
Kirani sudah mulai terbiasa dengan kehidupan baru nya. Bahkan tak terasa sudah satu bulan Kirani tinggal di rumah Aldo sekalian bekerja di Hotel milik keluarga Aldo.
Hari ini adalah tanggal gajian, semua gaji sudah di transfer ke rekening masing masing pegawai. Tak terkecuali Kirani.
Sepanjang hidup nya ini lah gaji terbesar yang pernah dia terima. Rasa syukur membuat hati nya terharu bahkan ingin meneteskan air mata ketika menyadari jumlah saldo tabungan yang dia punya dari gaji bulan ini di tambah dengan pemberian Aldo waktu pertama kali dia di beri buku tabungan.
Kata Aldo waktu itu uang nya buat keperluan Kirani, tapi nyata nya semua kebutuhan nya sudah di cukupi bahkan tempat tinggal dan makan gratis selama di rumah nya.
Terlintas dalam benak Kirani untuk menelfon Mama nya untuk berbagi kebahagiaan yang dia terima, hingga dia lekas mengambil ponsel nya.
"Haloo Mama? ", sapa Kirani dengan sangat ceria.
" Haloo sayang, kamu kok lama nggak nelfon Mama? kamu sehat kan? ", tanya Mama Kirani yang begitu khawatir dengan keadaan putri nya.
" Aku baik baik aja Maa, aku malah lagi bahagia banget. Hari ini aku gajian Maa, dan Mama tau nggak? gaji ku cukup besar, aku seneng deh.. besok aku transfer ke Mama ya buat tambahan belanja di rumah", Kirani berkata dengan sangat bersemangat.
"Syukur lah sayang, kamu nggak perlu transfer. Uang nya kamu tabung aja. Terus gimana selama kamu tinggal di rumah Aldo, kamu nyaman? ", Mama Kirani menanyakan tentang sikap keluarga Aldo.
" Mereka semua baik Ma sama aku, aku mau kasih uang buat biaya tinggal sama makan tapi mereka menolak. Kata Papi Aldo kapan kapan mau main ke rumah", kata Kirani yang masih sangat girang.
"Syukur lah Kirani, semoga kamu berjodoh dengan nak Aldo. Silahkan saja kalau mau main ke rumah, tapi kamu kabari dulu biar Mama bisa beres beres rumah dan menyiapkan makanan", Mama Kirani juga terlihat begitu cocok dengan Aldo.
" Iya Ma, doakan saja yang terbaik untuk Kirani. Mama sama Papa juga jaga kesehatan ya.. ", Kirani hendak mengakhiri panggilan nya.
" Iya sayang. Kamu baik baik juga ya di sana",
ucapan Mama Kirani yang mengakhiri panggilan nya.
Tok.. tok.. tok...
Terdengar suara ketukan pintu, dan Kirani lekas menghampiri nya. Terlihat ada Bi Ningsih di balik pintu. "Ada apa Bi? ", tanya Kirani.
__ADS_1
"Non Kirani di panggil Tuan sama Nyonya di bawah non", Bi Ningsih menyampaikan perintah Tuan dan Nyonya nya.
" Baik Bi, Kirani segera turun", Kirani menutup pintu kamar dan turun bersama Bi Ningsih.
Di lantai bawah nampak Mami dan Papi Aldo sudah berdandan rapi, dan Kirani segera menyapa nya.
"Ada apa Om Tante? ", Kirani bertanya dengan sangat sopan.
" Om sama Tante mau ngajak kamu ke acara keluarga, sekalian kita kenalin ke saudara yang lain", Mami Aldo menjelaskan kepada Kirani.
"Oh, baik Tante kalau gitu Kirani ke atas dulu buat ganti baju", Kirani kembali ke kamar nya dan segera bersiap siap.
Kirani memilih beberapa gaun yang kemaren baru dia beli bersama Aldo, kemudian memakai nya dan lekas beranjak ke meja rias. Dia memakai make up tipis dengan rambut terurai panjang dan hitam.
Bersamaan dengan itu Aldo juga sudah siap dengan penampilan nya. Kedua insan ini benar benar pasangan yang serasi.
