
Belum ada yang menjawab baik Mami ataupun Kirani.
"Tolong sayang kamu cerita ke aku, apa yang sebenarnya terjadi?", Aldo meminta istrinya bercerita.
" Biar Mami saja yang cerita, Kirani nggak bakal mau membuka keburukan Tania. Sekarang sudah saatnya kamu tahu semua", Mami berkata dengan tegas kepada putranya.
Kirani tidak mau berdebat, dan dia biarkan mertuanya menceritakan kejadian yang sebenarnya.
Belum sempat Mami bercerita, Raihan menangis. Kirani segera meraih Raihan dari gendongan Mami karena sepertinya Raihan harus minum ASI.
"Biarkan putramu tidur dulu, nanti setelah kamu makan malam Mami tunggu di sofa ruang tengah. Kita lebih nyaman bicara di sana, karena jika bicara di sini sepertinya mengganggu tidur Raihan", kata Mami kepada Aldo.
"Baik Mi, Aldo mandi dulu. Abis itu makan dan segera menemui Mami di sana", jawab Aldo sambil mulai melepaskan dasinya.
Kirani tidak banyak bicara, dia berpikir mungkin saat ini sudah waktunya suaminya tahu tentang kebenaran sesungguhnya.
Malam itu di rumah Indra, dia sedang makan malam dengan Tania. Setelah makan, Tania hendak merapikan piring kotor dan membawanya ke dapur. Namun Indra melarangnya, dia malah mengajak Tania duduk di kursi pekarangan rumah sambil melihat langit cerah di malam itu.
"Gimana keadaan kamu, apa sudah benar benar sehat?", tanya Indra.
" Sudah Dok, eh Mas", Tania masih belum terbiasa dengan panggilan itu.
__ADS_1
"Gimana? Apa kamu betah tinggal disini? ", Indra kembali memberi pertanyaan lagi.
" Sepertinya betah, kapan aku mulai bekerja di klinik Mas?", tanya Tania.
"Syukur deh kalau kamu betah, kamu istirahat aja dulu satu atau dua hari lagi", jawab Indra.
" Mas kalau boleh tahu, kemana perginya Mamanya David?", Tania bertanya dengan ragu.
"Maaf kalau pertanyaanku terlalu lancang".
" Tidak apa apa, wajar jika kamu bertanya. Mantan istriku sedang berada di Amerika. Kami berpisah setelah dia meminta izin untuk melanjutkan studi kedokterannya. Aku melarang dia pergi, tapi dia tetap bersikeras. Dia berkata mumpung David masih kecil dan belum tahu apa apa, karena kalau David sudah besar pasti akan mencarinya jika di tinggal bertahun tahun.
Aku tetap tidak setuju, tapi mertuaku mendukung kemauan Mamanya David. Sehingga jalan satu satunya adalah kami bercerai. Sementara David sampai sekarang belum bisa mengingat wajah Mamanya seperti apa karena waktu di tinggal dia masih berusia satu tahun, yang David tahu Mamanya pergi bekerja jauh di luar negeri sebagai Dokter", Indra mengakhiri ceritanya.
" Empat tahun, dan ini tahun terakhir", jawab Indra.
"Saat dia pulang, bagaimana jika dia ingin kembali menikah dengan kamu? ", Tania masih ingin tahu lebih lanjut.
"Aku tidak bisa, ini bukan masalah sepele. Karena dari kejadian itu bisa dilihat, untuk hal yang besar saja dia tidak mematuhi ucapanku apalagi untuk hal hal kecil lainnya? Walaupun kami kembali, jika keegoisannya tetap sama maka akan sering terjadi perdebatan dan pertengkaran. Dan aku nggak nyaman dengan hubungan seperti itu", Indra mengungkapkan perasaannya.
"Bagaimana jika David yang meminta? ", Tania belum berhenti bertanya.
__ADS_1
" David tidak mudah dekat dengan orang yang tidak pernah bertemu dengannya. Dia memang Mamanya tapi selama ini telah meninggalkannya , jadi dia pasti seperti orang asing bagi David. Bahkan saat dulu Mamanya belum pergi, dia lebih sering memakai jasa pengasuh untuk mengurus David. Sehingga waktu David masih bayi pun mereka berdua kurang akrab. ASI nya pun tidak pernah di berikannya langsung, tapi selalu di taruh di botol. Mungkin semua sudah dia rencanakan agar David tidak terlalu kaget jika dia pergi", Indra terlihat sangat kesal saat menceritakan pengalaman rumah tangganya.
"Aku minta maaf jika terlalu banyak bertanya", kata Tania.
" Tidak apa apa, aku malah senang kamu mau mendengar ceritaku", Indra berkata sambil melebarkan senyum di bibirnya.
Yang berada di lain tempat juga sedang asyik berbicara empat mata, yakni Aldo dan Maminya.
"Bahkan dia berkata kalau dia akan menyingkirkan siapapun yang akan menghalangi rencananya. Dia ingin Kirani dan Mami pergi dari rumah ini, dia akan memutar balikkan fakta jika Kirani mengadu kepadamu. Dan jika Kirani pergi, dia melarang Kirani membawa Raihan karena itu hanya akan membuat kamu selalu mencari Kirani untuk menemui Raihan jika kalian berpisah", Mami berkata dengan raut wajah geram.
Mendengar semua itu Aldo langsung menggelengkan kepala.
"Aku tak menyangka, sungguh tak menyangka dia akan bersikap seperti itu. Dan aku sungguh tak menyangka juga bahwa selama ini aku telah termakan rencananya hingga aku menyakiti hati istriku sendiri.
Tak ku sadari jika ternyata aku mempunyai seorang istri yang berhati mulia. Dia melindungi orang yang telah menyakitinya, bahkan memikirkan kebahagiaan untuk Tania", Aldo berkata dengan kepala menunduk tanda penyesalan.
"Semua belum terlambat, minta maaflah kepada istrimu. Cintai dia dan beri dia perhatian lebih seperti dulu sebelum Tania datang ke rumah ini. Kamu akan menyesal jika menyianyiakan seorang istri seperti Kirani", Mami memberikan petuah kepada putranya.
" Baik Mi, aku akan perbaiki semua. Aku minta maaf Mi atas kesalahanku selama ini kepada Mami. Dan terima kasih sudah memberitahuku kebenaran yang sesungguhnya", Aldo berkata sambil mencium tangan Maminya.
"Iya nak, Mami memaafkan mu. Sekarang pergilah ke kamar, temani anak istrimu dan jaga mereka dimanapun dan kapanpun", Mami berkata sambil mengusap rambut putranya.
__ADS_1
-------------
(Maaf ya, disini Kirani bukan tipikal wanita yang berhati dan berwatak keras. Jadi dia tidak suka mengambil sikap kasar untuk membalas keburukan Tania. Selamat membaca.... 🙏)