
"Dad, sebenarnya Sonya tidak ada hubungan apapun dengan Jonathan, bisakah Daddy sekali saja percaya, Sonya! Kalian selalu menganggap Sonya anak kecil, Sonya sudah dewasa Dad, bagaimana aku tidak ketakutan kalau hanya sekedar kecupan saja kalian akan menikah kan aku dengan laki-laki seperti itu, dia gila Dad! Dia melakukan cara apapun untuk mengejarku, bisakah Daddy percaya dan tidak selalu ingin menikahkan aku!"
Sonya menghela nafasnya. Bisakah dia berbicara seperti itu dengan Ronald. Sonya selalu saja bertanya-tanya kenapa hidupnya tidak pernah dipercaya. Susah sekali untuk dia melakukan apapun yang dia suka. Bahkan dia harus selalu tampak menderita agar Ronald menuruti semua maunya. Sonya lelah seperti ini terus.
Ronald masuk cafe tergesah-gesah dan dengan cepat Sonya menangis. Harus seperti ini dulu supaya Ronald tahu kalau Sonya menderita dan percaya dengannya. Harus menangis dulu di saat Sonya adalah wanita yang tegar. Dia bahkan tidak peduli dengan cinta.
"Kamu kenapa, honey?" tanya Ronald ketika melihat Sonya menangis seperti anak manja.
Tahukah Dad, Sonya tidak semanja yang kalian pikir tetapi kalian selalu memanjakan Sonya.
"Dad, jika harus menikah, apa Daddy akan rela aku menikah dengan lelaki yang tidak mencintaiku?" tanya Sonya dengan wajah sedihnya.
"Itu pilihanmu sayang, Daddy tidak memaksa kamu menikah dengannya, kalau dia tidak baik, tinggalkan saja! Daddy akan mendukung apapun yang kamu suka," ucap Ronald menghapus air mata Sonya dengan jempolnya. Sonya anak satu-satunya. Ronald tidak pernah ingin melihat air mata keluar dari mata Sonya.
"Kalau Sonya tetap di Jakarta, dia pasti akan terus mencari Sonya, Dad! Sonya kerja di Brunei saja, boleh Dad?" tanya Sonya masih dengan menangis. Sudah lama Sonya ingin merasakan jauh dari orang tuanya. Walau dia sayang tetapi Sonya juga ingin kebebasan.
"Tidak boleh! Daddy akan melindungi kamu, kamu tidak boleh jauh dari Daddy dan Mommy, jodoh kamu juga tidak boleh jauh," ucap Ronald yang membuat Sonya patah hati.
Sebenarnya Sonya selalu patah hati menghadapi Ronald daripada menghadapi cintanya. Menghadapi Ronald adalah selalu yang membuat Sonya lemah.
Ketika Ronald bilang tidak boleh maka tidak boleh. Apalagi Martin yang akan mendekatinya dan menjadikannya istri.
Lebih baik kubur saja keinginan itu. Makanya Sonya tidak pernah ingin mengenal cinta.
Sonya kembali diam di dalam mobil bersama Ronald, dia kembali tidak bersemangat. Terkadang Sonya merasa kalau jodohnya sudah ditentukan oleh Ronald. Terserahlah!
"Kamu kenapa sayang?" tanya Nara saat melihat wajah cemberut Sonya.
"Sonya patah hati Mom, ternyata Jonathan selingkuh di belakangnya," ucap Ronald yang membuat Sonya malas mendengarnya.
Aku itu sakit hati sama Daddy! Dasar tidak pernah mengerti.
"Benar Mom! Sonya tidak mau ketemu dia," ucap Sonya kembali ke kamarnya.
__ADS_1
Huuhhh … percuma menangis asli, tahu seperti ini tadi pakai saja Insto. CK!
Sonya sedari tadi memang menonaktifkan ponselnya. Dia tidak ingin bicara dengan siapapun saat ini. Sonya menghela nafasnya.
"Meskipun aku dan Martin pacaran, pasti Daddy juga tidak suka, tidak mungkin aku diizinkan pacaran dengannya, malah kalau aku beritahu pasti Daddy akan menentang," gumam Sonya di dalam kamarnya.
Sonya tahu betul rasa sayang kedua orang tuanya sangat besar. Dia hanya anak satu-satunya. Jadi apapun selalu di atur, yang mana boleh dan yang mana tidak boleh.
Nara masuk ke dalam kamar Sonya. Mereka pikir saat ini Sonya sedih karena Jonathan padahal Sonya sama sekali tidak peduli.
