
Kirani keluar dari kamar dengan mata berkaca kaca, di depan pintu dia bertemu dengan bunda Tania yang hendak masuk ke kamar karena mencari Tania. Mereka tidak saling menyapa dan berlalu begitu saja.
"Tania? kamu kenapa nak? Ayo bangun nak kita istirahat di kamar, tapi kamu makan dulu lalu minum obat", kata bunda Tania sambil membantu putrinya berdiri.
"Hidupku sudah hancur bun, aku hancur... aku rapuh.. aku tidak bisa pulih lagi", Tania berkata sambil tetap menangis.
"Sudah nak, sudah... bunda selalu di sisimu. Besok selepas tujuh hari suamimu, kamu ikut ayah bunda ke luar negeri", bunda Tania berusaha menenangkan hati putrinya. Tania menganggukkan kepala dan menurut apa kata bundanya untuk segera makan dan minum obat.
Aldo di lalui begitu saja tanpa di sapa dan di tanya. Namun dia tetap berada di kamar tersebut untuk menjaga Davina. Aldo mengambil ponsel lalu mengirim pesan kepada Kirani.
"Sayang, maafin aku. Aku tahu hatimu pasti terluka, tapi ini bukan niatan dalam hatiku. Aku hanya tidak ingin jika Tania sampai depresi dan kembali mengalami gangguan jiwa seperti dulu lagi. Aku harap kamu bisa mengerti, semua ini hanya atas alasan empati bukan cinta. Aku hanya mencintaimu",
Kirani belum melihat ponselnya , sehingga dia belum sempat membaca pesan tersebut. Sampai akhirnya Aldo kembali mengiriminya pesan yang kedua,
"Sayang, kamu dimana ? kamu ke kamar David lagi ya, aku disini jagain Davina. Tania sudah di bawa bundanya ke kamar. Kasian Davina tidak ada yang jagain".
__ADS_1
Saat pesan kedua masuk, barulah Kirani membukanya. Lalu dia membalas pesan tersebut,
"Maaf mas, aku sudah pulang naik taxi. Kamu di situ aja dulu jagain Davina".
Aldo merasa sangat tidak enak, pasti Kirani begitu sakit hatinya sampai dia memilih pulang tanpa dirinya.
Kirani masuk ke rumah lalu di tanyain sama Mami, " Kamu pulang sendiri nak? mana suamimu?".
Kirani terpaksa berbohong, " Aldo masih di rumah almarhum Dokter Indra Mi, di sana ketemu banyak teman temannya. Aku pulang duluan naik taxi karena kepalaku sedikit pusing".
Sebelum masuk kamar, Kirani terlebih dulu melihat si kembar sedang tertidur pulas. Di sampingnya ada Bi Ningsih yang menjaganya. Sementara Raihan masih bermain main di ruangan itu juga.
Melihat Kirani datang, Raihan langsung menghampirinya dan meminta gendong. Setelah di gendong, Raihan minta tidur bareng sama Mommy nya.
Kirani menuruti keinginan putranya dan membawanya ke kamar. Sesampainya di kamar, Kirani mengunci pintu agar Raihan tidak bisa keluar.
__ADS_1
"Kamu tunggu di sini sebentar ya sayang, jangan kemana mana.. Mommy mau ke kamar mandi dulu sebentar aja... ", kata Kirani.
Raihan mengangguk anggukan kepala mendengar ucapan Kirani.
Lima menit kemudian Kirani keluar dari kamar mandi dan mendapati semua barang yang ada di meja rias nya sudah berantakan. Bahkan Raihan menumpahkan beberapa lotion dan bedak.
Melihat hal itu Kirani memarahi Raihan sampai dia menangis. Mungkin Kirani terbawa suasana hatinya yang kurang enak akibat kejadian di rumah almarhum Indra, sehingga emosinya mudah meluap.
Karena terlalu lama menangis, Raihan sampai tertidur. Raihan tertidur di pangkuan Kirani, karena saat menangis Raihan minta duduk di pangkuan Mommy nya.
Melihat Raihan tertidur pulas di pelukannya, Kirani bersedih. Dia menyesal telah memarahi putranya hanya karena hal sepele. Padahal tinggal di rapikan saja sudah beres tanpa harus menyakiti hati putranya.
Kirani lebih menyesal lagi saat Raihan bangun, Raihan tetap bersikap manja kepada dia. Tetap ingin selalu dekat dengan dia . Seakan begitu saja melupakan kejadian saat Kirani memarahinya karena hal sepele hingga membuatnya menangis.
"Sayang, maafkan Mommy sudah mengucapkan kata kata yang menyakiti hatimu tapi tak sedikit pun kamu balas kemarahan Mommy. Bahkan mungkin kamu sudah melupakannya . Sungguh Mommy perlu banyak belajar dari kamu agar bisa menjadi seorang yang pemaaf dan berbesar hati", Kirani berkata sambil mencium kening putranya.
__ADS_1