Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Mulai terbiasa


__ADS_3

Lewat pukul 21.00 mereka kembali ke kost, malam ini malam minggu.Ibu kost memberi peraturan berbeda untuk malam minggu, yakni boleh menerima tamu sampai pukul 22.00 malam. Tapi untuk hari biasa hanya boleh bertamu sampai pukul 21.00 saja.


Aldo berpamitan kepada Kirani sambil mengulangi lagi perkataan nya tadi, "Ku harap kamu benar benar bisa mengerti maksud ucapan ku tadi.Aku bukan ingin menjauhi mu, aku hanya ingin menenangkan pikiran ku terlebih dahulu. Aku nggak ingin membuat mu tak nyaman bersama ku jika pikiran ku masih belum tenang".


Kirani mengangguk sambil tersenyum, " Aku mengerti, aku juga akan menunggu mu menemuiku. Semoga kamu tidak akan terlalu lama larut dalam kesedihan mu".


"Sekali lagi terima kasih sayang, I Love you", Aldo memeluk Kirani dan kemudian beranjak untuk pulang.


Setelah Aldo pulang Kirani segera menutup pintu dan kembali meledakan sesak di dada nya yang dari tadi sudah dia tahan. Kirani menangis sesenggukan sendiri, ia luapkan semua agar merasa lebih lega. Sampai tangis nya tersebut berhenti setelah dia perlahan memejamkan mata dan terlelap.


Sama hal nya dengan Aldo yang berada di tempat yang berbeda, dia pun juga masih belum bisa beradaptasi dengan jarak nya dengan Tania yang berada di Rumah Sakit Jiwa.


Pagi sudah menyapa, Kirani masih tertidur dengan wajah nya yang sembap. Karena entah sampai jam berapa tadi malam dia menangis. Hari ini dia tidak bekerja karena hari ini adalah hari minggu.


Sementara Aldo yang di sana sudah terbangun, dia juga tidur sangat larut tapi mata nya tak lama terpejam. Sebelum matahari terbit Aldo sudah terbangun, di hari libur nya ini dia ingin melakukan hal yang lebih positif untuk diri nya. Dia nggak mau lama lama terpuruk dengan keadaan nya. Dia harus bangkit.


Aldo berniat untuk membereskan barang barang Tania, dia simpan di dalam suatu almari yang isi nya hanya berisi barang barang Tania. Dia berharap setelah ini dia menjadi lebih terbiasa dengan kehidupan baru nya yang hidup berjauhan dengan Tania.


Aldo terlalu sibuk dengan kegiatan nya hari ini,hingga tak terasa waktu sudah menunjuk kan pukul 11.00 siang. Dia mencoba merubah tatanan perabot yang ada di dalam rumah. Tentunya itu untuk membuat suasana baru di dalam rumah nya.


Tapi waktu justru berjalan sangat lama di tempat Kirani. Karena tidak aktifitas yang dia kerjakan selain hanya merebahkan diri di kasur. Hal itu malah membuat hati nya selalu di rundung kabut kegalauan.


Kemaren di depan Aldo dia bisa meng "iya" kan ucapan Aldo sambil tersenyum karena dia tidak ingin membuat Aldo semakin bersedih. Padahal dalam hati Kirani ingin mengucapkan kata "Tidak".Kirani tidak ingin jauh dari Aldo.


Hari semakin sore, Kirani benar benar merasa lelah karena seharian dia hanya tidur tidur an. Dia memutuskan untuk pergi ke taman. Dia ingin menghirup udara segar.


Siapa sangka Aldo pun juga punya niat yang sama, tanpa berjanjian mereka sama sama akan pergi ke taman.

__ADS_1


Sampai tiba nya di taman mereka belum saling bertemu. Aldo yang lebih dulu datang dan duduk di kursi dimana dia dulu jadian dengan Kirani. Sementara itu Kirani tak datang sendiri, dia datang bersama teman kost nya yang tinggal di sebelah kamar nya.


Hingga saat Aldo hendak beranjak pulang baru lah kedua nya bertemu.


"Kirani"


"Aldo"


"Kamu ngapain di sini Al? sama siapa? "


"Aku sendiri, aku hanya ingin mencari udara segar"


"Sama dong, aku juga mau menghirup udara segar, dari pagi aku cuma rebahan aja jadi nya malah capek, bosan. Kenalin, ini teman kost sebelah kamar ku nama nya selvy".


