Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Hilang separuh nyawa


__ADS_3

"Nyonya .. Nyonya.. ", Bi Nilam berusaha membangunkan Tania namun tidak berhasil.


Bi Nilam memanggil supir untuk membawa Tania ke Rumah Sakit tempat Indra bekerja.


Suara sirine ambulance bergema membawa tubuh Indra ke Rumah Sakit terdekat. Bersamaan dengan hal itu, Tania juga sedang terbaring lemah tak sadarkan diri menuju Rumah Sakit.


Indra mendapatkan perawatan intensif karena luka pada kepalanya akibat benturan lumayan parah. Sementara Tania sudah di tangani oleh rekan kerja Indra. Bi Nilam di mintai keterangan apa penyebab Tania sampai tidak sadarkan diri. Kemudian dia menjelaskan kepada Dokter yang sekaligus rekan kerja Indra tersebut, bahwa Tania pingsan setelah menerima telepon dari Indra.


Mendengar keterangan tersebut rekan seprofesi Indra mulai menghubungi ponsel Indra. Setelah panggilan tersebut tersambung, mereka mendapat kabar bahwa pesawat yang di tumpangi Indra mengalami kecelakaan dan saat itu Indra sudah berada di salah satu Rumah Sakit di luar kota.


Tania mulai sadar, namun dia masih sangat lemah. Ketika matanya terbuka, dia langsung menangis hebat. Para Dokter mulai menenangkan, hingga kemudian mereka bersama sama pergi ke Rumah Sakit dimana Indra di rawat.

__ADS_1


Rupanya kabar kecelakaan pesawat tersebut telah terdengar di telinga Aldo. Saat itu dirinya dan Kirani baru saja sampai di rumah setelah penerbangannya dari Singapore.


Mendapati kabar tersebut Aldo segera mencari tahu bagaimana keadaan Indra sekarang. Aldo menghubungi Tania tapi tidak ada jawaban karena ponsel Tania tertinggal di rumah.


Aldo kemudian datang langsung ke rumah Indra dan menanyakan informaai selengkapnya kepada asisten rumah tangga yang ada di rumah Indra. Tapi di rumah tersebut kosong, karena Bi Nilam dan pak supir juga ikut pergi ke Rumah Sakit.


Sementara David dan Davina waktu itu di titipkan di rumah tantenya Indra yang rumahnya juga lumayan dekat dengan Rumah Sakit tempat Indra berkerja.


Aldo segera menghubungi Kirani dan menceritakan semua. Sore itu dia berniat untuk pergi menuju Rumah Sakit tempat Indra di rawat. Ternyata Kirani juga ingin ikut pergi bersama Aldo.


Tania dan beberapa orang Dokter sudah sampai di Rumah Sakit yang di tuju, tak berselang lama ternyata Aldo dan Kirani juga telah sampai.

__ADS_1


Indra masih berada di IGD, keluarga pasien belum di perbolehkan untuk masuk. Mereka semua menunggu di luar ruangan.


Tania tak kuasa menahan tangis. Wajahnya pucat dan tubuhnya lemah. Bi Nilam yang selalu berada di samping Tania dan memapah tubuhnya. Melihat kejadian itu, hati Aldo menjadi pilu.


Lima belas menit kemudian Dokter keluar dan memberi keterangan bahwa Indra dalam keadaan koma dan sebentar lagi dia akan di pindah ke ruang ICU.


Tubuh Tania semakin lemas, dia merasa bagai kehilangan separuh nyawanya.


"Ya Tuhan, jangan ambil suamiku. Dokter tolong selamatkan suamiku.Jika suamiku tidak selamat, bagaimana aku memberi jawaban kepada anak anak kami jika mereka bertanya kemana papanya? Tolong Dokter... tolong... selamatkan suamiku... ", Tania berteriak histeris.


Seketika Aldo berusaha menenangkan Tania. Melihat Tania bisa tenang di pelukan Aldo, Kirani menjadi teringat saat pertama kali dulu Aldo mengenalkan Tania kepadanya. Dulu Tania sedang dalam gangguan jiwa dan sering berteriak histeris, lalu Tania akan tenang kembali jika Aldo memeluknya.

__ADS_1


__ADS_2