Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Niat Buruk


__ADS_3

Perlahan Kirani mencoba bangun dan dalam benaknya dia sudah berencana untuk pamit pulang ke rumah orang tuanya.


Dia ingin persalinannya di lakukan di dekat keluarganya, karena dia yakin di rumah suaminya dia tidak akan mendapat ketenangan. Dan hal itu pasti sangat tidak baik untuk buah hatinya.


"Sayang, hati hati .. kamu istirahat saja.. jangan memaksa untuk bangun", Aldo berkata sambil menahan badan istrinya yang nekat untuk bangun.


Melihat hal itu Tania sudah tidak tahan lagi, dia pun langsung bertanya kepada Aldo tentang keadaan yang sebenarnya. Tapi bukannya Aldo yang menjawab, justru Mami yang menceritakan dengan panjang lebar sejak awal.


"Tidak... Tidak... Tidak mungkin suamiku menikah lagi", Tania menangis sambil berteriak dan hal itu sempat membuat Aldo panik setelah teringat pesan petugas kesehatan yang berpesan untuk menjaga kesehatan mental Tania agar tidak depresi kembali.


Aldo kemudian berusaha menenangkan Tania dengan mengelus pundaknya, namun Tania justru langsung menangis di pelukan Aldo.


"Kenapa kamu tega sama aku? Kenapa? Sekarang hidupku hancur tak berguna. Aku sudah tidak punya siapa siapa lagi, aku juga tidak punya tempat tinggal lagi. Semua keluarga ku sudah pindah ke luar pulau dan mereka sudah tidak mengurusi ku lagi selama aku gila. Sekarang kamu pasti juga akan membuang ku, akan mengusir ku. Lebih baik aku mati atau kembali gila selamanya", Tania berkata sambil menangis dengan memeluk erat tubuh Aldo.


Aldo tak berdaya mendengar semua itu, di satu sisi dia sangat tak tega melihat keadaan Tania. Namun di sisi lain dia juga memikirkan bagaimana perasaan Kirani yang tengah hamil besar jika harus berbagi dengan Tania?


Jika di suruh memilih sebenarnya buah hati dalam perut Kirani jauh lebih berharga, tapi dia juga bukan laki laki kejam yang tega begitu saja mencampakkan wanita yang pernah sangat di cintainya.


Sama halnya dengan Kirani, sebagai seorang wanita dia sangat mengerti apa yang sedang di rasakan Tania. Bahkan Kirani menyalahkan dirinya sendiri karena kehadirannya lah yang membuat Tania menjadi seperti ini. Kirani tidak akan menyalahkan suaminya jika mengajak Tania kembali tinggal di rumahnya. Karena Kirani tahu jika suaminya adalah laki laki yang bijak dan bertanggung jawab.


Tapi lain halnya dengan Mami yang sama sekali tidak peduli, bagi dirinya Tania lah yang membuat kehidupan putranya selalu penuh masalah dan bahkan Aldo pernah meninggalkan kedua orang tua nya demi Tania.

__ADS_1


"Kamu akan tetap tinggal di sini", kata kata Kirani yang tiba tiba membuat semua orang menoleh ke arah nya dan seketika itu Aldo langsung melepaskan pelukan Tania.


" Sayang apa yang kamu katakan? ", Aldo terlihat terkejut dengan ucapan istrinya.


"Iya nak, apa yang kamu katakan? ", Mami pun sama terkejutnya.


" Biarkan dia tinggal di sini, dan aku yang akan pulang ke rumah orang tuaku. Karena aku masih punya orang tua. Berbeda dengan dia yang sudah tidak punya siapa siapa", jawab Kirani sambil berderai air mata.


"Tidak.. kamu nggak boleh pergi dari sini", ? Mami langsung menahan Kirani.


" Iya sayang, sebentar lagi kamu akan melahirkan. Kamu nggak boleh kemana mana, kamu harus tetap di sini menjaga calon buah hati kita", kata Aldo sambil memeluk istrinya.


Sementara Tania yang melihat hal itu tidak membiarkannya begitu saja, dia hendak memeluk Aldo dari belakang dan ingin mengambil hati Aldo.


