Stop Loving You

Stop Loving You
Little Bit Jealous


__ADS_3

Setelah bujuk rayu Cantika, akhirnya Sonya mau pulang bersama mereka. Cantika menggunakan jurus tangisnya yang membuat Sonya tidak tega. Sepanjang perjalanan Cantika duduk bersama Sonya. Dia meninggalkan Jonathan sendirian dan itu memang keinginan Jonathan agar Cantika bisa bicara tentang kebaikannya pada Sonya.


"Beb, kamu tahu tidak kalau Jonathan itu baik sekali, aku minta apa saja pasti dituruti sama dia, padahal kamu lihat sendiri kelakuanku," ucap Cantika memulai misinya. Dia harus secepatnya membuat Sonya merasa suka dengan Jonathan.


"Gantinya kamu memberikan tubuhmu, kalian melakukan hubungan timbal balik dan itu tidak gratis makanya dia baik," jawab Sonya dengan ketus sambil menatap wajah Jonathan yang tengah melihatnya. Jonathan tersenyum dan mengedipkan matanya.


Dasar gila!


"Itu beda Beb, itu kebutuhanku sendiri, aku mana bisa sehari tanpa melakukannya, aku hyper kamu tahu itu," jawab Sonya dengan santai.


Sonya memutar bola matanya malas. Pasangan yang serasi dan cocok sekali. Pantas Sonya betah dengan Jonathan.


"Beb, kamu tahu tidak kalau Jonathan itu sampai rela ninggalin kerjaanya padahal dia lagi sibuk sekali, aku sampai terharu. Bisnis juga banyak Beb di luar negeri, kamu tahu kan, kalau dia itu generasi ketiga dari keluarga Wilson, kamu tahu kan mereka siapa?" tanya Cantika pada Sonya sambil melirik Sonya yang sepertinya tidak tertarik sama sekali dengan hidup Jonathan.


Cantika menghela nafasnya.


Tentu saja Sonya tidak tertarik, dia juga dari keluarga kaya meski jauh sekali jika dibandingkan dengan keluarga Wilson.


"Beb, untuk apa kamu ngomong ini, memang kalau dia punya semua, kamu akan bahagia bersama dengannya?" tanya Sonya dengan sinisnya.


Sonya sepertinya sudah dari awal tidak suka Jonathan. Bagaimana cara mendekatinya.


Cantika sudah tidak mengerti lagi dengan sifat Sonya. Susah sekali agar Sonya sedikit memperhatikan Jonathan. Padahal kalau dilihat dari aset kekayaannya bahkan mereka pergi ke Bali menggunakan pesawat pribadinya. Seharusnya Sonya sedikit mencari perhatian. Sayang, Sonya tidak seperti temannya yang lain yang selalu mencari perhatian Jonathan.


"Belum tentu juga aku bersama dengannya Beb, kami masih pacaran dan belum sama sekali berpikir ke arah jenjang pernikahan, itu kuno sekali. Bahkan tanpa kami menikah, kami bisa serumah," ucap Cantika dengan santai.


"Kamu harus menjaga dirimu Beb, kalau kamu tahu hubunganmu tidak akan lama dengannya lebih baik kamu cari yang lebih serius." Sonya hanya tidak ingin Cantika kecewa pad akhirnya.


"Sudahlah, kamu tidak mengerti! Memang kamu tidak suka dengan Jonathan, temanku bahkan semalam ingin sekali tidur dengannya dan …."

__ADS_1


"Kamu mengizinkannya?" potong Sonya sebelum Cantika melanjutkan kata-katanya.


"Tidak, dia tidak mau!" jawab Cantika dengan cepat.


"Beb, kamu memang belum pernah melakukannya?" tanya Cantika tidak percaya, zaman sekarang sudah banyak sekali wanita muda yang belum menikah melakukan kegiatan mengasikkan itu dengan kekasihnya.


"Tidaklah! Kamu tahu sendiri, Daddyku akan marah kalau tahu aku melakukan perbuatan seperti itu dan lagi aku juga tidak mau, aku hanya akan melakukannya pada suamiku," ucap Sonya dengan tegas.


Wow … kalau Jonathan mendapatkan Sonya yang masih suci, apa dia akan memberikan aku hadiah yang banyak.


Cantika akan memastikan pada Jonathan, berapa imbalan yang akan dia dapatkan kalau bisa membuat Sonya jatuh ke dalam tangannya.


