Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Penyelidikan


__ADS_3

Kirani membersihkan diri di kamar mandi dengan terus menangis. Sementara Aldo masih tetap dalam renungan nya.


Seusai membersihkan diri, Kirani duduk di samping suaminya.


Pelan pelan Aldo mulai membuka suara,


"Ceritakan... ceritakan apa yang sebenarnya terjadi...", kata Aldo.


Kirani menghembuskan nafas panjang lalu mencoba mengingat ingat kejadian itu, waktu dia mulai terpisah dengan Aldo.


"Ada seorang pelayan membawa minuman kepadaku. Lalu setelah aku minum, kepalaku sedikit pusing dan pandanganku mulai berkunang kunang....", Kirani menghentikan ceritanya.


"Lalu..?", tanya Aldo.


"Laki laki itu mendekatiku dan mengajak aku bicara, tapi aku sudah tidak bisa menjawab karena kepalaku sudah begitu berat.... antara sadar dan tidak , aku sedikit teringat dia memapah tubuhku berjalan ke sebuah ruangan... waktu itu lampu mati..", jelas Kirani.


"Tunggu ...tunggu... kita terpisah... pelayan datang... kamu pusing... lampu mati...setelah itu kamu sudah di bawa ke kamar...?? rasa rasanya ini bukan suatu hal yang kebetulan", Aldo mulai memikirkan sesuatu.


Kirani juga mulai setuju dengan pemikiran suaminya.


"Apa kamu tidak mengenali wajah laki laki itu?", tanya Aldo.


"Aku sempat melihat wajahnya sekilas... dia berkaca mata dan berkumis tipis.. badan ku terasa panas dan....... dan.... sangat bernafsu.....", Kirani menangis mengingat kejadian itu.


"Apa kalian melakukannya?", tanya Aldo lebih detail.


Kirani menggeleng ,


"Aku tidak ingat apa apa... aku tersadar ketika kamu sudah berteriak di kamar ini", Kirani kembali menangis tersedu sedu.


Aldo kembali mengepalkan tangannya,


"Siapa dalang dari semua ini?"

__ADS_1


Kirani tidak berani menatap wajah suaminya.


"Kita harus selidiki kasus ini, kita laporkan pada polisi... ini suatu jebakan", kata Aldo kemudian.


Kirani setuju dengan ucapan suaminya, mereka kemudian keluar ketika hari sudah larut ketika para tamu semua sudah pulang.


 


Keesokkan hari, Aldo mencari pengacara dan membawa kasus itu ke jalur hukum.


Dia yakin bahwa kejadian itu sudah terencana.


Laporan Aldo pun di terima, hingga akhirnya pada hari itu juga di lakukan penyelidikan.


Garis polisi berwarna hitam dan kuning telah mengelilingi kamar tersebut.


Beberapa pihak kepolisian sudah mengerjakan tugasnya dengan memeriksa seluruh sidik jari pada ruangan itu.


Melihat mobil polisi berdatangan, Tania sedikit gelisah. Ada rasa takut yang melanda, jika dirinya sampai terseret dalam kasus itu.


Di luar dugaan Tania, ternyata Dion sudah punya siasat lain.


Dia sudah memesan tiket pesawat ke australia sebelum kejadian itu berlangsung. Sehingga setelah Dion keluar hotel Aldo, dia langsung menuju bandara untuk melakukan penerbangan. Dan satu hal lagi yang tidak di ketahui Tania, ternyata Dion merubah penampilan ketika menemui Kirani. Dia memakai wig ,kaca mata serta kumis palsu.


Tania panik mendengar kabar kepergian Dion ke australia. Bahkan dirinya berniat untuk sementara waktu mengungsi ke London hingga kasus itu reda.


Sementara siang itu seluruh karyawan yang malam itu bekerja pada saat pesta, di suruh berkumpul untuk di lakukan pemeriksaan oleh polisi.


Dan ternyata, Dion bukanlah laki laki bodoh. Dia sengaja membayar seseorang yang saat itu dia suruh berpura pura menjadi seorang pelayan untuk mengantar minuman kepada Kirani.


Setelah tiga jam pemeriksaan dan tidak mendapat petunjuk apapun, akhirnya pihak polisi mulai memeriksa rekaman cctv.


Di sana terlihat sosok pelayan yang memberikan minum kepada Kirani. Namun sayangnya pelayan tersebut bukan salah satu dari para pelayan yang berada di tempat pemeriksaan itu. Wajahnya asing, dan sepertinya itu juga orang luar.

__ADS_1


Aldo semakin geram karena dia tidak menyangka bahwa dirinya sudah di jebak.


Hingga akhirnya pihak kepolisian bertanya,


"Siapa penyelenggara acara malam itu?",


Aldo teringat bahwa teman SMA nya yang pertama kali memesan tempat untuk acara reuni itu.


Polisi akhirnya memanggil teman Aldo tersebut. Namun dirinya lolos dari pemeriksaan , karena di dengar dari beberapa saksi bahwa acara reuni itu memang sudah di rencanakan sejak satu bulan sebelumnya. Dan juga tidak ada bukti yang menguatkan kepolisian untuk mencurigai teman Aldo yang sekaligus teman Dion sebagai dalang masalah itu.


Hingga datang hari berikutnya, kasus itu belum menemukan titik temu. Tapi polisi masih tetap melakukan penyelidikan.


Satu minggu telah berlalu, kasak kusuk masalah itu sudah mulai reda.


Bahkan tidak ada pemberitaan di media tentang kasus itu, padahal jelas jelas pada malam itu datang beberapa orang wartawan.


Aldo mulai berpikir bahwa dirinya benar benar hanya di permainkan. Entah apa modus pelaku melakukan rencana itu?


Tapi satu hal yang selalu di ingat Aldo bahwa ,dia tidak akan meninggalkan istrinya dalam keadaan apapun sesuai dengan pesan terakhir almarhumah Mami.


Hubungan keduanya mulai harmonis kembali, dan mereka berjanji untuk saling percaya dan saling menjaga.


 


Tania's Resto masih tetap ramai pengunjung, namun beberapa hari ini tidak pernah terlihat sosok Tania.


Rupanya Tania benar benar sudah pergi ke London bersama Davina, sementara David tinggal bersama paman almarhum Indra.


Restoran itu masih tetap di kelola Tania dengan jarak jauh, seluruh keuangan dia percayakan kepada paman almarhum Indra sebagai manager penggantinya.


Tania akhirnya memulai lembaran hidup baru di London bersama orang tuanya dan putri semata wayangnya.


Dia ingin membuang kisah kelam di masa lalu dan mulai menjalani masa depan yang lebih baik.

__ADS_1


~Tamat~


__ADS_2