Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Jatuh cinta


__ADS_3

"Aku minta maaf atas sikapku", Aldo memulai obrolan dengan istrinya pada malam itu.


" Apa sudah memaafkan mu, walau sebenarnya aku tidak pernah menganggap kamu salah", Kirani menjawab ucapan suaminya sambil menggendong Raihan.


"Maksud kamu? ", Aldo nampak bingung dengan ucapan istrinya.


" Kamu membela orang yang sangat mencintaimu dan sangat menginginkan dirimu kembali padanya, rasa rasanya itu bukan suatu kesalahan. Akulah yang salah dalam hal ini", Kirani berbicara dengan masih memalingkan mukanya dari suaminya.


"Tidak, kamu jangan bicara seperti itu. Mungkin sebentar lagi Tania akan menemukan pengganti yang lebih baik dari pada aku",


Kirani terkejut, " Kamu sudah tahu tentang rencana itu?",


" Iya, Mami sudah memberitahu ku", Aldo menjawab pertanyaan Kirani.


"Apa kamu baik baik saja mendengar semua itu? apa kamu bisa terima semuanya? ", Kirani mengorek habis keadaan suaminya.


" Tentu aku baik baik saja, aku terima dengan lapang dada. Semoga Tania mendapat jodoh dan kehidupan yang lebih baik", dengan senyum Aldo menyampaikan semua kepada istrinya..


Kirani hanya tersenyum mendengar jawaban itu, "Semoga saja semua sesuai harapan".


Ingin rasanya Kirani bercerita kepada suaminya tentang semua sikap Tania padanya, namun dia takut jika hal itu akan menjadi masalah baru untuk mereka.


Akhirnya Kirani mengurungkan niatnya, dia lebih fokus pada perjodohan Tania. Kalau masalah sikap Tania kepadanya, Kirani yakin suatu saat Aldo akan mengetahui dengan sendirinya tanpa harus dia beritahu.


Keesokkan harinya Dokter Indra datang untuk memeriksa keadaan Tania, Tania nampak sedikit gugup untuk bertemu dengan Dokter tampan tersebut.


Dokter Indra mulai memeriksa tekanan darah dan denyut nadi Tania, setelah itu memeriksa suhu badannya.


"Semua sudah normal, apa masih ada keluhan yang kamu rasakan? ", tanya Dokter Indra.


Tania hanya menggeleng.


" Syukurlah berarti Dokter bisa mengajaknya ke klinik anda sekarang", Mami yang dari tadi juga ikut menemani Dokter Indra untuk memeriksa Tania, terlihat begitu senang mendengar kesembuhan Tania.


Namun wajah Tania nampak murung, dia sebenarnya kurang suka melihat sikap Mami yang begitu bersemangat untuk menyuruhnya pergi dari rumah itu.


Tania juga merasa masih belum siap untuk tinggal bersama Dokter Indra.

__ADS_1


"Sepertinya dia belum siap untuk ikut bersamaku, biarkan sementara dia istirahat satu atau dua hari lagi", Dokter Indra seakan bisa membaca pikiran Tania.


Tania agak terkejut dengan ucapan pria itu, tak di sangka dia begitu peka dengan pikirannya.


Tapi Mami sedikit kecewa, " Jadi kapan Dokter akan kesini lagi? , bukankah kata Dokter kondisinya sudah normal semua? "


"Memang secara fisik semua sudah normal, tapi jika hati dan pikirannya belum tenang justru akan mempengaruhi kesehatannya lagi",jawab Dokter Indra yang lagi lagi membuat Tania terkejut.


Selama keluar dari Rumah Sakit Jiwa, baru kali ini dia merasa ada orang yang peka dan mengerti keadaannya bahkan tanpa dia harus mengucapkan sepatah kata.


"Dok, boleh saya tanya sesuatu? ", tiba tiba Tania angkat bicara.


" Iya silahkan", jawab Dokter Indra.


"Kenapa Dokter mau menerima saya untuk bekerja di klinik anda? dan memberikan tumpangan untuk tempat tinggal? padahal Dokter belum tahu kinerja saya? ",


Dokter Indra tersenyum, kemudian menjawab pertanyaan Tania.