"Hidupmu pasti sangat membosankan Beb," ucap Cantika. Cantika berdiri dan mengibaskan tangannya malas lalu duduk kembali di dekat Jonathan.


Yang paling membuat Sonya kesal hari ini adalah Javier belum mau pulang dan dengan terpaksa Sonya pulang dengan Cantika dan Jonathan.


Pesawat mereka sudah akan sampai Jakarta. Sonya tidak meminta jemput karena Cantika yang berkeras akan mengantarnya. Baru saja sampai ke Jakarta, Sonya menghidupkan kembali ponselnya dan langsung saja ada telpon dari Martin.


Martin terus mengingat wajah Sonya. Padahal baru sebentar tetapi sudah membuat Martin rindu pada Sonya


"Oh itu, iya! Aku sedang dalam pesawat menuju Jakarta, ini sudah sampai, kenapa?" tanya Sonya dengan lembut. Bicara dengan Martin di telpon tidak masalah lembut kalau langsung baru Sonya akan waspada.


"Kenapa?" tanya Martin aneh. Wanita ini malah bertanya kenapa, bagaimana bisa dia setidak peduli itu dengan kekasihnya.


"Aku sudah sampai dari siang tadi dan sampai malam ini, kamu sama sekali tidak menghubungiku lalu kamu tanya kenapa?"


Apa sih Martin. Aku tidak mengerti apa yang dia inginkan?


Sonya mengambil nafasnya dalam. Lebih baik dia tekan tombol merah agar Martin berhenti menghubunginya dan katakan saja telpon itu terputus. Sonya menyeringai dengan niat jahatnya. Baru dia akan melancarkan aksinya, Martin bersuara.

__ADS_1


"Sampai rumah langsung telpon aku! Muaaah …." Martin menutup telponnya dengan cepat tanpa mendengar lagi balasan dari Sonya. Martin tahu kalau Sonya baru sampai di Jakarta.


"Telpon siapa?" tanya Cantika mendekat.


"Martin ya? Aku pagi tadi lihat leher kamu penuh tanda merah, itu Martin yang buat? dia gimana orangnya? Hebat tidak?" tanya Cantika yang jadi ingin tahu tentang Martin.


"Pertanyaan apa itu Beb," ucap Sonya yang menolak menjawab pertanyaan gila itu.


"Jujur Beb, itu Martin kan?"


"Iya cuma kiss saja," jawab Sonya malas.


Wow … Kiss saja sampai heboh seperti itu pasti kalau melakukan dengan Martin akan sangat hebat sekali. Baru membayangkan saja sudah membuat Cantika menggigit bibir bawahnya dan bagian bawahnya menjadi basah secepat itu. Ini gila!


"Ayo, masuk ke mobil!" Jonathan sudah menyiapkan mobil Alphard untuk mengantar Sonya dan Cantika pulang. Lebih dulu malah mengantar Cantika. Sonya bingung, bukannya kata Cantika serumah dengan Jonathan. Kenapa Cantika malah di antar ke apartemennya. Aneh!


"Beb, aku pulang. Honey! Tolong jaga Sonya antar dia sampai selamat sayang," ucap Cantika mendekati Jonathan dan mendaratkan kecupan hangat di bibir Jonathan lalu keluar mobil dengan cepat.


Tiba-tiba perasaan Sonya tidak enak berdua saja dengan Jonathan dan supir yang di depan bahkan tidak bisa melihat apa yang dilakukan majikannya karena mobil ini didesign khusus.


"Duduk di depan," ucap Jonathan menyuruh Sonya beralih dari tempat dia duduk agar duduk di sampingnya. Sonya pun berdiri dan duduk di tempat Cantika sebelumnya. Setidaknya jika terjadi sesuatu. Sonya bisa kabur!


"Honey, besok aku jemput makan malam ya!"


Tanpa basa-basi Jonathan meminta pada Sonya agar bersiap besok malam. Sungguh Sonya ingin berteriak rasanya.


"Kamu bisa pergi dengan Cantika, yang kekasihmu itu Cantika bukan aku," ucap Sonya dengan tegas.


"Lehermu sudah tidak merah, kamu menutupinya?" tanya Jonathan menyeringai seolah sedang mengingatkan Sonya kalau dia bisa saja buka suara kapanpun kalau Sonya membantahnya.

__ADS_1


"Itu bukan urusanmu!"


To Be Continued ….


__ADS_2