Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Memulai rutinitas


__ADS_3

Hari ini adalah jadwal kontrol Dokter spesialis orthopedi untuk Mami Aldo, dan kali ini Aldo tidak bisa menemani beliau karena sudah terlalu lama Aldo absen dari kerja nya.


Sejak tadi pagi Aldo dan Kirani sudah berangkat kerja, sementara Mami Aldo di temani asisten serta para penjaga untuk ke Rumah Sakit.


Dokter mulai memeriksa kaki Mami Aldo pasca operasi, dan hasil nya sudah sempurna. Memang obat yang di berikan oleh Dokter untuk Mami Aldo bukan obat abal abal, bahkan salah satu resep nya di datangkan dari luar negeri. Sehingga dalam waktu 14 hari sudah pulih total.


Perban mulai di lepas dan Mami Aldo di latih untuk berjalan perlahan.


"Mungkin butuh waktu dua atau tiga hari lagi kaki nyonya sudah bisa untuk berjalan dan beraktifitas dengan maksimal", kata Dokter spesialis orthopedi.


" Iya Dok, apa perlu di bantu melakukan terapy Dok? ", tanya Mami Aldo.


" Tidak perlu. Nyonya akan saya beri suplemen penguat tulang serta mengkonsumsi susu yang nanti akan saya cantumkan di daftar resep obat. Dan yang paling penting makan teratur, istirahat cukup, kontrol stress dan berlatih untuk berjalan pelan pelan", Dokter kembali memberi penjelasan.


Empat puluh lima menit berada di ruang pemeriksaan akhir nya Mami Aldo pulang bersama para asisten dan penjaga.


Meski masih berada di kursi roda, tapi perban di kaki sudah di lepas dan luka pasca operasi sudah pulih.


Kini Mami Aldo tinggal berlatih untuk berjalan sendiri, dan tentu nya juga berlatih untuk hidup sendiri tanpa suami.


Sementara yang sedang berada di tengah tumpukan berkas kini telah di sibukkan dengan banyaknya pekerjaan yang sudah tertunda beberapa waktu lalu. Karena selama satu pekan lebih Aldo tidak masuk kerja.


"Sayang, mungkin hari ini kita harus lembur dan pulang nya agak malam. Kamu nggak apa apa kan? ", tanya Aldo yang menghampiri tempat kerja Kirani.


Sama halnya seperti dulu waktu bekerja di kantor jasa pengiriman barang, kini di Hotel milik Aldo pun mereka juga menjadi rekan kerja. Yakni sebagai Direktur dan asisten pribadi.


(Wa..hh ini mah ada udang di balik batu saat neng Kirani di pilih jadi asisten pribadi😁😁)


"Iya nggak apa apa, tapi Mami gimana? kasian kalau sampai malam nggak ada yang nemenin", jawab Kirani yang malah lebih mencemaskan keadaan Mami Aldo.

__ADS_1


" Nanti biar aku suruh asisten dan penjaga untuk menjaga Mami selama kita belum pulang", kata Aldo sambil menyingkap rambut Kirani ke belakang telinga.


Kirani hanya menganggukkan kepala dan menurut apa kata Aldo.


Setelah beberapa menit ngobrol akhirnya mereka kembali ke pekerjaan masing masing.


Waktu menunjukkan pukul 19.00 malam dan sebentar lagi mereka pulang. Kirani terlihat sudah membereskan tempat kerja nya, begitupun Aldo.


Tepat pukul 19.30 mereka keluar ruangan dan lekas pulang. Seorang supir membukakan pintu mobil dan mereka berdua masuk ke dalam mobil.


Terdengar suara deru mobil di halaman rumah, Mami Aldo berniat memberi kejutan untuk putranya dengan berdiri di depan pintu, karena selama dua minggu ini Mami Aldo hanya berada di atas kursi roda.


Dan benar adanya ternyata Aldo sangat terkejut saat membuka pintu,


"Maaa.. miii.. ini beneran Mami? Mami sudah sembuh? ", dengan perasaan sedikit tak percaya sekaligus bahagia Aldo langsung memeluk Mami nya.


