Stop Loving You

Stop Loving You
Get Sonya


__ADS_3

Sonya berakhir di kediaman Martin, meski sebenarnya dia tidak suka. Sonya bahkan baru tahu kalau kediaman super mewah yang ada di Jakarta selatan tempat dia suka berlalu lalang dengan tembok super tinggi dan dengan halaman luas ini milik Martin.


Masalahnya Martin seolah sudah menganggap Sonya adalah kekasihnya, apalagi Sonya yang dengan manja mengucapkan sayang dan mengeluarkan kata-kata cinta dengan tidak tahu malunya.


Sonya meringis. Belum sah saja, Martin sudah otoriter sekali. Tidak boleh ini tidak boleh itu, semua tidak boleh.


"Lain kali, kalau mau ke manapun, itu lapor denganku, honey! Aku tidak suka kamu menginap di tempat sahabatmu itu, kamu tahu bagaimana tingkahnya, dia bahkan tidak malu bercinta dengan banyak laki-laki, apa kamu tidak berpikir kalau suatu hari nanti kamu akan diajaknya juga melakukan seperti itu?"


Sonya mulai malas kalau Martin sudah mengomel tidak jelas seperti ini. Ini sudah jam dua malam dan Sonya benar-benar mengantuk tapi kalau Sonya bersikap jutek, tidak ada alasan lagi kalau suatu saat Jonathan kembali mendekatinya.


Apa tidak masalah ya menjalin hubungan dengan Martin? Dia jauh juga, hubungan kami pasti juga sebentar, tidak mungkin lama apalagi sampai ke pelaminan. Hanya pacaran sepertinya tidak masalah.


Ah sudahlah!


"Iya honey tetapi dia temanku, Cantika tidak seperti itu, dia baik," ucap Sonya menenangkan kekasih jauhnya ini. Sonya memutuskan untuk menerima Martin meski tidak ada ucapan cinta seperti yang lain. Tidak romantis sekali. Tidak masalah, Martin tidak perlu tahu kalau dia hanya tidak ingin Jonathan mendekatinya.


"Honey, kamu terlalu polos sayang, kamu tidak tahu bagaimana di luar sana dan kekasih Cantika itu, aku lihat dia menyukaimu," ucap Martin dengan tegas.


Bahkan Martin pun bisa melihat kalau Jonathan menyukaiku. Apa terlihat sekali ya tingkah gila Jonathan?


"Hoaaam … honey, aku mengantuk sekali. Ini jam dua malam, apa kamu tidak berniat untuk melepaskanku, sungguh aku rasanya ingin tidur," ucap Sonya dengan manja dan mulai mengambil bantal dan menempelkan pipinya ke bantal.


Ngantuk sekali! Dasar laki-laki ini tidak mengerti.


"Tidurlah honey, besok aku akan menghubungimu lagi," ucap Martin menutup telponnya karena Sonya sudah tidur bahkan ponselnya terjatuh dari tangan.


Ketika pagi, Sonya yang memang sudah menghidupi Alarm pulang dengan cepat ke rumah. Dia berjanji untuk pulang dan kali ini dia pulang sendiri tanpa diantar mobil sultan itu. Bisa pusing kepala Sonya ditanya ini dan itu oleh Ronald.


"Pagi Dad!" Sonya mengecupi pipi Ronald dan langsung duduk di samping Ronald yang sedang membaca berkas.


"Dad, boleh tidak kalau Sonya libur?" tanya Sonya dengan deretan gigi putihnya. Baru satu hari masuk dan sekarang Sonya minta libur. Bagaimana ini?


"Tidak honey, hari ini kamu harus masuk, temani Daddy, kita akan bertemu dengan Group Wilson," ucap Ronald yang membuat Sonya berdecak kesal.

__ADS_1


Ketemu Jonathan lagi, kemarin ketemu, hari ini ketemu. Bosan aku ketemu dengannya.


"Daddy masih mau menjodohkan aku dengan Jonathan?" tanya Sonya hati-hati.


"Kamu sudah punya kekasih atau kamu mau Daddy jodohkan dengan Javier?" tanya Ronald dengan senyum nakalnya.


Gila!


"Dad, hmmm … bagaimana ya ngomongnya, Sonya itu sebenarnya sudah punya kekasih," jawab Sonya sambil menggigit bibir bawahnya. Dia menunggu respon dari Mommy dan Daddynya.


Sonya bahkan sudah siap kena marah karena lebih baik dia dimarahi daripada bersama dengan Jonathan yang cinta gila dengannya.


