Stop Loving You

Stop Loving You
Stop Loving You


__ADS_3

Tidak lama berselang, Nara kembali mengalami pendarahan hebat. Kali ini Ronald begitu takut, begitu gemetarnya. Bahkan dokter sangat sangsi Nara bisa bertahan hidup. Kalau Nara meninggalkannya. Bagaimana hidup dia dan Sonya.


Kamu dari dulu sangat kejam denganku, honey! Kamu tidak pernah membiarkan aku membahagiakanmu sebentar saja.


Tangisan Ronald pecah. Nara benar-benar dalam kondisi kritis saat ini. Jantung Ronald bahkan ikut lemah karena mendengar kabar detak jantung Nara mulai melemah. Rasanya Ronald ingin menggantikan Nara tetapi semua itu tidak mungkin kan!


"Ada apa dengan Kak Nara, Kak?" tanya Christin yang turun dari kamar Nara, dia mendengar kabar Nara kembali masuk meja operasi. Ronald hanya diam dan menghapus air matanya. Biarlah dia dikatakan cengeng tetapi ini benar-benar sangat menghancurkan hatinya.


"Nara kritis," ucap Ronald lirih. Suaranya bahkan terdengar sangat serak karena menahan emosinya yang tidak bisa dia luapkan. Ingin dia menjerit memberikan semangat pada istrinya agar berjuang. Mereka masih membutuhkan Nara.


Tuhan tolong jangan ambil istriku. Jangan biarkan aku berhenti mencintainya karena sungguh aku tidak bisa hidup tanpa dirinya.


Ronald menunduk, ingin pasrah rasanya tapi Nara pun sedang berjuang di meja operasi.


Dokter keluar dengan cepat.


"Bapak Ronald!" Dokter mendekati Ronald yang sedang kalut saat ini, jantungnya berdegup kencang, takut sekali mendengar apa yang ingin dokter katakan.


Jangan katakan kalau Nara sudah tiada, sungguh aku bisa mati mendengarnya.


"Rahim Ibu Nara harus diangkat, Ini menyangkut keselamatan Ibu Nara, Silahkan lengkapi dan tanda tangan berkasnya Pak, kita membutuhkannya secepatnya," ucap Dokter yang benar-benar menghancurkan hati Ronald. Bahkan Nara pasti akan menangis kalau tahu dia sudah tidak ada rahim lagi.


Bukankah penting bagi wanita punya rahim? Tetapi hidup Nara lebih berharga saat ini, mereka sudah punya Sonya, sudah cukup bagi Ronald. Meski Nara tidak akan lagi bisa memberikannya keturunan tetapi Ronald bahagia melihat Nara hidup.


"Kak, cepatlah!" seru Christin membuyarkan lamunan Ronald yang terdiam mendengar apa yang dokter katakan. Dengan cepat Ronald melengkapi semua yang Nara butuhkan.


Sudahlah! Asal kamu masih hidup, honey! Apapun akan aku lakukan untukmu.


Kali ini Ronald terdiam, menunggu operasi diluar ruangan. Christin terus saja menemani Ronald.


"Kak, berdoa saja. Kak Nara baik-baik saja, dia juga sedang berjuang," ucap Christin menenangkan.


Ronald mengangguk. Dia hanya kalut saat ini, sungguh banyak sekali cobaan yang Tuhan berikan untuk keluarga kecil mereka.

__ADS_1


Monica menyusul karena mendengar kabar Nara kritis dari Christin. Sedih sekali cucunya, baru saja dilahirkan sudah kehilangan ibunya, Monica entah kenapa merasa sangat takut. Dia pernah sangat berdosa dengan Nara, bahkan belum pernah minta maaf dengan sesungguhnya dan sekarang mereka harus dipisahkan dengan kondisi seperti ini.


"Nara bagaimana Ronald?" tanya Monica duduk di samping Ronald dengan mengatur nafasnya.


"Rahimnya diangkat Ma, nanti Mama jangan mengejek Nara lagi, dia tidak bisa punya anak lagi," ucap Ronald pelan dan senduh. Ini sangat menghancurkan hatinya tetapi dari awal Ronald sudah peringatkan pada Mamanya yang selalu lancar kalau berbicara.


"Ya Tuhan, Nara! Kamu yang sabar Ronald, Mama tidak akan mengejek istrimu, Mama sudah tidak seperti dulu lagi," ucap Monica turut bersedih. Dengan kata lain, Nara akan menjadi wanita tanpa rahim selamanya.


Tidak pernah ada wanita yang sanggup menerima itu.