" Iya sayang, Mami sudah sembuh tapi masih perlu banyak berlatih untuk berjalan dan beraktifitas lainnya", jawab Mami Aldo.


" Nggak perlu nak, kamu urus saja urusan Hotel. Mami sudah memesan perawat yang akan membantu Mami berlatih. Sekarang semua ada di tangan kamu nak, Papi sudah nggak ada. Kamu harus bisa mengelola semua nya", kata Mami Aldo kepada putranya.


"Iya Mi, Aldo akan bekerja keras mengelola usaha almarhum Papi", jawab Aldo.


" Mami sudah makan?", Kirani mulai ikut angkat bicara.


"Sudah, Mami tadi makan sebelum minum obat. Sekarang kalian masuk lah, segera mandi dan lekas makan malam. Kalian pasti sangat lelah", ucap Mami Aldo sambil mulai berjalan dengan di dampingi seorang asisten di sebelah nya.


Aldo yang melihat hal itu langsung menggantikan peran asisten dan langsung menuntun Maminya berjalan menuju kamar. Kirani pun ikut berjalan di belakang mereka.


Setelah melihat Maminya yang sudah berbaring dan mulai memejamkan mata, Aldo dan Kirani pun keluar dari kamar beliau. Mereka bergegas mandi dan makan malam.

__ADS_1


Malam telah berlalu, dan pagi sudah menyapa. Sarapan pagi membuat mereka berkumpul di atas meja makan, kali ini suasana sudah lebih baik pasca meninggalnya Papi Aldo.


"Hari ini kamu lembur lagi nak? ", tanya Mami Aldo kepada putra nya.


" Kurang tau Mi, kemungkinan iya. Tapi semoga aja pekerjaan selesai lebih awal", Aldo menjawab pertanyaan Mami nya.


"Gimana rencana kamu Aldo? mengenai pesan terakhir yang almarhum Papi sampaikan", Aldo berhenti sejenak untuk mengunyah makanannya saat mendengar pertanyaan Maminya. Begitu pun dengan Kirani.


" Aldo terserah Mami saja, kapan Mami siap", Aldo terlihat memasrahkan semua kepada Maminya.


"Mami sudah mulai tegar dan mampu berdiri. Mami juga harus memikirkan masa depan kamu. Mami nggak mau lama lama terpuruk dalam kesedihan, almarhum Papi kamu pasti juga akan sedih melihat Mami dari alam sana kalau Mami terus terpuruk", kata Mami Aldo yang sudah bisa menerima kepergian suaminya.


" Iya Mi, kita harus bisa membuat Papi bahagia di alam sana. Kita harus bangkit dari keterpurukan ini dan menjalani rutinitas seperti biasa. Mami juga harus menjaga kesehatan", Aldo memberi semangat kepada Maminya. Sementara Kirani hanya ikut menganggukkan kepala, pertanda menyetujui apa yang mereka perbincangkan.


"Gimana kalau setelah empat puluh hari meninggal nya Papi kita segera melamar nak Kirani? ", kata Mami Aldo yang membuat Aldo dan Kirani saling menatap.


" Aldo setuju, semakin cepat semakin baik", jawab Aldo dengan penuh semangat.


"Nak Kirani gimana, sudah bersediakah menerima lamaran kami? ", tanya Mami Aldo kepada Kirani.


" Kirani terserah Mami saja yang ngatur, nanti kalau tanggal nya sudah pasti biar Kirani kasih kabar ke Mama dan Papa di rumah", jawab Kirani dengan perasaan deg degan.


Obrolan mereka berlangsung sampai pukul 07.30 pagi setelah itu mereka beranjak ke aktifitas masing masing.


Mami Aldo di temani seorang perawat mulai berlatih berjalan, sementara Kirani dan Aldo berangkat kerja dengan di antar seorang supir pribadi.


Rutinitas mereka sudah kembali berjalan normal, bahkan mereka sudah menyiapkan tanggal untuk acara lamaran ke rumah Kirani.


-------

__ADS_1


(like πŸ‘πŸ‘ and fav ❀❀ nya di tunggu yaaπŸ˜‡πŸ˜‡))


__ADS_2