"Mana ada, Daddy tidak percaya Sonya, kamu belum pernah mengenalkan dengan Daddy dan selama ini bukannya Daddy sudah ingatkan kalau jodoh kamu, Daddy yang pilih," ucap Ronald tegas. Sonya langsung terduduk lemas dan menunduk.


Sonya tidak bisa membantah kalau sudah Daddynya berkata seperti itu.


"Dad, Sonya itu sudah dewasa, kalau dia sudah ada kekasih, Daddy tidak boleh jodohin Sonya. Mommy tidak akan setuju," ucap Nara membela Sonya dan menyentuh pipi Sonya dengan lembut.


Ah Mommy paling mengerti aku!


Daddy yang paling tidak pernah mengerti aku.


Sonya memanyunkan bibirnya.


"Eh apa ini?" tanya Ronald menyentuh leher Sonya yang ada bekas merah karena gigitan nyamuk laki-laki.


Aish … apa ada yang tidak tertutup? Rasanya aku sudah menutupnya dengan sangat rapi.


"Apa Dad! Sudahlah, Daddy kenapa sih?" tanya Sonya mulai risih dan pergi ke kamarnya sebelum Ronald menyentuh lehernya. Lain kali Sonya akan peringatkan Martin untuk tidak membuat tanda di lehernya.


Apa? Lain kali? Apa aku berharap melakukan itu lagi dengan Martin.


Sonya memutuskan untuk mandi dan dengan cepat berganti pakaian. Menutupi dengan rapi bekas tanda cinta Martin dan kembali turun ke bawah. Dia hanya sarapan satu lembar roti saja, itu sudah cukup.

__ADS_1


Kali ini pertemuan mereka di lakukan di kantor Ronald, kerja sama dengan Martin sedang di buat dan sekarang Perusahaan Ronald tidak perlu lagi susah.


"Silahkan Pak Wilson," ucap Ronald menyuruh Wilson duduk.


Jonathan juga ikut pagi ini ke kantor Ronald tetapi pagi ini dia tidak melihat Sonya karena Sonya sudah punya ruangan sendiri.


"Pak Ronald, saya tidak akan banyak basa-basi dengan Anda. Sebenarnya kemarin saya meminta menjodohkan Sonya dan Jonathan itu karena memang mereka punya hubungan, mungkin Sonya tidak akan mengakui pada Anda, Saya sebagai orang tua ingin mereka bahagia dan Jonathan meminta saya untuk langsung berbicara tentang masalah ini," ucap Wilson. Ronald terkejut bukan main. Jadi pagi tadi laki-laki yang dikatakan Sonya adalah Jonathan.


"Ini foto mereka," lanjut Wilson memberikan foto yang diambil di kamar Cantika kemarin, ada Jonathan dan Sonya yang sedang bersama di dalam kamar.


Ronald menggeleng. Tidak mungkin Sonya melakukan di luar batas bersama laki-laki lain tetapi apa yang dia lihat tidak bisa berbohong. Itu nyata!


"Sebentar lagi akan ada gosip tentang mereka kalau kita tidak segera menjodohkan mereka," ucap Wilson dengan santai.


Ronald menelan salivanya. Dia mengambil ponsel dan menyuruh Sonya masuk ke dalam ruangan.


"Sonya kamu kemari!" suara Ronald terdengar sangat marah tetapi masih teratur. Sonya pun dengan cepat masuk dan ada Jonathan.


"Duduk Sonya!"


Sonya menurut dan duduk dengan tenang.


"Jelaskan apa ini pada Daddy?" tanya Ronald dengan tatapan tajamnya.


Sonya menelan salivanya. Bagaimana bisa ada foto ini?


"Dad, semua ini tidak seperti yang Daddy lihat. Sonya dan Jonathan sama sekali tidak melakukan apapun, Daddy bisa tanyakan pada Jonathan atau Cantika. Semalam Sonya menginap di rumah Cantika," ucap Sonya menggigit bibir bawahnya.


Ah sial! Mati kali ini aku.


"Honey, sudahlah! Aku tidak ingin lagi hubungan kita tertutup seperti ini, aku sudah lama sekali bersabar," ucap Jonathan yang malah menambah daftar kesalahpahaman antara dia dan Ronald.


"Dad, mana mungkin aku bersama Jonathan. Jonathan ini kekasih Cantika," ucap Sonya dengan tegas. Melihat dari raut wajahnya, sepertinya Ronald tidak percaya dengan apa yang Sonya katakan.

__ADS_1


To Be Continued ….


__ADS_2