
"Kamu mau bawa aku kemana Martin?" tanya Sonya saat Martin sudah membawa Sonya menjauh dari Lembang. Entah kemana kali ini Martin membawa Sonya tetapi Sonya mulai resah, apalagi di dalam mobil. Martin sibuk sendiri dengan ponsel dan laptopnya. Dia juga sibuk berbicara dengan rekan bisnisnya.
Martin sedang sangat sibuk sekali saat ini, tetapi Sonya membuat Martin terpaksa terbang ke Indonesia hanya untuk memaksa kebersamaan mereka. Martin bukan lelaki playboy yang punya banyak waktu dengan banyak wanita. Selama ini itu hanya kamuflase agar orang tahu sosok Martin tetapi itu semua bukanlah dirinya.
Saat Martin ingin serius dengan Sonya dan menjalani biduk rumah tangga yang sesungguhnya. Sonya malah ingin pergi, itu menyakitkan sekali bagi Martin.
"Hotel, honey! Kamu tidurlah kalau lelah atau kamu lapar?" tanya Martin mencari sesuatu di dalam mobilnya dan untung sekali, mobil Martin selalu siap roti. Martin pun memberikannya pada Sonya. Sonya mengambilnya karena memang dia sangat lapar sekali, dari pagi dia belum makan dan terpaksa harus ikut Martin karena dipaksa.
"Martin, aku mau pulang!" Sonya melirik Martin yang seolah tidak peduli dengan keinginan Sonya. Cukup sudah! Ini melelahkan sekali dan Martin sudah tidak ingin bermain-main.
"Kamu kenapa honey? Sekarang aku tanya padamu, apa salahku?" tanya Martin dengan tegas dan Sonya tidak bisa menjawab. Martin tidak punya salah apapun. Sonya hanya berpikir ulang untuk bersama Martin karena mereka beda negara.
"Tidak ada, aku hanya tiba-tiba tidak suka denganmu dan ingin berhenti mencintaimu," ucap Sonya dengan santainya.
Gila! Santai sekali Sonya berkata seperti itu. Sonya pikir sedang bicara dengan siapa saat ini. Sonya sama sekali tidak menghargainya sama sekali.
"Ingin berhenti mencintaiku?" tanya Martin mencengkram dagu Sonya dengan lembut dan menempelkan jempolnya pada bibir Sonya.
"Ya," jawab Sonya dengan tegas dengan menatap Martin dengan tajam.
"Alasannya? Kamu gak bisa asal ngomong seperti ini honey, kamu pikir apa perasaanku selama ini padamu," ucap Martin mengecupi kasar bibir Sonya. Geram sekali melihat tingkah Sonya saat ini.
"Martin, aku tidak bisa ikut denganmu, aku tidak bisa tinggal di istanamu, kita tidak akan pernah bisa bersatu karena aku tidak bisa menuruti kemanapun kamu pergi, kamu tahu itu?"
Berat bagi Sonya tetapi keputusan ini sudah final, andai saja ada yang mengerti bagaimana Sonya berjuang melawan perasaan cintanya.
__ADS_1
"Hanya itu alasannya, sungguh konyol sekali honey, kamu pikir aku akan menerima alasan konyol seperti itu, tidak!" Dengan tegas Martin menolak semua yang diinginkan Sonya. Mereka pun sampai di hotel Bandung. Martin akan menghukum Sonya lebih dulu dan membuat Sonya menyerah. Martin menggenggam kuat tangan Sonya untuk masuk ke dalam kamar.
"Aku tidak mau, Martin!"
"Sayangnya, kamu tidak bisa tidak mau, honey! Ada yang akan aku tunjukkan padamu!" Martin naik lift dengan Sonya menuju kamar paling atas dan paling mewah di hotel ini.
"Aku tidak mau masuk!" Sonya mengibaskan tangannya dan Martin memeluk Sonya dari belakang, mendorongnya masuk ke kamar.
OMG! Sonya terperanga saat masuk ke dalam kamar. Martin sengaja ingin membuatnya malu.
"Apa maksud semua ini?" tanya Sonya menunjuk fotonya yang dicuci oleh Martin dan ditempelkan di seluruh dinding kamar hotel. Foto Sonya yang berpose sangat sexy dan menggoda. Martin duduk melihat reaksi Sonya yang kacau karena melihat semua ini. Satu persatu fotonya dia ambil dan dia sobek.
