Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Galau


__ADS_3

Stella memberanikan diri untuk bertemu David. Sebelum masuk ruangan dia menghela nafas panjang, mempersiapkan diri untuk bersikap tenang agar tidak di curigai bahwa dialah dalang dari kecelakaan David.


Tok .. tok.. tok..


Suara ketukan pintu terdengar, dan tak lama kemudian Stella masuk dengan pelan pelan.


Seketika Indra memasang wajah masam karena dia menyangka kedatangan Stella hanya akan membuat keributan.


Sementara Tania hanya diam dan sedikit mundur dari tempat David tertidur pulas. Tania khawatir jika di anggap lancang oleh Stella, karena biar bagaimanapun Stella adalah ibu kandung David dan yang mempunyai hak yang lebih pada David dari pada dirinya.


Stella berjalan mendekati David. Namun langkahnya terhenti karena ucapan Indra,


"Mau apa kamu ke sini? Jika hanya akan mengajak ribut lebih baik kamu keluar saja dulu, dari pada mengganggu David istirahat".


Bukannya menjawab atau marah, Stella justru menangis. Hal itu terlihat aneh di mata Indra dan Tania. Namun mereka membiarkan Stella menangis, mungkin memang selama ini Stella benar benar rindu pada David. Dan tentunya hati seorang ibu pasti terluka saat melihat anaknya celaka. Dan lebih terluka lagi jika ibunya sendiri yang mencelakainya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Stella melanjutkan langkahnya mendekati David. Setelah berada di sisi David, Stella membelai rambut David dengan tiada henti meneteskan air mata lalu dia mengecup kening David berkali kali.


David sempat menggeliat hendak terbangun, namun Stella segera mengelus lagi rambutnya agar David tertidur kembali.


Sungguh pemandangan yang berbeda yang belum pernah di saksikan oleh Indra.


Namun dalam hati Indra merasa senang atas perubahan sikap Stella yang nampak begitu keibuan. Hingga tanpa sadar Indra teringat saat dulu pertama kali dia mulai jatuh cinta pada Stella.


Stella memang orang yang berprinsip kuat dan akan melakukan apapun untuk mengejar apa yang dia impikan, namun sebenarnya Stella adalah orang yang sangat perhatian. Bahkan saking perhatiannya dia menjadi over protektif. Namun sebenarnya dia adalah wanita yang manja.


Merasa menjadi orang yang tidak memiliki peran apapun dalam keluarga, Tania berniat untuk meninggalkan ruangan tersebut.


Walaupun sebenarnya hatinya sedikit pilu, karena sebentar lagi dia akan menikah dengan Indra. Namun semakin dekat dengan hari pernikahan tersebut, entah mengapa malah terjadi banyak kejadian yang membuat pikiran Tania galau.


Dari mulai sobeknya gaun pengantin, lalu kecelakaan David, dan sekarang melihat Indra yang tersenyum senyum sendiri memandangi Stella.

__ADS_1


Indra yang menyadari akan langkah kaki Tania yang hendak meninggalkan ruangan tersebut, kemudian lekas menahannya dengan menarik pergelangan tangan Tania.


"Kamu mau kemana sayang?", tanya Indra.


"Keluar sebentar mas", jawab Tania seperlunya tanpa berani menatap wajah Indra.


"Tania", di sela percakapan antara Tania dan Indra, tiba tiba Stella memanggilnya.


Tania segera menoleh ke arah Stella, begitupun dengan Indra.


"Aku titipkan putraku padamu, aku yakin kamu bisa menjadi ibu sambung yang baik", Stella berkata kepada Tania dengan mata berkaca kaca.


Hal ini benar benar mengejutkan Tania, apalagi Indra. Tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun, Tania hanya mengangguk dengan di iringi air mata.


"Aku juga minta maaf sama kamu mas, selama ini aku terlalu egois hingga akhirnya aku kehilangan keluargaku. Aku tahu kamu sangat kecewa dan membenci sikapku, dan aku tidak memaksa agar kamu bisa kembali baik padaku. Tapi yang terpenting aku sudah menyampaikan permintaan maaf ku sama kamu", Stella semakin membuat Indra bertanya tanya dalam hati, sesuatu apakah gerangan yang membuat Stella berubah?

__ADS_1


(Aku ucapkan banyak terimakasih untuk yang masih setia menemani setiap episodeπŸ˜ŠπŸ™πŸ™)


__ADS_2