Stop Loving You

Stop Loving You
Stay Overnight


__ADS_3

"Beb, tidur sini saja yah, badanku sedang tidak enak, kalau aku tidak punya teman tidur, rasanya tidak enak sekali," ucap Cantika dengan manja. Sonya menghela nafasnya. Pasti tidak akan dibolehkan oleh Ronald. Sonya tahu betul dengan sifat Daddynya yang keras itu.


"Tidak bisa Beb, kamu tahu sendiri kan. Kalau Daddy pasti tidak akan mengizinkan, waktu ke Bali saja, Javier yang meminta izin dan dia sama sekali tidak bertanggung jawab, aku sampai atau tidak di Jakarta. Dia malah sampai sekarang masih liburan di Bali," jawab Sonya dengan senyum kecutnya.


"Tolonglah Beb, katakan aku tinggal sendiri dan tidak ada yang mengurusku sakit, please! Coba dulu Beb," ucap Cantika memaksa Sonya.


Sonya menghela nafasnya dan mengambil ponselnya menghubungi Ronald.


"Honey, sudah jam berapa ini sayang, Mommy mencarimu, dia sudah menyiapkan makan malam untukmu," ucap Ronald setelah telpon itu tersambung. Sonya menggigit telunjuknya. Jelas pasti tidak diperbolehkan oleh orang tuanya. Sonya tahu betul.


"Dad, Cantika sakit, tubuhnya panas sekali, Kasihan kalau Sonya tinggal. Tidak ada orang di apartemennya dan dia hanya rawat jalan," ucap Sonya menggigit bibir bawahnya. Dia mencoba meminta izin, siapa tahu saja diperbolehkan kalau tidak ya sudah pikir Sonya, terpaksa dia pulang!


"Ya sudah honey, nanti Daddy katakan dengan Mommy dan besok kamu harus pulang, kamu perlu pakaian ganti sayang?" tanya Ronald yang jelas tahu kalau anak gadisnya tidak membawa pakaian saat ini.


"Pinjam baju Cantika saja, Dad. Baju Sonya juga ada yang tinggal di apartemen Cantika, tidak perlu lah! Makasih Daddy sayang, Sonya sayang Daddy dan Mommy," ucap Sonya dengan senyum bahagianya.


Tumben sekali, Daddynya tidak bertanya ini dan itu, biasanya cerewet seperti Martin.


Setelah telpon itu terputus, Cantika mendekati Sonya.


"Bagaimana Beb, boleh?" tanya Cantika dengan bahagianya.


"Iya boleh!" jawab Sonya malas. Sonya masuk ke dalam kamar Cantika dan langsung memilih pakaian tidur milik Cantika, karena malam ini juga sudah larut dan dia ingin berendam sebentar lalu tidur.


"Beb, baju tidur punya aku yang warna hitam, mana ya?" tanya Sonya saat melihat gaun tidur Cantika tidak ada miliknya padahal seingat Sonya, dia ada meletakkan gaun tidurnya ketika membeli bersama Cantika dan dia lupa membawanya pulang.


Cantika menggigit bibir bawahnya. Gaun tidur itu diambil Jonathan.


"Aku pakai waktu itu Beb, sobek karena Jonathan," jawab Cantika tertawa dengan anehnya. Sonya memanyunkan bibirnya.


"Ganti yah Beb," jawab Sonya menyunggingkan senyumnya.

__ADS_1


"Iya Beb, pakai punya aku yang lain saja, ada warna merah Beb, sexy sekali. Ayo kita berfoto setelah kamu mandi," ucap Cantika dengan semangatnya.


"Tunggu aku selesai mandi ya," jawab Sonya dengan senyumnya. Sonya sangat sayang dengan sahabatnya ini, dia tidak pernah berpikir kalau Cantika ternyata punya niat lain menjodohkannya dengan Jonathan yang jelas-jelas kekasihnya.


Setelah selesai mandi, Sonya keluar dengan rambutnya yang sudah kering dan gaun tidur super sexy dengan belahan gundukan yang menonjol, rambut Sonya yang bergelombang, panjang dan menjuntai terlihat sangat sexy sekali dipandang mata.


"Wow … awesome!" puji Cantika jujur. Memang wajar sekali kalau Jonathan lebih menyukai Sonya daripada dia. Herannya Cantika tidak cemburu sama sekali karena dari awal hubungan mereka memang semua tentang Sonya dan tentang uang. Cantika butuh uang dan Jonathan butuh Sonya. Tetapi mereka tidak menampik jika ada hubungan lebih dalam dari itu, itu kebutuhan Sonya dan Jonathan tanpa ada perasaan sama sekali. Murni hanya kebutuhan biologis saja.


"Ayo Beb!" Cantika mengambil ponselnya dan mengajak Sonya berfoto. Normalnya sahabat pasti akan melakukan ini setiap mereka bertemu dan foto Cantika dan Sonya juga sudah tidak terhitung jumlahnya, begitu banyak.


