Stop Loving You

Stop Loving You
Hadiah Sebelum Pulang


__ADS_3

Setelah menikah dengan Martin, Sonya selalu ikut kemanapun Martin pergi, Martin juga tidak mau meninggalkan istrinya, setiap acara Sonya selalu ikut, dia selalu ada di dekat Martin.


Malam ini seperti biasanya, Martin pasti menyalurkan hasratnya pada sang istri tercinta. Sonya tidak bisa menolak karena memang dia harus melayani suaminya dengan benar.


Padahal mereka baru selesai dari pesta teman Martin yang menikah hari ini, tetapi Martin mengajaknya bercinta, lelah tetapi tidak bisa mengatakan pada suaminya.


"Honey, sudah satu bulan aku tidak pulang ke Indonesia, aku merindukan Daddy dan Mommy, boleh aku pulang?" tanya Sonya dalam pelukan Martin. Sonya berharap sekali, Martin memberikannya kesempatan sehari untuk pulang.


"Kapan kamu ingin pulang?" tanya Martin sambil menciumi kening Sonya.


"Kapanpun kamu mengizinkan," jawab Sonya dengan senyumnya. Martin berpikir keras, sepertinya bulan ini dia sangat sibuk dan tidak mungkin bisa menemani Sonya pulang.


"Kalau bulan depan?"


"Lama sekali, aku bisa sendiri pulang," ucap Sonya dengan senyumnya.


"Tetapi bulan ini kamu sibuk menemaniku, Honey!" Martin mengelus wajah Sonya dan melihat bibir Sonya yang mungil. Martin sudah terlalu candu dengan tubuh istrinya, tidak sehari pun Sonya tidak melayani Martin. Sonya hanya tidak melayani kalau dia sedang periode.


"Apa aku harus ikut?" tanya Sonya dengan matanya yang berkabut. Martin mengangguk dan mencium leher Sonya.


"Kalau kamu jauh dariku, aku tidak bisa, Honey! Aku terlampau sangat mencintaimu," ucap Martin dengan senyumnya. Sonya pun tersenyum simpul dan mengangguk mengerti.


Martin menyelimuti Sonya dan mereka tidur dengan berpelukan. Setelah melihat Martin yang benar-benar tertidur, Sonya mengambil ponselnya dan masuk ke dalam toilet.


Mommy, Sonya merindukan Mommy dan Daddy.


Pesan yang dikirim Sonya untuk Nara. Nara pun merindukan Sonya, tetapi Sonya sekarang sudah punya suami, Nara tidak boleh egois dan harus puas hanya video call saja.


Nara menghubungi Sonya yang ada di dalam toilet. Sonya menyambutnya dan berbicara pelan sekali. Takut Martin bangun dan marah dengannya.


"Kamu lagi di mana, Sayang?" tanya Nara melihat Nara yang sepertinya sedang mandi. Sonya sengaja masuk bathtub agar Martin tidak curiga. Menghidupkan shower agar suara telpon tidak terdengar keluar.

__ADS_1


"Mom, aku ingin pulang, aku merindukan kalian," ucap Sonya dengan lirih.


"Martin sibuk sekali, aku tidak bisa pulang, aku ingin masakan Mommy," ucap Sonya dengan lembut.


"Memangnya Mommy tidak merindukan Sonya?" tanya Sonya dengan senyum getirnya.


Nara ingin menangis rasanya mendengar suara Sonya seperti itu. Padahal hidup bergelimang harta, menikah dengan Putra Mahkota tetapi Sonya justru tidak bahagia.


"Kapan Mommy datang berkunjung ke sini?" tanya Sonya dengan mengeluarkan buliran air matanya.


"Mommy juga belum bisa datang ke sana, Sayang! Kamu jaga diri ya, salam untuk suamimu," ucap Nara yang tidak sanggup lagi menahan air matanya. Nara menutup telponnya. Sonya menangis di dalam toilet karena merindukan orangtuanya. Sementara Martin mendengar apa yang dibicarakan Sonya di dalam toilet.


Saat Sonya keluar, Sonya terkejut sekali, ada Martin di depan pintu. Sonya memegang dadanya yang berdegup dengan kencang.


"Honey, kamu mengagetkanku," ucap Sonya dengan melipat bibirnya.


"Kamu betul-betul ingin pulang?" tanya Martin dan dijawab anggukan oleh Sonya.


"Ya sudah! Pulanglah besok, aku tidak ingin melihat kamu menderita, nanti aku jemput setelah dua hari, kamu bahagia?" tanya Martin dan Sonya langsung menghambur masuk ke dalam pelukan Martin.


