Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Pekerjaan baru.


__ADS_3

Setelah malam terlihat nampak larut, Tania dan Indra masuk ke dalam rumah karena angin malam sudah terasa tidak nyaman di badan.


Mereka masuk kamar masing masing untuk beristirahat.


Keesokkan pagi, Tania mulai aktifitas dengan bangun pagi dan membantu Bi Nilam memasak di dapur. Namun belum lama dia berada di dapur, terdengar suara tangis dari kamar David.


Tak lama kemudian David keluar dari kamar dan berlari ke arah dapur dengan di belakangnya ada Indra yang rupanya sedang mengejar putranya.


Awalnya David menuju dapur karena ingin berlindung ke Bi Nilam, sebab dia menangis karena di suruh Papanya mandi dan lekas ke sekolah.


Namun ketika di dapur David melihat Tania, akhirnya David berlari ke arah Tania bukan ke Bi Nilam.


"Tante, Papa jahat aku di kejar kejar, di marahi", sambil memeluk pinggang Tania David terlihat sangat manja.


" David kamu harus ke sekolah, ayo buruan mandi nanti terlambat!", kata Indra yang sedang membujuk anaknya.


"Nggak mau, David mau di rumah aja sama tante Tania", jawab David tanpa melepaskan pelukannya.


" David, kalau kamu nggak ke sekolah nanti tante nggak mau ngajak David main lagi. Kamu ke sekolah dulu ya, nanti pulang sekolah kita main lagi. David kan anak pintar", Tania juga mencoba membujuk David.


"Aku mau ke sekolah tapi sama tante", David semakin merengek.


Indra menghela napas panjang sambil menggelengkan kepala, " Ada ada aja ya permintaan kamu".


"Ya sudah, tante antar ya ke sekolah. Tapi David harus janji, David harus rajin belajar dan nggak boleh bolos sekolah. oke!", Tania berkata sambil memberikan jari kelingkingnya kepada David sebagai tanda agar David menurut dengan perkataan Tania.


" Oke, janji!", David menurut apa kata Tania.


"Maaf jika David merepotkan kamu", kata Indra kepada Tania.

__ADS_1


" Nggak apa apa kok mas, biasalah anak kecil mintanya di perhatiin",jawab Tania sambil tersenyum lalu lekas ke kamar David untuk menemaninya bersiap siap ke sekolah.


Tak lama kemudian mereka sudah siap. Setelah sarapan mereka berangkat dengan membawa bekal makanan yang sudah di kemas oleh Bi Nilam.


Pagi itu Mami beserta putra dan menantunya juga sedang menikmati sarapan di meja makan.


"Apa hari ini kamu lembur lagi nak?" Mami bertanya kepada Aldo.


"Mungkin iya Mi", jawab Aldo singkat.


"Jangan terlalu capek dan jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan. Luangkan waktu untuk anak istrimu juga", Mami memberi petuah kepada putranya.


"Iya Mi", Aldo selalu menurut apa kata Maminya.


"Kirani, mulai saat ini kamu harus terbuka dalam hal apapun kepada Mami juga kepada suamimu. Jika ada yang tidak berkenan di hatimu, ungkapkan saja. Jangan kamu pendam sendiri. Mami nggak mau kejadian seperti masalah Tania kemaren terulang lagi", kini giliran Kirani yang mendapat petuah dari mertuanya.


"Iya Mi, maafin Kirani", jawab Kirani.


"Sudahlah, yang lalu biar berlalu. Kita sama sama belajar, semoga tidak akan ada lagi masalah seperti itu lagi", Kirani mencoba memberi ketenangan kepada suaminya yang merasa begitu bersalah.


"Aku pastikan masalah seperti itu tidak akan pernah terulang lagi, dan aku pastikan tidak akan ada lagi kata kata kasar dari mulutku kepada istriku", Aldo berkata sambil mencium tangan Kirani.


Kirani sedikit malu karena suaminya hendak mencium pipinya juga di depan Mami.


"Sudah siang Aldo, di terusin nanti malam saja. Kamu harus segera berangkat kerja, dan ingat luangkan waktu untuk keluargamu", ucapan Mami membuat Aldo mengurungkan niatnya untuk mencium Kirani.


"Iya Mami, aku berangkat kerja dulu. Aku titip anak dan istriku sama Mami ya", Aldo berkata sambil mencium tangan Maminya untuk berpamitan.


Pagi telah berlalu hingga siang pun tiba. David sudah pulang dari sekolah, kali ini Tania menyuruhnya untuk segera tidur siang. David bagaikan terkena sihir hipnotis bila mendengar kata kata Tania, sehingga tak perlu banyak waktu untuk membuatnya tidur.

__ADS_1


Tania keluar dari kamar David, dan ternyata Indra sudah berdiri di depan pintu.


"Kamu sudah makan? ", tanya Indra.


"Belum", jawab Tania.


"Aku mau ngajak kamu makan di luar mumpung aku lagi cuti kerja", kata Indra.


" Baiklah, aku ganti baju dulu", Tania lalu berjalan menuju kamarnya.


Tak lama kemudian mereka berangkat menuju restoran yang sudah dipilih oleh Indra.


"Aku sudah menentukan pekerjaan untuk kamu", kata Indra sambil menyetir.


" Benarkah? aku kerja apa dan kapan aku mulai bekerja?" jawab Tania penasaran.


"Kalau kamu tidak keberatan, aku mau jadikan kamu sebagai teman baru David", Indra mengutarakan pemikirannya.


" Cuma itu? itu bukan suatu pekerjaan, karena aku memang suka bermain dengan David. Tentu aku tidak keberatan. Tapi bagaimana aku bisa menghasilkan uang sendiri agar aku tidak selalu merepotkan kamu?", Tania menunjukkan wajah lesu.


"Aku bayar kamu satu bulan penuh, sama gajinya jika kamu bekerja di klinik", jawab Indra sambil terus fokus menyetir.


"Tidak, itu berlebihan. Gaji yang terlalu besar untuk pekerjaan itu", Tania merasa sungkan.


"Kamu tahu, bahkan aku akan memberikan seluruh hartaku untuk kebahagiaan putraku. Dan kebahagiaan putraku ada padamu, jadi aku mohon jangan tolak tawaranku", Indra terlihat sangat berharap kepada Tania.


Merasa tak enak hati melihat Indra yang amat berharap, akhirnya Tania memberi jawaban.


"Baiklah, aku terima".

__ADS_1


Dan akhirnya Tania menerima pekerjaan barunya.


(Jangan lupa like komen dan favorit ya) 🙏


__ADS_2