"Kirimkan ke ponselku," ucap Sonya setelah Cantika selesai mengambil beberapa pose cantik mereka.


Tanpa Sonya ketahui, Cantika mengirimkan fotonya berdua dengan Jonathan. Setelah itu Cantika juga mengirimkan pada Sonya.


Sedang Jonathan yang baru pulang kerja, seharusnya dia pulang ke rumah tetapi setelah tahu Sonya menginap di apartemen Cantika. Jonathan langsung membelokkan mobilnya ke arah apartemen Cantika.


"Kamu sexy sekali, honey!" Jonathan menyeringai. Jonathan membeli pizza dulu baru dia beralih ke apartemen Cantika.


Ting … Tong …


"Beb, ada tamu!" teriak Sonya pada Cantika yang ada di dalam kamar. Cantika tahu itu pasti Jonathan, dia pun membuka pintunya dengan cepat.


"Halo honey! Kamu tahu aku sakit makanya ke sini ya, baik sekali," ucap Cantika dengan manja dan memeluk Jonathan dengan mesra.


Aduh! Sonya tidak siap, dia malah menutup tubuhnya dengan bantal sofa.


Sial! Cantika tidak bilang kalau ada Jonathan. Bagaimana cara dia berdiri kalau berdiri saja terlihat renda yang sexy yang membuat mata kaum lelaki terbelalak.


"Oh ada Sonya! Kamu tidak bilang honey, aku hanya membeli Pizza satu, kalau tahu tadi aku pasti akan membeli dua dan membawa wine," ucap Jonathan dengan senyum nakalnya. Sonya melengos! Padahal Cantika sudah mengatakan ada Sonya, pintar sekali Jonathan akting.


Sumpah malas sekali Sonya melihat Jonathan hari ini, pagi dan malam. Bagaimana melarikan diri dari situasi canggung ini.

__ADS_1


"Honey, aku sedang tidak sehat, aku tidur dulu ya, tidak apa kan? Kamu kalau mau makan Pizza sama Sonya saja, dia belum makan sepertinya," ucap Cantika manja dan melepaskan pelukannya lalu pergi ke kamar. Sonya tidak sempat menarik tangan Cantika ketika berlalu meninggalkannya.


"Beb …." pangil Sonya tetapi tidak dihiraukan Cantika.


Pintu kamar Cantika tertutup. Ini gila! Jantung Sonya sudah berdegup kencang saat Jonathan duduk di sebelahnya.


"Sudah makan, honey?" tanya Jonathan mendekati Sonya, padahal Sonya sudah menghindar dan malas sekali melihat Jonathan.


"Aku sudah makan dan kenyang sekali, kamu saja yang makan pizzanya," jawab Sonya dengan mata fokus pada televisi.


"Kenapa waktu di Bali pakai piyama, kalian para wanita selalu saja menutupi sesuatu yang seharusnya sangat kami sukai," ucap Jonathan mengambil rambut Sonya dan menciuminya dengan lembut.


Sumpah demi apapun, Sonya wangi sekali dan tubuhnya sangat mulus juga putih.


OMG! Hanya melihat saja sudah membuat Jonathan menggila.


Honey, aku ingin kamu jadi milikku selamanya! Jonathan hanya bergumam dalam hatinya, tidak mungkin dia katakan saat Sonya sedang tidak suka dengannya.


"Lebih baik kamu masuk saja ke dalam kamar, Cantika sepertinya tidak sehat," ucap Sonya menarik rambutnya dan kembali menutup tubuhnya dengan bantal.


Dasar laki-laki gila! Kenapa semua laki-laki otaknya selalu berpusat pada bagian tubuh wanita.


"Tidak menarik! Kamu jelas tahu honey, kamu lah yang membuat aku tertarik kemari, Cantika mengatakan kalau kamu menginap dan aku langsung datang untuk melihatmu," ucap Jonathan menggeser tempat duduknya dan kali ini tidak ada batas antara Jonathan dan Sonya. Padahal di depan Cantika tadi, Jonathan berpura-pura tidak tahu ada Sonya.


Sonya hanya memikirkan kalau dia berdiri. Itu malah lebih sexy lagi karena gaun tidur ini transparan.


"Kamu cantik sekali malam ini, apa sengaja ingin menggodaku!"


Untung saja Cantika punya dua kamar meski kamar satunya sangat kecil. Sonya berlari cepat ke kamar satunya. Tidak peduli Jonathan melihat tubuhnya dari belakang.


Sial! Sonya membangkitkan hasrat Jonathan untuk semakin memiliki Sonya secara utuh.

__ADS_1


To Be Continued ….


Jangan lupa Votenya yah kesayangan Madamme, supaya Madamme update 3 bab. 3 hari berturut-turut loh. Heheheh ...


__ADS_2