
"Cantik sekali, kamu teman Aldo atau..? ", Mami nya Aldo mencoba mengawali percakapan.
Belum sempat melanjut kan ucapan nya, Aldo sudah menyela, " Iih mami nih, ada tamu kok nggak di suruh duduk malah di tanya macam macam".
Mereka berempat saling tertawa mendengar ucapan Aldo.
"Oh iya iya maaf, ayo kita makan malam bersama", Mami Aldo mengajak Aldo dan Kirani makan bersama.
Di meja makan sudah tersaji berbagai macam menu makanan, dan mereka menduduki tempat duduk masing masing.
" Ayo di makan, nggak usah malu malu.. anggap saja rumah sendiri", Mami Aldo mencoba untuk lebih akrab dengan Kirani.
"Iya tante, terima kasih", jawab Kirani yang masih nampak begitu gugup.
Melihat Kirani yang amat gugup, Aldo malah menggoda nya. Dengan suara sedikit lirih Aldo membisik kan kepada Kirani, " Makanan nya ini semua nggak gratis loh, aku di sini kasir nya. Jadi ntar kamu mbayar nya sama aku. Sekalian nanti aku mau bales cubitan cubitan yang tadi pagi".
Mendengar ucapan Aldo Kirani mengulur kan tangan nya ke pinggang Aldo lalu kembali mencubit nya, dan hal itu membuat orang tua Aldo hanya tersenyum senyum. Mereka sangat bahagia melihat putra nya kembali, bahkan sudah bangkit dari keterpurukan nya.
"Kalau kamu menggodai nak Kirani terus, kapan nak Kirani akan mulai makan nya Aldo? ", Mami Aldo menegur Aldo yang terus menggoda Kirani. Pipi Kirani nampak merah menahan malu.
Tiga puluh menit berlalu dan mereka telah selesai menyelesaikan makan malam.
" Ayo kita lanjut kan bincang bincang kita di ruang tengah", Papi Aldo mengajak mereka semua ke ruang tengah.
Sambil berjalan menuju ruang tengah tangan Aldo menggandeng tangan Kirani, mereka berjalan di belakang Papi dan Mami Aldo.
Kirani sempat canggung, tapi lama lama terbiasa.
__ADS_1
Mereka duduk di sofa ruang tengah dan melanjutkan obrolan hangat mereka.
"Kamu tinggal di mana nak Kirani? ", tanya Papi Aldo memulai obrolan.
" Saya bukan asli orang sini om, saya di sini bekerja di satu tempat kerja bersama dengan Aldo. Jadi saya di sini nge kost", jawab Kirani dengan perasaan gugup.
"Oh begitu ya, memang kamu sama Aldo kerja dimana? ", Mami Aldo menambahkan pertanyaan lagi agar semakin akrab.
" Kerja di kantor jasa pengiriman barang dalam dan luar negeri tante", Kirani masih tetap gugup untuk ke sekian kali nya.
Mami dan Papi Aldo saling pandang mendengar Aldo kerja di kantor jasa pengiriman barang, mereka merasa iba. Padahal kalau saja Aldo waktu itu tidak memilih pergi dengan Tania, kerjaan Aldo hanya tinggal duduk manis di kursi Direktur Hotel Bintang Lima milik Papi nya.
Aldo yang mengerti bahasa batin yang di rasakan orang tua nya langsung mencoba mengalihkan perhatian, "Tapi aku disana pegawai paling ganteng sendiri loh Pii.. Mii.. Nih bukti nya ada yang sampek jatuh cinta sama aku", kata Aldo sambil melirik ke arah Kirani. Dan langsung mendapat cubitan kecil lagi dari Kirani. Pipi Kirani memerah lagi, malam ini Aldo selalu menggodai nya bahkan Kirani merasa seperti baru mengenal kepribadian Aldo yang belum pernah dia tahu sebelum nya.
"Aldo kamu ini suka sekali menggoda nak Kirani", Mami Aldo lagi lagi menegur Aldo yang dari tadi usil terus sama Kirani.
