
Malam semakin gelap, Aldo hendak berpamitan kepada Kirani karena waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 malam. Kirani lah yang meminta Aldo untuk segera pulang karena takut kena teguran ibu kost. Di larang menerima tamu lebih dari pukul 21.00 malam.
Kedua nya berdiri hendak membuka pintu, Aldo memberikan kecupan kecil di kening Kirani sebagai tanda berpamitan.
Namun setelah mengecup kening bukan nya langsung membuka pintu tapi Aldo malah menarik pinggang Kirani hingga menempel di tubuh nya kemudian memberi kan ciuman sekali lagi seperti tadi. Kirani pun tak sanggup menolak, hanya diam dan menikmati. Dia singkir kan jauh jauh segala pertanyaan pertanyaan yang masih membebani pikiran nya tentang bagaimana kelanjutan hubungan mereka nanti nya.
Sesampai nya di rumah seperti biasa di dalam kamar Aldo di sambut dengan wanita yang terus saja menaruh pandangan nya ke arah jendela. Aldo masuk dan kemudian mengecup kening Tania dan menggendong nya ke ranjang tempat mereka tidur. Tania tidak memberontak tapi juga tak bersuara, sesampai nya di kasur Aldo memberikan obat kepada Tania agar istri nya lekas beristirahat. Karena hanya ketika sedang tidur saja otak Tania bisa beristirahat untuk tidak selalu meratap.
Tania selalu tidur dalam dekapan Aldo meski pun mereka tidak pernah melakukan kegiatan suami istri. Dan begitu lah yang berlalu setiap malam selama hampir satu tahun.
Tapi tidak pada malam ini. Setelah menidur kan Tania ,Ado malah memegang ponsel. Dia mencoba menghubungi Kirani lewat chat.
Aldo: Sayang lagi apa?
Terlihat pesan itu masih belum di balas oleh Kirani. Itu membuat Aldo tak sabar menunggu.
Hingga akhirnya ponsel Aldo bergetar, tanda kalau Kirani sudah membalas pesan itu.
Kirani: Aku lagi rebahan di kasur, badan ku capek semua.
Aldo: Kasihan, mau aku pijitin?
Kirani: Mau banget,,
Aldo : Tunggu ya sayang, sampai aku boleh memijit seluruh tubuh mu...
Kirani: Aku akan selalu menunggu mu sayang,,
__ADS_1
Aldo: Emmuuaah, aku rindu pada mu sayang..Aku ingin mencium mu..
Kirani : Ternyata seorang Aldo pinter merayu juga...
Aldo: Aku tidak merayu, baru beberapa menit berlalu aku memang sangat merindukanmu. Memang nya kamu tidak rindu sama aku?
Kirani : Enggak tuh..
Aldo : Oh..Malang nya nasib ku merindukan seseorang yang tidak sedikit pun merindukan ku.. (emoji menangis😭😭😭)
Kirani : (emoji tertawa🤣🤣🤣)
Dan begitulah seterus nya sampai waktu menunjuk kan pukul 00.00,akhir nya mereka mengakhiri chat kemudian tertidur.
Pagi menyapa, seperti biasa sebelum berangkat kerja Aldo memandi kan Tania dan menyuapinya sarapan setelah itu memberikan satu pil untuk dia konsumsi. Lekas itu dia segera bersiap untuk berangkat kerja.
Cuaca hari ini begitu mendung, tak jarang sering turun hujan dari pagi hingga malam tanpa henti. Begitu juga untuk hari ini, mungkin juga akan sama.
Aldo telah sampai di tempat kost Kirani, tadi malam mereka sudah sepakat untuk berangkat bersama. Biasa nya Kirani menggunakan jasa ojek online ketika hendak berangkat kerja, tapi kali ini Kirani di jemput Aldo. Beberapa mobil mewah ada di garasi rumah Aldo , tepat nya di kediaman milik orang tua Aldo. Tapi sayang semenjak di usir oleh keluarga nya karena tetap memilih bertahan dengan Tania yang sedang menderita gangguan jiwa, akhir nya semua fasilitas itu benar benar di cabut dari orang tua nya.Kini hanya satu buah sepeda matic yang dia punya dan dia gunakan untuk bekerja sehari hari. Itu pun dari sisa tabungan yang dia punya setelah dia membeli rumah yang dia tempati bersama Tania. Untung saja tabungan Aldo tidak di blokir.
