Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Pertanda buruk


__ADS_3

Hari pernikahan telah terlampir di kertas undangan. Tania dan Indra kini tengah di sibukkan dengan beberapa kegiatan untuk persiapan pernikahan mereka yang akan di selenggarakan dua minggu lagi.


Dari mulai mengatur catering, dekorasi ,dan gaun pengantin. Rencana pesta pernikahan nya akan di gelar di rumah Indra. Halaman rumah cukup luas untuk menampung sekitar 150 undangan.


Mereka sengaja hanya mengundang kerabat dan teman terdekat saja. Namun walau pernikahannya terbilang mendadak dan sederhana,mereka tetap ingin menjadikan hari itu spesial karena menjadi raja dan ratu sehari.


Di sore hari yang cerah mereka pergi mencari gaun pengantin yang cocok. Mereka memilih tema outdoor dalam pesta pernikahan mereka karena acara akan di gelar di halaman dengan di kelilingi hiasan bunga yang harum semerbak. Terkesan sangat menyatu dengan alam.


Setibanya di lokasi, Indra tertarik pada satu pasang gaun. Dia pun segera meminta pendapat calon istrinya.


"Sayang, apa kamu suka dengan gaun ini? Jika kamu setuju aku ingin kita memilih gaun yang ini saja", kata Indra kepada Tania.


"Emmmm...design gaunnya oke sih mas, tapi aku kurang suka warna nya. Coba deh mas kasih pilihan yang lain", Tania menjawab pertanyaan calon suaminya.


"Oke kita cari lagi yang lain", jawab Indra.


Tak berselang lama Indra menemukan lagi sepasang gaun yang dia rasa cocok untuk dia kenakan bersama Tania.


"Yang ini gimana sayang", lagi lagi Indra meminta pendapat calon istrinya.

__ADS_1


"Iya mas aku juga suka. Kita pilih yang ini saja", Tania menyetujui pilihan calon suaminya.


Indra segera memanggil penjaga butik untuk kemudian ingin mencoba gaun yang telah dia pilih tadi.


Penjaga toko mengeluarkan gaun pilihan Indra dari lemari kaca dan segera Tania mencoba memakai gaun tersebut.


"Gimana mas?", Tania meminta pendapat Indra sambil memutar mutar tubuhnya memperlihatkan gaun yang dia pakai.


"Very beautiful sayang", jawab Indra yang membuat Tania tersenyum malu.


Saat Tania mencoba melepas gaun tersebut, tiba tiba terjadi sesuatu yang mengagetkan.


Hal itu membuat mereka panik.


"Mas gaun nya sobek?", wajah Tania terlihat begitu panik.


"Kok bisa sih sayang? Mbak ini gimana ya gaunnya sobek? Padahal kita berniat mengambilnya", Indra segera memberi tahu penjaga butik.


"Oh gini aja Tuan, kita butuh waktu sekitar 3 hari untuk memperbaiki kerusakan ini. Jika gaun ini tetap di pilih nanti waktu pembayaran ada tambahan biaya perbaikan. Apa Tuan bersedia?", jawab penjaga butik.

__ADS_1


"Baik mbak, nanti akan saya tambah biaya perbaikan", Indra segera menyetujui apa yang di katakan penjaga butik.


Setelah di rasa masalah sudah teratasi mereka segera pulang.


Dalam perjalanan Tania masih memikirkan kejadian tersebut.


"Kamu kenapa sayang? masih kepikiran gaun yang tadi? kan sudah di perbaiki?", Indra mencoba mencari tau isi pikiran Tania.


"Iya mas, memang sudah di perbaiki. Tapi aku merasa ini adalah suatu pertanda buruk. Aku takut akan terjadi apa apa pada pernikahan kita", Tania nampak begitu gelisah.


Indra tersenyum mendengar ucapan Tania lalu berkata,


"Sayang semua pernikahan pasti akan ada konflik yang terjadi. Tapi yang paling penting bagaimana kita bersama sama menghadapi konflik tersebut. Seperti contohnya gaun tadi, meski sobek tapi kita punya jalan keluar untuk mengatasinya. Dan nanti gaun tersebut masih tetap bisa kita pakai. Iya kan?", Indra berusaha menenangkan hati istrinya.


Mendengar hal tersebut Tania kemudian tersenyum sambil menganggukkan kepala.


Indra mengelus puncak kepala Tania dengan tangan kirinya karena tangan kanannya masih tetap fokus menyetir.


(Hai hai semua, jangan lupa kasih dukungannya ya🀩🀩 like komen and favoritπŸ™πŸ™ serta ikuti terus episode episode selanjutnya 😊😊)

__ADS_1


__ADS_2