia memeluk putra sambungnya dengan erat,


"Kamu harus kuat nak, kita semua pasti bisa melewati ini semua", Tania berusaha menenangkan David walau dirinya sendiri rapuh.


Davina sudah tertidur setelah di beri ASI oleh Kirani. Kini tinggal beberapa orang saja yang masih tinggal di rumah karena semua ikut pergi ke TPU. Begitupun dengan Aldo.

__ADS_1


Saat menemani Davina tidur, Kirani duduk termenung sambil memikirkan sesuatu.


Dia teringat semua kisahnya saat dulu pertama mengenal Aldo hingga sekarang.


"Ya Tuhan, mengapa dunia rasanya begitu sempit. Selalu di pertemukan kembali dengan orang dan masalah yang sama".


Pemakaman telah usai, taburan bunga mulai memenuhi gundukan tanah yang di atasnya di pajang foto Indra.


Satu per satu para peziarah telah pulang , yang tertinggal hanya paman dan bibi Indra,Tania beserta orang tuanya dan juga Aldo. Mereka masih setia duduk mengelilingi makam baru itu.


Setelah beberapa waktu di rasa sudah cukup , mereka kembali pulang meninggalkan peristirahatan terakhir Indra.


Sesampainya di rumah Tania mencari keberadaan Davina. Tania masuk ke kamar dimana Kirani menjaga Davina.


"Kak Tania", sapa Kirani.


"Apa Davina masih tidur?", tanya Tania.


"Iya masih, kamu istirahat saja kak biar aku yang jaga Davina", jawab Kirani.

__ADS_1


"Terima kasih kamu sudah bersedia menjadi ibu susu Davina", kata Tania.


"Sama sama, hanya itu yang bisa aku bantu", jawab Kirani lagi.


Aldo tiba tiba masuk ke kamar juga untuk mencari Kirani, dan ternyata di dalam kamar tersebut ada Tania juga.


"Tania, kamu di sini? biar kami yang menjaga Davina, lebih baik kamu istirahat saja karena kesehatanmu belum pulih total", kata Aldo kepada Tania.


"Aku tidak bisa pulih kembali Aldo, aku sudah hancur.. sudah rapuh.. dan tidak akan bisa kembali seperti dulu. Mungkin sebentar lagi aku juga akan menjadi gila seperti dulu lagi..." ucap Tania sambil menangis dan menyandarkan tubuhnya ke tembok.


"Jangan berkata seperti itu Tania, masih banyak orang di sekelilingmu yang menjagamu . Kamu tidak sendiri, kamu masih bisa pulih. Semua memang butuh waktu, tapi kamu tidak boleh putus asa", Aldo berusaha menasehati Tania.


"Iya kak, kak Tania harus tetap kuat. David dan Davina masih sangat membutuhkan kasih sayang kamu kak", Kirani juga ikut menyemangati.


"Diam kamu!! Kamu tidak perlu mengajariku bagaimana caranya menjadi kuat. Hidupmu terlalu mudah, terlalu indah dan kamu belum pernah merasakan kepahitan seperti yang aku rasakan. Apa kamu tidak sadar kamu juga menjadi salah satu penyebab kehancuran ku.. Kalau kamu tidak hadir di kehidupan Aldo, mungkin sekarang Aldo lah yang menjadi ayah dari anakku. Bukan mas Indra.. dan aku tidak akan kehilangan lagi seperti ini", Tania tidak bisa mengontrol emosinya. Kekalutan hatinya dia lampiaskan dengan memarahi Kirani. Tubuhnya yang menyandar dinding kini kembali roboh dengan di iringi tangis yang panjang.


Hati Kirani juga terasa sangat pilu mendengar ucapan Tania. Luka lama yang terulang kembali setelah sempat hilang bekasnya.


Aldo sangat mengerti apa yang di rasakan istrinya, hatinya pasti terluka. Namun saat itu dia terpaksa memilih membantu Tania bangkit agar tidak kembali pingsan. Kirani hanya bisa mematung melihat semua kejadian itu.

__ADS_1


( Maaf ya guys🙏🙏 Neng Kirani di bikin nangis lagi😭😭 setelah kemaren kemaren rumah tangganya sempat adem ayem... tentu saja semua ini agar tidak menyimpang dari judulnya ya guys.. makasih🙏)


__ADS_2