Kirani naik ke sepeda tersebut, kemudian berpegang erat di pinggang Aldo sebelum Aldo menancapkan gas.
Cuaca semakin mendung, tak terasa gerimis mulai turun. Kirani semakin erat memegang pinggang Aldo hingga tangan nya melingkar di perut Aldo,dan wajah nya berlindung di punggung Aldo. Aldo merasa kan hangat nya pelukan Kirani dari belakang, bahkan dia berharap hujan semakin deras agar Kirani semakin erat memeluk nya. Mereka memakai satu jas hujan yang di kenakan bersama, membuat hawa dingin akibat terpaan hujan menjadi hangat.
Dua puluh meter lagi mereka sampai di tempat kerja dan hujan mulai reda. Sesampai nya di tempat kerja Kirani turun dari sepeda dan keluar dari jas hujan yang di pakai nya bersama Aldo.
"Duh rambut ku acak acakan" Kirani menggerutu, rambut nya berantakan karena memakai jas hujan. Wajah nya pun agak kebasahan terkena tetesan air hujan.
__ADS_1
"Gak apa apa sayang, kamu masih tetap cantik meski dengan rambut yang berantakan. Sini aku bantu benerin rambut", bukan nya bantu benerin, Aldo malah memeluk erat Kirani dari belakang sampai Kirani hampir tidak bisa bernapas.
" Ih sayang jangan gitu dong, aku gak bisa bernafas. Lagian malu ah di parkiran banyak orang yang lihat", Kirani mencoba melepas kan pelukan Aldo sambil tengok kanan kiri apa ada orang yang melihat aksi mereka.
"Kalau aku nggak mau ngelepas gimana?aku malah ingin mencium mu di sini" Aldo malah menggoda Kirani.
Kirani mencubit paha Aldo, karena tubuh nya masih di peluk erat oleh Aldo dari belakang dan membuat tangan nya hanya mampu mencubit bagian paha.
Aldo kesakitan dan perlahan melepas kan pelukan nya. "Kamu punya hutang ya sama aku" Aldo kembali usil kepada Kirani. "Hutang, hutang apa? ", Kirani kebingungan.
" Kamu punya dua hutang sama aku. Satu hutang pelukan karena kamu menyuruh ku melepas kan pelukan ku pagi ini. Yang kedua hutang ciuman karena kamu melarang ku mencium mu pagi ini", Aldo membeberkan jawaban nya tapi malah di tanggapi Kirani dengan berkali kali cubitan.
Hingga akhir nya mereka sedikit kejar kejaran karena Kirani masih ingin melanjut kan untuk mencubit seluruh badan Aldo.
"Ternyata Aldo lelaki yang suka bercanda dan periang" Kirani berkata dalam hati saat sejenak berhenti mengejar Aldo yang sudah hampir sampai di depan pintu masuk tempat mereka bekerja.
Berbeda dengan Aldo yang pertama dia kenal,dulu Aldo jarang berbicara dan sesekali bicara membuat Kirani banyak belajar dari ucapan nya. Itu yang menjadikan Kirani menjadi wanita yang berubah karakter dari sifat nya yang dulu manja suka merengek dan gak suka punya hubungan dekat dengan lawan jenis. Sekarang hati nya di buat luluh oleh Aldo.
Rupa nya diam nya seorang Aldo dulu adalah suatu sikap yang terjadi karena begitu berat beban hati dan pikiran nya. Tapi semenjak ada Kirani, beban itu mulai berkurang. Terlebih saat cinta mulai bersemi dan menyatu, indah nya cinta membuat Aldo bangkit dari keterpurukan.
Kirani tersenyum senyum sendiri memikir kan semua itu, sambil tetap melangkah menuju tempat kerja nya dan mata nya celingukan mencari jejak Aldo yang begitu cepat menghilang dari pandangan nya.
Merasa Aldo sudah berjalan lebih jauh dari nya justru malah Kirani di buat kaget karena tiba tiba Aldo memeluk nya lagi dari belakang. Entah dimana tadi dia bersembunyi, dan hal itu membuat Kirani kaget. Tapi kali ini Aldo menahan kuat jemari Kirani agar tak mencubit nya lagi.
"Aldo lepasin ..malu tuh di lihat yang lain", Kirani mencoba melepas tapi malah semakin di eratkan pelukan itu.
....
__ADS_1