"Honey, terima kasih! Aku sayang kamu," ucap Sonya menciumi bibir Martin dengan sangat lembut. Martin menggendong Sonya dan Sonya menjerit karena tiba-tiba sekali. Martin menggendongnya sampai ke ranjang.


"Tetapi ada syaratnya Sayang," ucap Martin dengan senyum nakalnya.


"Apa?" tanya Sonya tidak sabaran.


"Dia hari kita tidak bertemu, kamu harus membalasnya malam ini," ucap Martin membuka bathdrobe yang digunakan Sonya dan langsung terlihat tubuh Sonya yang polos, padahal mereka baru selesai bercinta tadi.


Martin meraup bibir Sonya dengan begitu lembut sambil tangannya bergerilya pada bukit kembar Sonya, ketika puas dengan bibir itu, Martin turun ke bawah dan menyalurkan kembali hasratnya, membuat Sonya meremang dan menikmati setiap sentuhan yang diberikan Martin.


Sampai ke bagian bawah, bibir itu mulai lebih liar lagi, membuat Sonya meringis dan menutup matanya. Martin paling bisa membuat Sonya melayang. Sampai akhirnya Martin memenuhi ruang kosong dalam tubuh Sonya. Menatap mata Sonya dengan penuh cinta dan bibir yang setia berdekatan dengan bibir Sonya.

__ADS_1


Tidak henti-hentinya Sonya mendesah saat Martin mempercepat laju permainannya. Sonya berpindah posisi ke atas dan membuat Martin semakin menggila, tempo percintaan mereka bertambah malam ini, peluh keringat bercucuran.


"Kamu membuat aku tidak rela, untuk meninggalkanmu sendirian, Honey!" Martin kembali meremat gundukan itu dengan gemasnya. Sonya pun tersenyum nakal. Malam ini apa pun keinginan Martin dan berapa kalipun yang Martin inginkan, dia akan memberikannya.


"Aku tidak lama, dua hari aku akan pulang, kita bisa bersama lagi," ucap Sonya menciumi bibir Martin dengan begitu sensualnya.


"Dua hari itu lama untukku, Honey! Kalau saja aku tidak sibuk, aku ingin mengajakmu liburan, maafkan aku! Kita masih belum sempat Honeymoon, apa kamu sedih?" tanya Martin masih sambil naik turun menikmati tubuh istrinya.


"Tidak, setiap hari bersama kamu, itu sudah cukup untukku," ucap Sonya dan kali ini mereka mendapatkan pelepasan bersama, Martin membasahi rahim Sonya, Sonya sudah telat seminggu, seharusnya dia sudah periode, tetapi ini belum. Martin sangat yakin kalau Sonya sedang hamil saat ini.


Tubuh Sonya masih bergetar menikmati permainan yang begitu panas malam ini, tetapi Martin belum puas mengingat Sonya dua hari meninggalkannya. Martin hanya berhenti sesaat dan mulai bermain lagi, Sonya pun melayani Martin dengan senyum dan penuh cinta. Tidak terasa rasa lelah sehabis bercinta membuat mereka pagi ini bangun telat.


Pagi ini Sonya terpaksa bergegas karena dia sudah akan terbang ke Indonesia.


"Honey, aku pulang, ya! Kamu kerja yang rajin, love you!" Sonya mendekatkan bibirnya dengan bibir Martin dan sebelum berpisah melepas rindu terlebih dahulu.


Sonya melambaikan tangannya pada Martin. Di dalam pesawat. Sonya sendirian, dia mulai berpikir tidak ingin lagi kembali dengan Martin. Hidup dengan Martin begitu terkekang.


Sonya tidak punya hak kemanapun, Martin selalu melarangnya ini dan itu, bagaimana lagi Sonya mendapatkan kebahagiaannya kalau Martin begitu erat memeluknya.


Tetapi bagaimana cara Sonya pergi dari kehidupan Martin kalau bodyguard Martin selalu mengikuti Sonya.


Sebelum berangkat, Martin mengirimkan pesan untuk Sonya.


Semoga liburanmu menyenangkan, Honey. Aku akan menjemputmu dua hari lagi, Aku cinta kamu!


"Aku juga mencintaimu, tetapi kehidupanmu begitu mengerikan untukku, Martin!"


To Be Continued ….


Maaf ya, Madamme novel ini tidak bisa sering-sering update. Semoga kalian suka.

__ADS_1


IG Madammeyellow.


__ADS_2