Gila sekali kelakuan Martin.
"Sobek saja, honey! Aku masih banyak simpanannya dan akan aku sebarluaskan jika kamu tidak mau menikah denganku," ancam Martin yang membuat Sonya gemetar.
"Honey, kamu masih bertanya apa yang aku inginkan setelah semua yang aku lakukan padamu?" Bagaimana bisa Sonya tidak peka seperti ini, dia hanya ingin Sonya menjadi istrinya. Cukup itu saja! Martin bukan orang kampungan yang akan melarang Sonya bertemu dengan keluarganya.
Ini tidak masuk akal, apalagi zaman modern seperti ini dilengkapi dengan teknologi canggih. Semua kerinduan bisa melalui apapun.
"Aku hanya minta kamu menikah denganku, mau atau tidak mau! Minggu ini akan ada pesta di negaraku dan aku mengundang kamu dan keluargamu untuk datang, ini hanya pesta honey, hanya pertemuan biasa, selanjutnya aku dan keluargaku akan melamarmu," ucap Martin dengan gilanya.
Tambah takut Sonya dengan tingkah Martin saat ini.
"Kalau aku tidak mau?" tanya Sonya yang sekali lagi menantang Martin.
__ADS_1
"Kamu bisa menolak kalau mau membuat keluargamu malu, aku masih punya foto kita berdua di Inggris dan akan aku buat gosip tentang kita, aku tidak akan malu karena mudah saja bagiku mengatakan kalau kamu tunanganku," ucap Martin dengan seringainya.
"Aku tidak bisa Martin, kenapa kamu tidak mau sekali mengerti, aku tidak siap menikah denganmu, aku tidak mau kehilangan orang tuaku dan aku tidak mau jauh dari mereka!"
"Bagaimana yang dipikirkan mereka? Apa sama sepertimu atau ini hanya alasanmu menolakku?" tanya Martin dengan sinis.
Nyatanya orang tuanya tidak pernah mempermasalahkan tetapi Sonya berasumsi sendiri.
"Martin, tolonglah lepaskan aku!"
"SONYA!" teriak Martin, kali ini Sonya begitu menyebalkan. Martin sampai lepas kendali dan harus berteriak karena kesalnya.
"Jangan sampai aku berbuat lebih jauh dari ini, honey! Aku bisa melakukan apapun yang aku mau dan aku tidak suka sesuatu yang aku sukai tidak bisa aku miliki," ucap Martin dengan mencengkram dagu Sonya kuat.
"Jangan pernah acuhkan telpon dan pesanku, kamu membuat aku gila seminggu ini! Mengerti?" Sonya menelan salivanya. Sonya pun melirik pintu kamar hotel dan mencari celah untuk kabur meninggalkan Martin. Deru nafasnya memburu dan ketika Martin sedang mengangkat telpon. Sonya dengan cepat melepas sepatu tingginya dan berlari ke pintu. Sayangnya Martin sadar dan langsung mengejarnya. Belum sampai pintu Martin sudah menangkap Sonya dan menghempaskannya di ranjang.
"Apa kita harus bercinta dulu, baru kamu mau menjadi istriku?" tanya Martin sambil membuka kemejanya dengan cepat dan menunjukkan otot-otot tubuhnya yang kencang. Sonya menyilangkan tangannya karena takut dengan aura Martin yang berhasrat saat ini.
Martin mengikat tangan Sonya di ujung ranjang dan membukam mulut Sonya dengan plester.
Sonya menangis sejadi-jadinya, dia takut Martin menodainya tetapi Martin hanya diam sambil melihat kelakuan gila Sonya.
Kenapa dia harus mencintai wanita seperti ini? Kenapa Sonya tidak menerimanya saja dan hubungan mereka tidak akan sesulit ini.
"Aku ingin sekali memilikimu saat ini juga, honey! Kamu begitu mengesalkan sekali," ucap Martin sambil membuka plester mulut Sonya dan menunjukkan sesuatu pada Sonya yang membuat Sonya menggeleng.
__ADS_1
"Jangan lakukan itu, aku mohon!" pinta Sonya tetapi sudah terlambat. Martin sudah mengirimkan pada Ronald dan bersiaplah Sonya untuk menikah dengan Martin karena foto itu. Jelas Ronald akan menikahkan Sonya dengan cepat.
To Be Continued ….