" Iya pi, maaf kan Aldo. Setelah ini Aldo akan menurut saja apa kata Papi dan Mami. Tapi kalau boleh Aldo mau ngajak Kirani jadi bagian di Hotel kita" Aldo terlihat memelas meminta agar Kirani bisa bekerja di Hotel mereka.
Mata Aldo memelas, tapi berbeda dengan mata Kirani yang malah membulat dan bola mata nya seperti mau lepas karena terkejut dengan ucapan Aldo.
"Tentu saja boleh, kamu bisa menempat kan nak Kirani di posisi mana saja yang kamu ingin kan. Yang penting kamu tidak pernah pergi meninggalkan kami lagi", jawab Papi Aldo dengan begitu serius.
" Terima kasih Pi, aku mau jadikan Kirani sebagai asisten pribadi ku", jawab Aldo dengan senyum lebar ke arah orang tua nya lalu senyuman itu mendarat ke Kirani yang dari tadi masih di hujani kejutan dari obrolan mereka.
Lagi lagi sambil membisik kan kata kata lirih di telinga Kirani, Aldo kembali menggoda Kirani, "Aku sebener nya nggak mau nempatin kamu jadi asisten pribadi ku di Hotel Papi, tapi aku mau nya nempatin kamu jadi asisten pribadi ku di kamar".
Mendengar ucapan itu kali ini Kirani benar benar langsung mencubit pinggang Aldo dengan agak keras sampai Aldo merintih, " aaww".
__ADS_1
Orang tua Aldo menggeleng kan kepala melihat tingkah mereka berdua. "Jadi ingat masa muda dulu ya Mi, saat pertama kali Papi ngenalin Mami ke orang tua Papi", Papi Aldo malah ikutan menggoda Mami Aldo. " Iih Papi nih, bisa aja. Malu kan di lihat anak anak", Mami Aldo terlihat malu malu.
Begitu cepat waktu berlalu hingga jarum jam sudah menunjuk kan pukul 21.00 malam. Kirani terlihat gelisah, dan hal itu bisa terbaca oleh mata Aldo.
"Kamu kenapa sayang, kok gelisah gitu? ", tanya Aldo kepada Kirani.
" Udah pukul sembilan Aldo, nanti gimana kalau aku di tegur sama ibu kost kalau pulang kemalaman? ", wajah Kirani terlihat cemas.
" Kalau gitu dari pada kamu di tegur karena pulang kemalaman, mending pulang nya pagi aja sekalian", Aldo malah tak begitu menanggapi kecemasan Aldo.
Sementara Kirani makin membulatkan mata nya dan nampak semakin cemas.
Mendengar percakapan mereka Papi Aldo ikut angkat bicara, "Nak Kirani.. kalau nak Kirani berkenan nak Kirani boleh tinggal di sini. Di sini ada banyak kamar kosong. Dan nak Kirani nggak perlu kembali tinggal di kost. Toh nanti nak Kirani juga akan meninggalkan tempat kerja yang lama dan akan bekerja di Hotel Papi".
" Tuh dengerin Papi ngomong, kamu nggak perlu kembali ke kost lagi" Aldo buruan menyahuti ucapan papi nya sebelum Kirani sempat menjawab nya.
"Tapi,.. apa tidak merepotkan om tante? saya merasa tidak enak numpang tinggal dan di beri pekerjaan yang tinggi", jawab Kirani yang masih terlihat gelisah.
" Kenapa harus merasa tidak enak, kita kan nanti nya juga akan jadi keluarga. Iya kan Aldo? ", Mami Aldo ikut angkat bicara.
Aldo mendongakkan kepala ke arah Mami nya sambil berkata, " Iya Mi semoga aja ucapan Mami terkabul. Sekarang yang penting kita jalani aja dulu. Kita masih ingin menikmati masa masa seperti ini. Iya kan Kirani? ".
Kali ini kepala Kirani yang mendongak ke arah Aldo, dan hanya bisa mengucap satu kata, " Iya".
-------
(Like koment and favorit nya di tunggu ya sob😇😇😇🙏🙏)
__ADS_1