Stop Loving You

Stop Loving You
Spoiled My Wife


__ADS_3

"Kenapa kamu tinggal di apartemen Kakakmu?" tanya Monica setelah dia mengunjungi Christin di apartemen Ronald, Christin malah belum bangun dan masih tidur.


Christin mendengus kesal, ini juga bukan hal yang dia sukai, pekerjaannya terhambat karena ulah Axel yang selalu menjegalnya di jalanan. Bagaimana dia bekerja, sedang sebentar lagi ada lomba desain di Paris.


"Aku tidak ada pilihan Ma, Axel mencariku dan aku malas bertemu dengannya, Mama tahu kalau dia itu kasar, aku tidak mau kembali dengannya dan dia meminta aku tinggal bersama dengannya lagi di apartemennya, aku minta jemput Kak Ronald, Axel tidak berani dengan Kak Ronald," jelas Christin agar Mamanya ini mengerti.


Seharusnya dari awal dia tidak berkenalan dengan Axel, dia malah terjebak dengan laki-laki kasar seperti itu dan lagi dia tidak punya perasaan. Itu poin penting yang Christin ingin hindari.


"Kenapa kamu begitu mudah tidur dengan laki-laki seperti itu," ucap Monica mendengus kesal. Christin menatap wajah Monica dengan sinis dan penuh umpatan di dalamnya. Bagaimana bisa Monica berkata seperti itu kalau dia sendiri sama gilanya dulu ketika muda. Jadi, untuk apa dia menasehati sedang kelakuannya lebih parah.


Ya buah tidak jatuh jauh dari pohonnya, pepatah itu tepat untuk Christin dan Monica saat ini.


"Saat ini itu tidak penting Ma, sekarang aku sedang sibuk dan Axel pasti menungguku di dekat kantor, aku sedang menghindar darinya," balas Christin dengan malas. Christin berdiri dan menuju toilet, membasuh wajahnya dan menggosok giginya meninggalkan Monica di dalam kamar sendirian.


Monica juga akan mengajak Christin ke Jerman dan mengenalkan pada anak temannya, perjodohan lagi. Malas sekali Christin sebenarnya tetapi orang Jerman jelas tidak peduli wanita itu masih suci atau sudah tidak lagi, itu yang Christin tidak perlu repot. Sedang bersama dengan laki-laki di Indonesia. Sudah tentu kondisi Christin saat ini menjadi cibiran.


Huhh!


Christin menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menghembuskan nafasnya kasar. Dia melihat wajahnya dari cermin yang berembun karena air hangat yang keluar dari wastafel nya, lalu membersihkan embun itu pelan.


Seandainya saja dia tidak meninggalkan Rangga, mungkin saat ini dia sudah bahagia bersama Rangga. Seandainya saja egonya tidak tinggi.


Apa kabar Rangga saat ini, mungkin dia sudah menikah. Mengingat Rangga membuat bulir air mata Christin menetes.


Aku menyesal meninggalkanmu Rangga, kamu di mana sekarang?

__ADS_1


Tidak pernah lagi Christin mendengar kabar Rangga yang entah sekarang berada di mana. Ya karena Rangga tidak setara dengan keluarganya. Jelas saja Monica selalu menghalangi hubungan mereka.


Ah sudahlah, Rangga pasti sangat membenciku.


Christin kembali ke luar kamarnya dan melihat masih ada Monica menggeledah semua isi kamar Ronald dan mendengus ketika melihat ada foto Nara di sana, hampir setiap ruangan ada foto Nara dan Ronald. Benci sekali Monica dengan orang-orang yang tidak tahu diri yang mendekati anaknya.


Tidak pantas!


Ya kata tidak pantas terus disematkan pada mereka yang tidak bercermin.


"Apa kamu tahu Christin, kalau Ronald sudah kembali bersama dengan Nara?" tanya Monica dengan sinisnya. Christin menggeleng, Kakaknya tidak bercerita saat menjemputnya hanya dia bilang mengganggu saja, pantas saja pikir Christin ternyata ada Nara, mereka ingin bermesraan.


"Baguslah kalau Nara masih hidup," jawab Christin dengan santainya.


"Kamu masih membela wanita tidak tahu diri itu," balas Monic cepat Christin menghela nafasnya. Kapan Mamanya ini bisa sama seperti Mama yang lain, lembut, penyayang dan hangat. Christin tidak menemukan semua itu dari sosok Mamanya ini.


