Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Teman baru


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 siang, Tania telah menutup acara makan gratis di restorannya.


Sejak saat itu restoran Tania sudah mulai ramai pengunjung berdatangan. Selain karena menunya yang lengkap dan enak, di tambah lagi memang lokasinya strategis.


Tak tanggung tanggung, Tania mendatangkan chef profesional untuk mengolah makanan di restorannya. Meski bangunannya kecil, tapi menunya istimewa. Dari yang harga terjangkau hingga harga selangit. Di tujukan untuk kalangan menengah juga untuk kalangan atas semua tersedia.


Mengingat modal yang di berikan ayah Tania juga tidaklah sedikit, membuat dia leluasa membangun usahanya.


Sekarang Tania punya kesibukan baru mengelola restoran, sehingga Davina lebih sering di asuh Bi Nilam sementara David kadang di rumah bersama Davina, kadang ikut Tania ke restoran, dan kadang juga main ke tempat Kirani.


Seperti halnya hari itu, David ingin main dengan ketiga baby R. Tania menelpon Aldo dan memberi tahu bahwa David ingin main.


Tania tidak pernah menghubungi Kirani, dia selalu beralasan jika Aldo lebih dekat dengan dia dari pada Kirani karena hotel dan restorannya berjejer. Namun tidak seperti itu yang di rasakan Kirani yang sudah paham betul sepak terjang Tania.


Aldo menyuruh supir untuk menjemput David dan mengantar pulang ke rumah.


David kini sudah berada dalam satu mobil dengan pak supir dan siap menuju rumah Kirani. Sesampainya di rumah , David bertemu ketiga baby R dan langsung bermain bersama. Kadang Davina juga ikut dengan di temani bi Nilam.


Sikap lembut Kirani membuat David dan Davina betah bermain di rumahnya.

__ADS_1


 


Hari itu restoran Tania ramai pengunjung, dan di salah satu meja terlihat ada seseorang yang duduk sambil melihat ponsel tanpa memesan makanan.


Seorang pelayan datang menghampiri laki laki tersebut, dan justru mendapat tanggapan tidak baik.


"Aku tidak mau makan atau minum, aku hanya ingin duduk tapi akan aku bayar sesuai harga makanan termahal di restoran ini",laki laki itu berkata dengan nada yang sedikit tinggi.


"Tapi tuan....", jawab pelayan tersebut .


"Apa kamu tidak paham bahasa ku?", laki laki tersebut malah membentak.


"Maaf ini ada apa ya?", tanya Tania.


"Ini Bu Tania, beliau...", jawaban pelayan tersebut terputus dengan ucapan laki laki itu.


"Aku tidak mau pesan makanan dan minuman dimm tapi aku akan bayar sesuai harga satu porsi makanan termahal di sini. Namun sayang, pelayan ini tidak paham dengan bahasa ku...ckkk..." , laki laki itu mengumpat.


Melihat sikap arogan dan kasar dari pengunjungnya, Tania mengambil siasat untuk menghadapinya.

__ADS_1


"Baik baik Tuan, kami minta maaf. Silahkan Tuan duduk di sini, dan kamu pergilah ke belakang menyelesaikan tugas yang lain" Tania berkata kepada pengunjung dan juga pelayan itu.


Setelah pelayan tersebut kembali ke belakang, kini tinggal Tania dan laki laki itu.


"Kamu pemilik restoran ini?" , tanya laki laki tersebut.


"Iya betul", jawab Tania sambil tersenyum, walaupun hatinya kesal melihat kelakuan laki laki itu.


"Nama kamu Tania, aku Dion", laki laki tersebut mengulurkan tangan kepada Tania.


Dengan sedikit ragu Tania menerima uluran tangan Dion, dan kemudian saling berjabat tangan.


"Dari mana anda tahu nama saya?", tanya Tania.


"Bukankah pelayan tadi menyebutkan namamu?" ,jawab Dion tanpa melepas jabatan tangannya.


"Ii...iiya betul saya lupa", Tania menjawab dengan gugup karena dia berusaha melepaskan genggaman tangan Dion namun justru semakin erat.


"Mulai saat ini kita berteman, karena aku akan sering datang ke sini", kata Dion sambil melepaskan tangannya yang dari tadi menggenggam tangan Tania.

__ADS_1


Tania tersenyum kecil sambil menunduk karena kurang nyaman dengan sikap Dion.


__ADS_2