"Honey, kamu sudah makan?" tanya Nara mengelus rambut panjang Sonya.
"Sudah Mom," jawab Sonya dengan senyumnya. Sonya melingkarkan tangannya pada perut Nara.
"Mom, coba kalau Sonya ada adik," ucap Sonya dengan matanya yang berkabut.
"Kenapa sayang, kamu sedih sendirian di rumah, kamu merasa kesepian?" tanya Nara sambil melihat wajah Sonya yang sedih. Sonya mengangguk.
"Mommy dan Daddy yang kesepian," jawab Sonya dengan senyum kecutnya.
Sonya menunduk. Bahkan cintanya belum mekar dengan Martin sudah kandas lebih dulu.
Sonya bahkan tidak mampu bersuara kalau dia punya kekasih warga negara lain. Mereka pasti sedih dan Sonya tidak ingin melihat orang tuanya sedih.
"Ya Mom, Sonya sayang kalian," ucap Sonya mengeratkan pelukannya.
Bagaimana Martin? Kalau dia menjalin hubungan dengan Martin tapi tidak mungkin kan Martin serius dengannya. Pasti hanya cinta biasa saja.
Setelah Nara keluar, Sonya mengaktifkan ponselnya dan banyak sekali pesan Martin dan Jonathan.
"Darimana saja honey, dari tadi aku menghubungimu, kenapa ponselmu selalu kamu matikan di saat aku sedang merindukanmu," ucap Martin kesal.
Laki-laki ini mirip Daddy, cerewet sekali! Pusing aku mendengarnya.
__ADS_1
"Honey, kamu benar cinta denganku?" tanya Sonya mengalihkan apa yang Martin tanyakan.
"Kamu pikir aku main-main atau karena aku tidak menunjukkan keseriusanku makanya kamu selalu bertanya seperti ini?" tanya Martin tegas.
"Bukan seperti itu honey, kita juga baru kenal. Aku hanya bertanya, mana mungkin kan cinta sedalam itu, benar kan?" tanya Sonya memastikan.
"Aku tidak mengerti apa yang kamu tanyakan, honey! Yang jelas aku serius dan aku tidak main-main," jawab Martin tegas.
Bagaimana ini?
"Honey, kamu anak ke berapa?" pertanyaan aneh Sonya. Oh apa karena Sonya ingin serius makanya dia bertanya detail seperti ini.
"Anak ke tiga, honey! Kenapa?" tanya Martin penasaran.
"Wah rumahmu pasti ramai sekali," ucap Sonya dengan senangnya. "Honey, besok kamu jadi kan ke Indonesia. Bisa tidak kalau kerjasama dengan Daddy, kamu katakan untuk aku yang mengurus, jadi aku sering keluar menemuimu," ucap Sonya membujuk Martin.
"Kiss dulu!" Martin tertawa, Sonya pun tertawa mendengarnya.
"Kalau ketemu nanti ya sayang, kamu rindu aku tidak?" tanya Sonya.
"Rindu, makanya aku ke sana, nanti kita ketemu terus, kamu sabar honey!" Sonya mengangguk.
Meski dia tidak tahu cinta seperti apa yang akan membawa mereka, Sonya akan menjalaninya dulu. Toh, mereka pasti akan lelah sendiri dan tahu kalau Sonya bukanlah wanita yang tepat untuk mendampingi mereka.
Aku tidak seperti yang lain Martin, orang tuaku tidak akan pernah setuju aku pergi jauh dari mereka.
"Aku sudah memutuskan hubungan dengan Jonathan, tidak sulit ternyata, aku pikir malah sulit sekali." Sonya bercerita dengan Martin karena saat ini temannya bercerita hanya Martin.
"Baguslah! Lain kali kamu jangan sembarangan berteman, honey! Tidak banyak orang yang tulus saat ini," ucap Martin yang dibenarkan oleh Sonya.
"Honey, aku rindu kamu! Mana Kissnya, kamu sama sekali tidak berterima kasih aku kirimkan bunga," lanjut Martin yang terus-terusan merindukan Sonya.
"Iya aku juga rindu, muaaah!!!"
__ADS_1
Ronald mendengar anaknya dari balik pintu, Ronald kira Sonya sedang menangis ternyata sudah baikkan dengan Jonathan. Padahal tadi menangis. Ronald hanya mendengar Sonya yang rindu tanpa mendengar yang lain sebelumnya.
To Be continued ….