"Mama, seharusnya bersyukur tidak dilaporkan kalau Nara itu aku, aku pun melakukan itu," ucap Christin dengan sinisnya.


"Lalu kenapa kamu tidak melaporkan Axel?" balas Monica dengan tajamnya.


Telak! Christin bingung menjawabnya, iya benar, kenapa dia justru tidak melaporkan kekasaran Axel pada kepolisian.


Ya mungkin sama seperti pikiran Nara, percuma saja, dengan kuasanya dia bisa bebas berlenggang lagi dan malah berujung Christin selalu menjadi kejaran Axel.


"Aku tidak ingin mati di tangannya, aku masih berpikir untuk menahan diriku dan lebih baik menjauh, Mama, berhentilah mengganggu Nara dan Kak Ronald, mereka juga ingin bahagia, cukup aku saja yang Mama larang dan lihat sekarang, aku tidak bahagia dengan Axel," ucap Christin dengan lembut. Dia hanya ingin Monica sadar sebelum menjadi penyesalan untuknya.

__ADS_1


"Kalau Mama tidak melarang kamu, saat ini kami sudah menjadi gembel dengan laki-laki itu, kamu selalu saja menyalahkan Mama," ucap Monica kesal.


Pusing Christin mendengar Omelan Mamanya di siang hari seperti ini, seharusnya ini hari terbaiknya dan malah menjadi terburuk karena kedatangan Monica. Satu jam bersama Monica terasa lama sekali, itu membuat Christin malas dan ingin pergi, lebih baik dia nongkrong di cafe daripada terus mendengar ocehan yang tidak penting.


"Kamu mau ke mana?" tanya Monica saat Christin masuk ke dalam toilet.


"Mandi Ma, apa perlu aku melapor Mama kalau aku ingin mandi," jawab Christin dengan malasnya. Monica mengibaskan tangannya dan menyuruh Christin cepat masuk.


Dua anaknya tidak ada yang benar memilih pasangan, saat ini Monica sedang berpikir keras untuk memisahkan Nara dan Ronald. Ronald sungguh mencintai Nara dan tidak mudah membuat mereka berpisah, perlu rencana yang sangat matang.


"Dia bahkan sudah lancang mengusirku," gumam Monica duduk di bibir ranjang kamar Ronald.


Monica tidak akan melapor Ronald, dia tidak ingin terlihat tidak setuju dengan pernikahan Ronald dan berakhir Ronald membencinya. Dia akan membuat cara yang lebih halus dan membangun kepercayaan Ronald lebih dulu padanya.


Ronald memang dari dulu tidak dekat dengannya, itu karena Monica yang cerewet dan selalu membuat Ronald pusing. Banyak sekali larangan ini dan itu yang tidak boleh ketika bersama dengan Monica.


Waktunya habis tidak bahagia sampai akhirnya dia bertemu dengan Nara yang merubah segalanya.


Sedang Nara dan Ronald pasangan pengantin ini sudah bersiap pergi ke Mall. Memborong isi Mall untuk istrinya. Nara bahkan tertawa karena ucapan Ronald seperti itu. Ada-ada saja pikir Nara. Mungkin mereka hanya berbelanja lima potong pakaian tidak lebih tetapi Ronald tidak setuju, itu terlalu sedikit.


"Honey, kamu jangan ragu belanja untukmu, aku tidak akan marah, aku suka melihatmu menghabiskan uangku, jika tidak kamu habiskan, dia akan menempuk menjadi banyak," ucap Ronald mencubit dagu istrinya dengan lembut.


"Kita harus menabung, honey! Kalau belanja terus nanti tidak bisa liburan," jawab Nara dengan senyumnya. Ronald tertawa bahagianya. Jelas uangnya masih banyak untuk liburan, kenapa Nara memikirkan sampai sejauh itu.


"Sayang, nanti aku tunjukkan padamu seberapa banyak aku menabung untukmu, jadi kamu tidak perlu khawatir masa tua kita," ucap Ronald dengan sangat lembut. Nara pun memeluk Ronald erat di dalam mobil.

__ADS_1


Ronald sangat memanjakannya, entah Nara harus bersyukur atau takut dengan semua ini.


To Be Continued ….


__ADS_2