Mereka berempat bersiap untuk menaiki mobil dan menuju rumah kerabat Aldo. Empat puluh lima menit perjalanan mereka telah sampai . Semua turun dan lekas masuk untuk menyapa keluarga yang sudah datang duluan dan sekaligus memperkenalkan Kirani kepada keluarga besar Aldo.
Kebetulan arah jalan pulang yang mereka ambil tersebut melewati Taman dimana dulu Kirani dan Aldo sering berdua sekaligus sebagai tempat mereka jadian. Dan hal itu membuat Aldo tiba tiba ingin mengajak Kirani ke taman tersebut.
"Pi..di depan berhenti ya", Aldo bicara kepada Papi nya.
" Mau apa Aldo? ", tanya Papinya.
" Aku mau turun di depan sama Kirani, nanti biar aku di jemput sopir atau pesan taxy online aja pulang nya", Aldo menjelaskan kepada Papi nya. Sementara Kirani dan Mami Aldo lumayan masih kebingungan dengan keinginan Aldo yang ingin mengajak Kirani turun di depan. Tapi mereka menuruti saja kemauan Aldo.
"Baik lah, nanti Papi suruh sopir lagi buat jemput kalian", Papi Aldo juga menuruti kemauan Aldo.
" Makasih Pi... Pak di depan berhenti ya", Aldo bicara kepada Papi nya kemudian lanjut menyuruh pak sopir untuk berhenti.
"Baik Tuan", Pak sopir mulai menepikan mobil nya.
__ADS_1
Setelah mobil menepi, Aldo pun turun dan mengajak Kirani untuk turun juga dari mobil. Sementara mobil tersebut lekas melaju kembali untuk meneruskan perjalanan, dan kini tinggal Aldo bersama Kirani di pinggir jalan. Hari sudah gelap membuat Kirani tak begitu mengenali lokasi Taman tersebut, di tambah lagi mereka melintas dari arah berbeda yang belum pernah di lewati oleh Kirani.
"Kita mau apa disini sayang? ", tanya Kirani kepada Aldo.
" Kamu benar benar lupa sama tempat ini? ", Aldo menyuruh Kirani untuk mengingat nya, namun Kirani tetap sulit mengenali.
" Kalau begitu ayo ikut aku", Aldo melangkah sambil menggandeng tangan Kirani.
Sesampai nya di dalam Taman Kirani baru bisa mengingat nya, "Oo.. h ini kan Taman yang deket sama tempat kerja kita yang dulu? ".
" Iya bener sayang, aku sengaja mengajak kamu ke sini karena aku ingin mengenang saat pertama dulu kita jalan dan jadian. Malam ini suasana langit sangat cerah dan banyak bintang bertaburan. Aku ingin melewati malam ini di sini bersama mu", Aldo berkata sambil memandang wajah Kirani.
Kirani tersenyum dan mengangguk kan kepala lalu mengikuti saja kemana Aldo melangkah. Hingga mereka tiba di kursi bawah pohon tempat mereka jadian.
Kedua tangan Aldo memegang wajah Kirani sambil berkata, "Kamu cantik sekali malam ini sayang, semoga kita tidak akan pernah terpisahkan", ciuman pun langsung menuju ke bibir Kirani tanpa bisa ia menolak nya.
Cahaya lampu yang sedikit remang di tempat mereka duduk membuat suasana semakin mendukung untuk meneruskan adegan tersebut hingga berulang ulang.
Hingga adegan mereka berhenti karena terdengar bunyi ponsel di saku Aldo.
Tertulis nama seorang penjaga di rumah nya yang sedang menelfon, dan Aldo sempat berfikir mungkin penjaga tersebut di suruh Papi nya untuk menjemput mereka berdua.
Namun berbeda dengan yang Aldo pikir kan, justru setelah menerima telfon tersebut Aldo nampak begitu syok dan lemas. Hal itu membuat Kirani ingin tau apa yang telah terjadi.
"Ada apa sayang, apa yang terjadi? ", Kirani bertanya dengan panik.
" Pa... papi sama Mami kecelakaan", Aldo berkata dengan wajah yang pucat.
Kirani pun juga sangat syok mendengar nya.
----------
__ADS_1