Stop Loving You

Stop Loving You
Nara's Pregnancy


__ADS_3

"Jadi yang menyebabkan Mama seperti ini, Kakak dari wanita selingkuhan Papa yang pernah Mama siram wajahnya dengan air keras?" tanya Monica yang masih belum percaya, dia juga mengalami peristiwa naas seperti ini. Untung saja dia banyak uang jadi dia sudah mempunyai janji dengan dokter kulit untuk membuat wajahnya kembali.


"Iya Ma, sekarang Mama sudah mendapatkan pelajaran, Ronald pikir sudah saatnya Mama berhenti, Mama terlalu kejam, bahkan dengan Nara saja Mama belum minta maaf dengan sungguh-sungguh," ucap Ronald mengingatkan Monica. Monica hanya diam dan memikirkan apa yang Ronald katakan, mungkin benar semua ini adalah Karma baginya. Sedangkan Christin hanya mendengarkan Ronald dan Monica bercerita sambil melihat media sosial Rangga.


Sebentar lagi Rangga akan menikah, dia sudah tidak ada kesempatan pasti bersama dengan Rangga. Tiba-tiba Christin masuk ke dalam kamarnya, nomor ponsel Rangga masih Christin ingat dengan jelas. Christin melipat bibirnya dan menghubungi Rangga, salahkah dia menghubungi mantan kekasihnya.


Baru tersambung berapa detik, Christin langsung memutuskan panggilannya.


"Apa yang kamu pikirkan Christin? Lihat wajahmu sekarang, tidak mungkin Rangga mau kembali padamu dengan wajah jelekmu seperti ini," gumam Christin sendiri di dalam kamarnya.


Tiba-tiba Rangga menghubunginya kembali. Gila! Secepat itu Rangga menghubunginya.


"Halo," ucap Rangga dengan lembutnya, dia masih ingat sekali dengan nomor Christin, dia tidak pernah mengganti nomornya dan sudah lama Rangga berharap Christin menghubunginya.


"Apa kabar?" lanjut Rangga yang tahu kalau Christin mendengarkan suaranya. "Aku dengar kamu masuk rumah sakit, bagaimana dengan wajahmu?" tanya Rangga yang ternyata tahu semua tentang Christin.


Christin menutup mulutnya dengan tangan. Rangga ternyata memperhatikannya.


"Kabarku baik, aku hanya ingin mengucapkan selamat padamu," ucap Christin dengan lembut. "Kamu pasti bahagia dengan pernikahanmu," lanjut Christin dengan lirih. Rangga hanya diam dan tersenyum dari jauh.


Bahagia adalah yang tidak akan mungkin dia rasakan kalau bukan bersama dengan Christin.


"Rangga, maafkan aku! Aku hanya ingin menjalani hidupku normal, mungkin aku pernah salah denganmu dan sekarang aku sudah mendapatkan balasan, aku menyadari bagaimana sakitnya kamu dulu, aku mohon agar kamu tidak mempunyai dendam denganku," ucap Christin dengan lembutnya.


Ya dia akan mengikhlaskan Rangga, dia ingin menjalani hidupnya yang normal, menemukan laki-laki yang memang mencintainya dengan tulus.


"Berbahagialah, aku tidak pernah marah denganmu," balas Rangga. Christinpun menutup telponnya dan menangis pilu.


Ya hidupnya tetap harus berjalan, saat ini Rangga sudah menemukan cintanya dan sekarang sudah waktunya Christin memulai kembali hidupnya.


Seminggu kemudian operasi dilakukan. Monica dan Christin melakukan operasi bersama, Christin meminta pada dokter kulitnya agar wajahnya sedikit berubah. Dia ingin Axel tidak mengenalinya nanti. Dia juga ingin memulai dengan wajah baru karena terlalu banyak yang menyakitkan dengan wajah lamanya.


Sedangkan Nara hari ini begitu tidak bernafsu keluar rumah karena seharian dia mual-mual hebat dan membuat Ronald sangat gelisah melihat Nara yang seperti ini.


"Honey, aku tidak mau makan, aku tidak selera dengan makanan yang kamu bawakan ini," ucap Nara dengan manjanya.

__ADS_1


"Tetapi kamu banyak mengeluarkan makanan dari mulutmu, honey! Perutmu kosong sekarang," jawab Ronald, Ronald tidak mau tahu, pokoknya Nara harus makan. Dengan telatennya Ronald menyuapi Nara dan yang terjadi, Nara kembali muntah.


