
Sore itu Aldo pulang dari kerja, tapi Aldo tidak melihat keberadaan Mami. Lalu dia bertanya kepada istrinya. Kemana Mami pergi.
Kirani mengatakan bahwa Mami reuni dadakan sama teman sekolah dulu.
Aldo tidak banyak bertanya lagi, walaupun sebenarnya istrinya sedang berbohong.
Tak lama kemudian Kirani segera mengirim pesan pada Mami, menyampaikan bahwa saat Aldo bertanya kemana perginya Mami dia menjawab kalau Mami sedang reuni dadakan.
Akhirnya Mami dan Kirani sudah sepakat untuk memberi jawaban yang sama saat Aldo bertanya.
Hari sudah menjelang magrib, Mami masih belum juga pulang. Ternyata beliau sedang bersama orang tua Tania. Mereka berbicara panjang lebar membahas tentang masalah Aldo dan Tania waktu itu hingga akhirnya Aldo menikah dengan Kirani dan Tania kembali sembuh kemudian bisa tinggal bersama Indra sampai sekarang.
Orang tua Tania merasa semakin bersalah kepada putrinya.
Sementara Tania masih beristirahat di ruang pemeriksaan dengan di temani Indra. Indra sengaja meliburkan kliniknya pada hari itu karena dia harus merawat Tania.
"Gimana keadaan kamu sekarang? Apa yang kamu rasakan? ", tanya Indra.
" Kepalaku pusing", jawab Tania.
"Istirahatlah, aku akan menjagamu", Indra berkata sambil mengelus rambut Tania.
__ADS_1
" Dimana kedua orang tuaku? ", Tania kembali bertanya.
" Mereka di luar sedang ngobrol sama Mami, mereka sangat mengkhawatirkan keadaan kamu", jawab Indra.
"Aku ingin bertemu mereka", pinta Tania.
Indra hanya menggelengkan kepala.
" Jangan sekarang, kamu pulihkan dulu kesehatan kamu. Ayah dan Bunda akan menginap di rumahku, besok pagi kamu bisa menemui mereka. Aku nggak mau kesehatan kamu memburuk", Indra memberi penjelasan kepada Indra.
Tanpa banyak bertanya Tania menganggukkan kepala.
Indra menghubungi Bi Nilam untuk menyiapkan kamar buat Ayah dan Bunda Tania.
Melihat kehadiran Indra, Bunda langsung berdiri dan bertanya, "Bagaimana keadaan Tania nak? ".
" Dia baik baik saja Tante, tapi dia butuh istirahat yang cukup untuk memulihkan kondisinya. Setidaknya satu malam ini biarkan dia sendiri dulu, mungkin besok pagi saja jika Tante dan Om ingin bertemu dan berbicara kepada Tania", jawab Indra.
"Baiklah, kalau begitu Tante dan Om akan pamit dulu. Besok kami akan kembali, kami titip Tania sama kamu nak.Tante sama Om akan mencari hotel terdekat", Bunda Tania berpamitan kepada Indra.
" Nggak perlu pamit Tante, Tante dan Om menginap saja di rumah saya. Sudah saya siapkan kamar untuk Om dan Tante", kata Indra.
__ADS_1
Awalnya orang tua Tania menolak untuk menginap di rumah Indra karena takut merepotkan, tapi Indra berhasil membujuk mereka.
Melihat mantan besannya sudah masuk ke rumah Indra, Mami pun berpamitan.
Lalu setelah itu ganti Indra membawa Tania ke kamarnya dengan menggunakan kursi roda. Sebenarnya Tania bisa berjalan tapi Indra melarangnya.
Setelah di rasa Tania sudah tertidur pulas, Indra keluar dari kamar Tania.
Saat Indra sudah menutup pintu kamar Tania, dia terkejut ternyata kedua orang tua Tania sedang berdiri di depan kamar.
"Kamu pasti sangat lelah nak, terima kasih kamu telah menjaga Tania", kata Bunda Tania.
" Nggak Tante, ini sudah menjadi kewajiban saya karena saya yang mengajak Tania tinggal di rumah ini. Kesehatan dan kebutuhannya adalah tanggung jawab saya", jawab Indra sambil tersenyum.
"Kamu laki laki baik nak, betapa leganya kami jika melepas putri kami di tangan laki laki yang baik seperti kamu", Ayah Tania ikut angkat bicara.
Indra kembali melebarkan senyumnya, dalam hatinya berbunga bunga mendengar ucapan Ayah Tania. Sepertinya sudah menuju jalan terang untuk hubungan dia dengan Tania.
"Tidak bisa, dia tidak bisa berdampingan dengan Tania! ".
Tiba tiba terdengar suara yang menghancurkan senyum Indra.
__ADS_1
(Terima kasih untuk para pembaca yang setia dan selalu memberi like dan dukungannya🙏)