"Kak Tania, aku minta maaf karena aku telah hadir di antara kalian tapi aku sama sekali tidak pernah berniat untuk merebut suami orang.. " Kirani kembali menangis dan tak mampu melanjutkan kata katanya.


Aldo dan Mami langsung mendekat dan memeluk Kirani bersamaan, dan hal itu membuat hati Tania semakin geram karena semua berpihak kepada Kirani. Namun Tania masih menahan emosi, karena dia pikir kalau dia marah marah maka akan lebih cepat dia akan di usir.


Hingga akhirnya terlintas dalam pikiran Tania untuk berpura pura lemah dan merendahkan diri agar dia tetap di beri izin untuk tinggal di rumah Aldo. Tidak cukup sampai di situ, Tania perlahan akan membuat Kirani keluar dari rumah itu sehingga dia akan menjadi satu satunya istri Aldo. Sementara anak Kirani harus tetap bersama Aldo agar tak ada alasan lagi bagi Aldo untuk mencari Kirani jika mereka berpisah nanti.


Sedikit senyum terukir di bibir Tania setelah menyusun rapi rencananya, dan kini dia harus memulai menjalankan apa yang sudah dia rencanakan.

__ADS_1


"Tidak, aku yang salah. Aku minta maaf, sebaiknya kamu tetap tinggal disini karena kamu sedang mengandung anak suamimu.


Aku tidak minta lebih, jika di izinkan aku hanya ingin numpang tinggal di sini meski aku harus tidur di kamar pembantu dan melakukan pekerjaan rumah.


Aku rela melakukan semuanya asal aku boleh tinggal disini karena aku tidak punya tempat tinggal lagi. Aku juga tidak tahu harus bekerja apa di luar sana karena mana ada orang yang mau menerima seorang mantan pasien Rumah Sakit Jiwa seperti aku. Jadi biarlah aku bekerja jadi pembantu di sini asal aku boleh tinggal dan mendapat makan di rumah ini", Tania berkata dengan nada yang lemah dan kepala yang tertunduk.


Dan benar saja hal itu mampu meluluhkan hati Aldo dan juga Kirani,


"Sayang biarkan dia tinggal di sini sebagai anggota keluarga, bukan sebagai pembantu", Kirani berkata kepada suaminya yang membuat Tania tersenyum dalam hati.


"Baiklah sayang, tapi kamu jangan pernah berpikir untuk pergi dari rumah ini. Karena jika kamu ingin pulang ke rumah orang tuamu, aku juga akan ikut bersamamu", kata Aldo yang terlihat serius menatap mata istrinya.


Sementara Kirani hanya mengangguk. Karena jika sampai Aldo ikut bersama pulang ke rumah orang tuanya , lalu siapa yang menjaga Mami di sini? pasti Mami akan kesepian dan sedih.


Aldo kemudian ganti menatap Tania, Tania pun kegirangan karena dia merasa Aldo sudah dia luluhkan.


Aldo berjongkok di depan Tania yang tengah duduk di sofa lalu berkata, "Aku minta maaf, sekali lagi minta maaf. Tapi ku mohon jangan pernah membenci Kirani dan menganggapnya telah merebut diriku dari dirimu, jika kamu ingin marah .. marah saja padaku.. jika kamu ingin membenci.. benci sajalah diriku.. karena semua ini terjadi atas keputusanku dan atas permintaan terakhir almarhum Papi,


Aku akan menerima mu di sini sebagai anggota keluarga ku, tapi aku minta maaf untuk menjadi sepasang suami istri lagi kita harus mengulang dengan melakukan ijab qobul pernikahan. Namun sayang saat ini aku tidak siap untuk mempunyai dua orang istri, kecuali jika suatu saat Kirani dengan ikhlas hati menerimamu sebagai istri kedua ku maka aku akan menikahi mu", Tania langsung melongo mendengar ucapan Aldo.


Sepertinya Tania harus memikirkan cara baru untuk menyingkirkan Kirani dari hidup Aldo.

__ADS_1


------


kasih dukungan terus ya guys😇🙏


__ADS_2