
Tak terasa empat puluh hari sudah kepergian suami Tania. Sebenarnya hari itu bersamaan juga dengan peresmian pembukaan restoran baru milik Tania, tapi karena bertepatan dengan acara empat puluh hari almarhum Indra, akhirnya peresmian pembukaan restoran tersebut di undur satu hari.
Tania sudah menyiapkan segala keperluan untuk acara empat puluh hari dengan di bantu kerabat Indra.
Tidak banyak yang di undang dalam acara itu, hanya mengundang anak anak yatim. Selebihnya makanannya di bagikan kepada para tetangga terdekat.
Keesokkan hari, Tania meresmikan pembukaan restoran miliknya.
" Tania's Resto"
Dalam acara tersebut Tania mengundang para pegawai serta pengunjung hotel milik Aldo sekaligus para warga pengguna jalan depan resto.
Ada even makan minum gratis untuk semua menu yang tersedia di restoran tersebut dari pukul 07.00 pagi sampai pukul 12.00 siang.
Pengunjung sudah mulai ramai berdatangan, untuk para pegawai lama ada yang sudah tak asing lagi dengan Tania karena dulu sudah mengenal Tania waktu menjadi istri Aldo.
Sementara untuk pegawai baru , mereka tidak mengenal siapa Tania.
__ADS_1
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 09.30, namun Tania belum menjumpai sosok wajah yang dia tunggu. Siapa lagi kalau bukan Aldo.
Tania ingin menunjukkan kepada Aldo bahwa dirinya bisa mandiri dan sukses meski menjanda.
Tepat pukul 10.00 pagi, Aldo mulai menampakkan batang hidungnya. Senyum Tania terbuka lebar, namun ternyata Aldo tidak datang sendiri. Tangannya tengah menggandeng Kirani.
Bibir Tania yang mulanya menggambarkan senyum manis, kini berubah menjadi senyum sinis.
Rupanya Aldo sengaja mengajak Kirani datang ke acara tersebut. Dia mempunyai rencana itu sejak dia mendapat undangan peresmian itu kemaren.
"Silahkan masuk, selamat datang kalian di restoran baru ku...ayo cicipi menu makanan yang tersedia, semuanya gratis", kata Tania menyambut pasangan suami istri tersebut.
"Oke ,,terima kasih atas sambutannya, dan selamat ya atas pembukaan restoran ini, semoga lancar usahanya", kata Kirani menjawab sambutan dari Tania. Sementara Aldo hanya tersenyum dan selalu membuang pandangannya dari wajah Tania.
"Iya terima kasih", jawab Tania dengan senyum basa basi.
Meski waktu itu dia sedikit geram dengan sikap Aldo yang acuh dan tidak menganggapnya, tapi sebisa mungkin Tania menahan amarahnya.
__ADS_1
Dia tidak ingin image nya buruk di mata pelanggan yang baru saja datang ke lapaknya.
Kirani dan Aldo melihat lihat menu makanan yang ada. Dan setelah cocok dengan menu yang di tuju, mereka lekas mengambil piring dan menyantapnya.
Tak pandang tempat, saat mulai menikmati makanan yang di ambil, Kirani bahkan menyuapi Aldo di depan orang banyak. Dan Kirani memang berniat mengambil makanan hanya satu porsi biar bisa di santap sepiring berdua.
"Ehemmmm.... Menu makanan yang kami sediakan stoknya masih banyak, jadi kalian nggak perlu ambil satu porsi untuk berdua", Tania tiba tiba menghampiri pasangan tersebut.
"Oh maaf, kami memang terbiasa makan sepiring berdua... Lagian kami masih kenyang, jadi sayang nanti kalau makanannya nggak habis terus di buang", jawab Kirani dengan santai.
"Oh gitu.. terserah kalian saja", jawab Tania sambil berlalu meninggalkan mereka berdua.
"Apa dia marah melihat sikap kita?", tanya Kirani kepada suaminya.
"Entahlah, biarkan saja. Toh dia yang mengundang kita ke sini", jawab Aldo.
"Bukan kita, tapi kamu. Hanya kamu sebenarnya yang dia undang, bukan termasuk aku", Kirani berkata sambil melahap makanannya.
__ADS_1