Setelah menunggu berapa jam akhirnya operasi selesai. Nara masih tidak sadarkan diri. Kembali Nara dibawa ke ruangan pemulihan untuk melihat hasil dari operasi dan melihat apakah akan terjadi pendarahan lagi.


Selama di ruang pemulihan, Nara sama sekali tidak bangun dan ini sudah tiga hari. Tidak mungkin membiarkan Sonya tanpa ASI. Ronaldpun meminta pihak rumah sakit untuk menyiapkan ASI. Banyak sekali sekarang yang menjual ASI. Tidak masalah bagi Ronald membayar berapapun, asal anaknya mendapatkan ASI yang berkualitas.


Itu pesan Nara dan Ronald akan menurutinya.


Sampai sebulan setelah Nara di ruang perawatan. Nara masih tidak sadarkan diri. Nara koma, sungguh Ronald harus bolak balik ke rumah melihat istri dan anaknya.


"Sebenarnya kondisi Ibu Nara sudah baik tetapi kami juga bingung kenapa sampai saat ini, Ibu Nara belum bangun," ucap Dokter yang selalu mengecek keadaan Nara.


"Dokter, saya ingin merawat istri saya di rumah, bisa? Soalnya kasihan Sonya kalau ditinggal terus," ucap Ronald lirih.


Tidak semangat hidup Ronald tanpa kehadiran Nara.


"Saya juga akan membayar dokter dan perawat yang menjaga istri saya, itu tidak masalah bagi saya dokter," lanjut Ronald sambil melihat wajah teduh Nara yang tertidur.


Bangun honey! Kamu membuat aku ingin mati rasanya.


"Baiklah Pak Ronald, semua akan kita siapkan untuk perawatan Ibu Nara di rumah."


Hmmm … Mungkin kalau Nara mendengar suara tangis Sonya, Nara akan bangun. Tiap malam Sonya menangis, mungkin merindukan sosok ibunya.


Semua dilakukan dengan cepat dan Nara akhirnya dipindahkan ke rumahnya. Dirawat di kamar mewahnya dengan peralatan sangat lengkap. Ronald berani melakukan itu karena dokter sudah mengatakan kalau kondisi Nara sudah membaik. Hanya saja dia belum bangun.

__ADS_1


Bahkan ada kamar khusus untuk perawat yang menjaga Nara. Dokter setiap pagi dan sore akan datang mengecek keadaan Nara. Semua sudah terkontrol dengan baik.


Hingga malam tiba. Ronald pasti membawa Sonya ke dalam kamar Nara.


"Mommy, bangun sayang! Sonya rindu Mommynya, kamu tidak merindukan kami?" tanya Ronald dengan tegar dan tersenyum sambil menunjukkan wajah Sonya. Sonya minum ASI, dia membeli dari tempat yang memang terpecaya.


Ronald masih ingat pesan Nara untuk memberikan Sonya ASI.


Tiba-tiba ada air mata di sudut mata Nara. Ronald tidak kuasa melihatnya, dia tahu kalau Nara mendengar.


Apa kamu tersesat honey? Kamu terlalu lama bermimpi, pulanglah!


Terkadang Ronald menyembunyikan kesedihannya. Dia tidak ingin orang melihatnya lemah. Apalagi di depan anaknya. Setelah merawat Nara di rumah. Ronald pasti tidur di samping Nara. Memeluknya dan bercerita perkembangan Nara. Ronald percaya kalau Nara akan kembali lagi dan bangun dari komanya.


"Honey, Sonya sudah satu bulan sayang, kamu memang tidak kasihan denganku, dia tidurnya tidak nyenyak, kalau malam pasti bangun. Untung ada Christin di rumah," ucap Ronald mulai bercerita. Ronald menggenggam tangan Nara dengan lembut dan menciumnya sangat dalam.


"Kalau tidak bangun, bagaimana kita mau merayakan honeymoon kita," lanjut Ronald bercerita. Mereka bahkan belum membuat resepsi pernikahan. Rencananya setelah kelahiran Sonya. Christin dan Monica juga sudah kembali.


Seharusnya ini adalah waktu yang tepat.


"Kamu tidak takut, aku diambil orang," ucap Ronald kembali tersenyum palsu.


Kamu jahat honey! Sungguh kamu jahat, dari dulu kamu memang ingin aku berhenti mencintaimu.


To Be Continued ….


Follow IG Madammeyellow


Jangan lupa baca juga novel Madamme yang lain.


Selimut Tetangga di aplikasi K B M


Owner Of My Heart di aplikasi N O V E L M E

__ADS_1


Masih banyak novel yang akan Madamme keluarkan, ada yang baru nanti di noveltoon.


Enjoy!!


__ADS_2