"Aku sudah katakan, honey! Itu tidak enak, kamu tetap memaksa," ucap Nara menangis sambil muntah di wastafel. Kali ini Ronald mengaku salah.


"Maafkan aku, honey!"


Tok … Tok …


Ronald membuka pintu cepat.


"Tuan, di bawah ada Dokter Satria," ucap Sumi. Pelayan rumah Ronald.


"Langsung ke atas saja, Nara tidak bisa bangun, maunya tidur dari tadi, muntah terus. Aku jadi bingung," ucap Ronald menyugar rambutnya.


"Hamil mungkin Tuan," ucap Sumi menebak.


Kenapa aku tidak berpikir ke sana? Jelas saja Nara hamil kalau aku terus menggempurnya.


Tiba-tiba Ronald tertawa sendiri membuat Sumi bingung dengan kelakuan Tuannya. Rasa bahagia tiba-tiba menyelimuti hati Ronald. Dia akan menjadi seorang ayah.


Oh Tuhan … secepat itu kamu memberikan kebahagian untukku.


"Kenapa dengan istrimu?" tanya Satria melihat wajah cantik istri Ronald yang tidur sambil meremat tangan Ronald dengan erat.


"Dia muntah dari pagi tadi, makan juga tidak selera," ucap Ronald memberitahukan kondisi Nara pada Satria.


Satria pun memeriksa Nara dan setelah mendapatkan hasilnya. Satria tersenyum sambil melihat Ronald.


"Sepertinya istrimu hamil, untuk lebih pastinya, bawa saja ke rumah sakit, kita akan melakukan USG, untuk melihat perkembangan janinnya," ucap Satria yang membuat Ronald bahagia bukan main.


Nara hamil? Ya Tuhan dia akan menjadi seorang Ayah dari wanita yang sangat dicintainya.


Setelah kepulangan Satria, Ronald memeluk Nara dengan sangat erat dan berbisik pada Nara yang sedang tidur.


"Honey, kamu akan menjadi seorang Mommy cantik," ucap Ronald dengan tawanya yang bahagia.

__ADS_1


"Apa honey?" tanya Nara yang tidak jelas apa yang Ronald katakan.


"Kamu akan menjadi Mommy," ucap Ronald sekali lagi.


"Bohong!"


"Serius honey, kita ke rumah sakit sekarang," ucap Ronald dengan semangatnya.


Nara yang tadi pusing bukan main tiba-tiba semangat dan langsung mengganti pakaiannya. Dia semangat sekali bertemu dengan dokter kandungan meski sedang mual hebat.


Sesampainya di rumah sakit, dokter melakukan pemeriksaan dan benar sekali. Nara sedang mengandung empat Minggu.


"Honey, aku hamil," ucap Nara menangis sambil memeluk Ronald dengan manjanya.


"Iya sayang, kamu hamil. Aku bahagia sekali mendengarnya," ucap Ronald terharu.


Tuhan mengirimkan kebahagian yang bertubi-tubi untuknya, dia menikah dengan wanita yang selama ini dicintainya, Nara hamil dan Mamanya yang selama ini membenci Nara akhirnya sadar dan sudah meminta Nara memaafkannya dengan tulus.


Selama Nara hamil, Nara manja sekali dengan Ronald. Pergi kerja tidak boleh, makan mau di suapi Ronald. Kalau Ronald kerja, Nara pasti menangis. Cengeng sekali.


"Lama tidak kerjanya?" tanya Nara dengan air mata yang berderai bagai anak kecil yang tidak mendapatkan permen lollipop.


"Sebentar honey, sore aku sudah pulang! Kamu mau makan apa?" tanya Ronald yang selalu membawa makanan ketika pulang untuk istrinya.


"Sate ayam," ucap Nara langsung.


"Tidak sate, yang lain!" Ibu hamil tidak baik makan sate, Ronald tidak suka.


"Martabak manis saja, honey!"


"Oke, pergi dulu ya honey, jaga anak kita baik-baik, love you," ucap Ronald sambil menciumi perut Nara dengan lembut lalu mendaratkan kecupan di kening dan bibir Nara.


"Love you too, jangan nakal ya!"


Nara tertawa dan melambaikan tangannya pada Ronald. Ronald pun menggosok pelan rambut Nara dengan lembut.

__ADS_1


Sayang sekali Ronald dengan wanita ini.


To Be Continued ….


__ADS_2