" Semua orang punya kesempatan untuk belajar, berubah dan berkarya. Tidak ada salahnya jika kamu mencoba. Jika ternyata nantinya kamu merasa tidak nyaman, kamu bisa menentukan pilihanmu sendiri. Aku tidak berhak untuk memaksa".


Tania tidak bisa menjawab lagi ucapan Dokter Indra, dia semakin haru mendengar ucapannya.


Tak lama setelah menerima kartu nama tersebut Tania kembali memanggil Dokter Indra saat dia sudah melangkah mendekati pintu untuk keluar dari kamarnya,


"Dok, tunggu",


Mami dan Dokter Indra menoleh ke arah Tania.


" Iya, ada apa? ",


" Tunggu sebentar, aku akan berkemas. Sekarang juga aku akan ikut Dokter pulang".


Ucapan Tania membuat Mami dan Dokter Indra tersenyum dan saling bertatapan.


"Baiklah, aku akan tunggu di luar", Dokter Indra menjawab lalu kemudian berjalan keluar menuju ruang tamu.


Setelah lima belas menit, Tania keluar kamar sambil membawa tas dengan ukuran sedang yang di dalamnya ada beberapa pakaian ganti.

__ADS_1


" Tania pamit Mi, maafkan Tania jika selama tinggal disini Tania hanya membuat masalah dan merepotkan Mami", Tania berpamitan sambil mencium tangan Mami.


Tanpa sengaja mata Mami berkaca kaca, sebagai sesama perempuan Mami juga bisa mengerti perasaan Tania. Tapi menurut beliau keluar dari rumah itu adalah jalan terbaik untuk Tania agar mendapat masa depan yang lebih baik.


"Maafkan Mami juga ya kalau Mami banyak salah, semoga setelah ini kehidupan kamu menjadi lebih baik", Mami berkata sambil mengusap rambut Tania.


" Aku pamit Mi, salam buat Aldo dan Kirani", Tania kemudian berlalu bersama Dokter Indra.


Kirani berlari keluar saat mereka berdua sudah memasuki mobil.


Dari tadi Kirani sangat ingin ikut keluar tapi dia masih harus memberi ASI kepada putranya, sehingga dia hanya bisa berada di dalam kamar selama Tania berpamitan. Sementara saat itu Aldo sedang pergi bekerja.


"Gimana Mi? ", tanya Kirani kepada mertuanya.


" Lancar, sepertinya Tania sudah mulai membuka hatinya untuk Dokter Indra", jawab Mami dengan senyum lebar.


"Syukurlah Mi, semoga kak Tania menemukan jodohnya", Kirani berkata dengan penuh harap.


Selama di perjalanan Tania terlihat nampak menikmati pemandangan kota siang itu lewat jendela mobil.


" Apa kamu lapar? ", ucapan Dokter Indra membuat Tania mengalihkan pandangan dari kaca mobil kepada wajah Dokter Indra.


" Tidak. Aku sudah makan", jawab Tania dengan tersenyum kecil.


"Apa ada sesuatu yang ingin kamu beli sebelum kita sampai rumah? ", Dokter Indra menambahkan pertanyaan lagi kepada Tania.


Tania sejenak berpikir kemudian menggelengkan kepala setelah dia rasa memang tidak ada yang harus di beli.


" Baiklah, kita langsung pulang nanti sesampainya di rumah kamu istirahat saja dulu biar di temani asisten rumah tanggaku. Aku harus kembali ke Rumah Sakit karena aku ada jadwal masuk sore. Mungkin nanti aku pulangnya agak malam", Dokter Indra memberikan penjelasan kepada Tania.


Tania hanya mengangguk tanpa banyak bertanya.


Setelah sampai di rumah Dokter Indra, Tania segera turun dengan di beri sambutan oleh seorang asisten rumah tangga.


"Aku pergi dulu, kalau kamu kepengen beli sesuatu kamu hubungi nomorku biar aku belikan nanti malam saat pulang dari Rumah Sakit", Dokter Indra berpamitan dan kemudian melajukan mobilnya kembali.


Tania tersenyum dan berkata dalam hati, " Ya Tuhan apakah aku telah jatuh cinta? ".

__ADS_1


" Mari non saya antar ke kamar", suara wanita tua yang menjadi asisten rumah tangga Dokter Indra membuyarkan lamunan Tania.


(Buat para pembaca, maaf agak lama up episode barunya)🙏🙏


__ADS_2