" Hai aku selvy"


"Oke aku mau pulang duluan, kalian lanjutin ya. Tapi jangan pulang terlalu malam"


Aldo berpamitan, Kirani hanya bisa tersenyum tipis. Dia kira Aldo sudah lebih baik, ternyata Aldo belum bisa menemui nya lama lama. Aldo masih nyaman dengan kamar nostalgia nya bersama Tania.


Padahal di rumah Aldo sekarang sudah tidak ada jejak Tania, semua tatanan berubah. Bahkan Aldo berniat mengecat ulang rumah nya agar benar benar terlihat suasana baru di rumah nya.


Aldo pun pernah terlintas untuk mengajak Kirani tinggal saja serumah dengan nya, toh di rumah tersebut ada dua kamar tidur. Tapi Aldo mengurungkan niat nya, dia belum berani memberikan tawaran itu kepada Kirani.


Keesokan hari nya Aldo bersiap untuk berangkat kerja, dia terlihat lebih fresh hari ini. Tapi tidak untuk Kirani, dia malah tampak agak malas malasan. Kirani kurang bersemangat. Dia tahu sesampai nya di tempat kerja dia akan di hadapkan pada wajah Aldo yang sedikit acuh.


Pagi itu masih tetap sama seperti beberapa hari yang lalu, tidak ada kehadiran Aldo yang datang menjemput nya.

__ADS_1


Sesampai nya di kantor, benar saja memang Aldo hanya menyapa Kirani seperlu nya saja, "Pagi Kirani, semangat ya kerja nya".


Kirani hanya tersenyum kecil, dalam hati nya sebenar nya merasa kesal tapi dia tidak mau menunjukkan nya kepada Aldo.


Padahal sikap Aldo yang sedikit menjauh itu demi menjaga perasaan Kirani. Aldo tidak mau Kirani tersinggung atau bahkan sakit hati bila terlalu sering melihat Aldo yang masih terus memikir kan Tania.


Yaaah walaupun itu tidak salah karena memang Tania adalah istri Aldo, tapi keadaan yang terjadi berbeda karena Tania sedang dalam gangguan jiwa.


Waktu istirahat pun tiba, seperti biasa Kirani hendak mencari makan siang. Saat itu dia sedikit keluar terlambat, berharap Aldo mengajak nya untuk makan siang bersama. Tapi sepuluh menit lama nya menunggu Aldo tak kunjung mengajak nya. Aldo masih melanjutkan pekerjaan nya,dan seperti nya Aldo tidak akan keluar mencari makan. Mungkin dia masih belum berselera makan sejak kemaren.


"Kenapa kamu tidak makan siang? ", tanya Aldo.


" Kamu sendiri juga belum keluar, kenapa menyuruh ku makan? "Kirani membalik kan pertanyaan.


Aldo tersenyum, sebenar nya dia tahu kalau Kirani menunggu nya. Hanya saja Kirani malu untuk mengatakan nya.


" Kamu makan lah saja sana, nanti kamu sakit. Aku masih kenyang, lagian ini ada sepotong roti di dalam tas ku. Nanti kalau lapar bisa aku makan", Aldo kembali menyuruh Kirani untuk segera makan siang.


Tanpa menjawab perkataan Aldo, Kirani langsung keluar. Aldo pun bisa membaca sikap Kirani yang seperti nya terlihat sangat kesal.


Di dalam tempat kerja nya sebenar nya Aldo hanya berlaga sok sibuk mengerjakan tugas nya, padahal tugas nya tak sesibuk itu. Perut nya pun juga sangat lapar, dan bahkan sebenar nya tidak ada potongan roti di dalam tas nya.


Aldo berbohong kepada Kirani karena tak bisa mencari alasan untuk tak mengajak nya makan siang, terlalu tak tega jika tiba tiba Aldo keluar sendiri tanpa mengajak Kirani. Padahal jelas jelas dari tadi Kirani menunggu nya.


Selama waktu istirahat Aldo meyakin kan diri nya sendiri, dia sudah membuat keputusan untuk hidup nya. Seperti nya setelah ini Aldo akan mengakhiri masa sendiri nya yang dia minta kemaren kepada Kirani. Dia merasa begitu egois dengan sikap nya tersebut.


Kini Aldo sudah mulai terbiasa hidup tanpa Tania, dan mencoba menerima sepenuh nya kehadiran Kirani dalam hari hari nya.

__ADS_1


__ADS_2