
Dion segera mengunci pintu setelah berhasil membawa Kirani masuk ke dalam kamar.
Pandangan Kirani semakin berkunang kunang, walaupun dia sempat melihat satu sosok wajah yang ada di depan matanya.
"Siapa kamu?", tanya Kirani terbata bata.
"Aku adalah dewa cinta yang akan membawa mu ke nirwana malam ini", jawab Dion sambil mengeratkan tubuh Kirani ke tubuhnya.
Kirani yang sudah berada di bawah efek obat per*ngsang hanya bisa terpancing dengan gerakan gerakan intim yang di lakukan Dion.
Apalagi ketika jari jemari Dion berhasil merayap ke seluruh tubuh Kirani.
Semakin terhanyut Kirani hingga tak sadar jika Dion telah berhasil melepas pengait bra nya.
Kini dua gundukan di dada Kirani siap menjadi suguhan hangat bagi Dion.
Namun Dion tidak ingin melakukannya, karena dia ingat tujuan awal rencananya adalah Aldo, bukan istrinya.
Melihat Kirani sudah terbawa gairah dengan penampilan setengah telanjang, Dion segera menghubungi temannya untuk melanjutkan aksinya. Dan malam itu Dion tak melakukan apapun kepada Kirani, dia hanya memancing kemarahan Aldo.
Sementara di luar sana Aldo kebingungan mencari istrinya. Tidak ada yang tahu kemana Kirani pergi, karena memang Kirani belum begitu di kenal oleh teman sekolah Aldo.
__ADS_1
Hingga akhirnya beberapa menit kemudian teman Dion datang menemui Aldo,
"Al, ada pelayan yang melihat dari cctv bahwa istrimu masuk ke sebuah kamar dengan seorang laki laki".
Seketika Aldo terkejut dan lemas,
"Apa maksud ucapan mu?", Aldo berkata dengan tatapan mata yang tajam.
"Mari sini ikut aku!", kata teman Dion yang sekaligus teman SMA Aldo.
Setelah melihat rekaman cctv, Aldo langsung naik pitam. Dengan membabi buta dia mendatangi kamar tersebut dan ingin memberi pelajaran kepada laki laki hidung belang itu.
Dengan jantung yang berdetak kencang dan pikiran tidak karuan, Aldo memasuki kamar tersebut.
Dia dapati satu per satu pakaian istrinya di lantai. Hingga akhirnya dia temukan istrinya di balik selimut tanpa busana. Sementara laki laki itu sudah meninggalkan ruangan.
"Biadaaap", teriakan Aldo membangunkan Kirani.
Dengan perlahan dia bangun dan begitu terkejut mendapati dirinya telah bertelanjang bulat di kamar hotel. Sementara di depannya berdiri suaminya yang sedang kesetanan.
"Siapa pelakunya? katakan!", Aldo nampak begitu menyeramkan.
__ADS_1
"Aku tidak tahu", Kirani menjawab dengan menggelengkan kepala di sertai isak tangis.
Aldo mengepalkan tangannya dan berkali kali meninju tembok di depannya. Hatinya di buat berantakan, pikirannya kacau sehingga menutupi akal waras nya.
Aldo semakin tak terkendali setelah dia tahu bahwa di depan kamar terdengar suara wartawan mulai berdatangan.
Siapa lagi pelakunya kalau bukan Dion dan temannya, serta mendapat bantuan dari Tania.
Amarah Aldo semakin menyeramkan setelah melihat ada sinar kamera yang hampir saja mengambil gambar dirinya dan Kirani.
Para wartawan itu ikut menerima amukan Aldo dan di paksa keluar kamar. Dengan keras Aldo menutup pintu tersebut.
Braaaagh.....
Suara itu bergema di seluruh hotel. Tidak pernah dia bayangkan bahwa dirinya akan di permalukan di hotelnya sendiri.
Namun tidak seperti yang di bayangkan oleh Aldo, karena sebenarnya para wartawan tadi hanyalah wartawan bayaran Dion yang di tugaskan untuk menjatuhkan mental Aldo.
Dan ternyata rencana itu benar benar berjalan sesuai rencana. Tania yang mendapat informasi itu juga ikut tersenyum bahagia.
Kini reputasi Kirani di mata teman teman sekolah Aldo sangatlah buruk. Dan memang hal itu yang di inginkan Tania.
__ADS_1