
Pagi sekali Martin terbang ke Indonesia untuk bertemu dengan Sonya dan dia malah mendapat kabar kalau Sonya pagi sekali sudah keluar dari rumah, dari orang kepercayaannya. Sonya dikabarkan pergi dengan mobil menuju Lembang.
Jelas sekali kalau Sonya ingin menghindari Martin. Martin sudah bersusah payah pagi sekali hanya untuk bertemu dengan Sonya dan Sonya malah menghindarinya.
Kenapa? Apa karena Martin ingin menikah dengan Sonya? Ternyata Sonya tidak main-main dia ingin hubungan mereka berakhir.
Sesampainya di Indonesia, dengan mobil Martin menyusul Sonya ke Lembang. Kemanapun Sonya pergi, dia tidak akan bisa lari dari genggaman Martin dan Martin akan meminta penjelasan atas tingkah Sonya yang seperti ini.
Martin menghubungi ponsel Sonya dan ponselnya mati. Sial!
"Honey, kamu ingin bermain-main ternyata denganku," ucap Martin sinis. Sampai Sonya di dapatkan Martin, tidak akan Martin lepaskan. Lihat saja!
Sedangkan Sonya yang sedari pagi sudah pergi baru sampai di Lembang. Dia menginap di hotel dan sengaja bersembunyi di sini untuk menjauhi Martin. Sama sekali Sonya tidak tahu kalau Martin mengirimkan utusannya untuk memata-matai Sonya.
"Sebaiknya aku pakai ponsel yang lain dulu, bagaimana kalau Martin memang ke rumah hari ini dan tahu aku tidak ada, apa dia akan marah?" tanya Sonya pada dirinya sendiri. Sonya mulai berpikir keras. Mungkin kalau orang biasa mudah bagi Sonya pergi atau memutuskan hubungan mereka tetapi ini Martin, keluarga kerajaan ningrat yang bahkan hartanya tidak bisa dihitung karena banyaknya.
Istana tempat tinggalnya saja bahkan terbesar di dunia.
Sonya menghubungi sepupunya Bella yang sedang ada di Lembang juga.
"Bel, kamu di mana?" tanya Sonya saat dia sudah ada di hotel.
"Jadi ke Lembang?" Kebetulan sekali Bella sedang ada di Lembang dengan kekasih Bulenya. Bella sudah pulang dari kuliah di luar negeri dan sekarang dia sudah ada di Indonesia, berlibur bersama dengan kekasihnya. Sedangkan Sonya datang sendirian.
"Jadi, ayo kita cari makan," ucap Sonya yang kelaparan karena dari pagi dia belum makan.
"Tunggu aku di sana, aku dan Ken akan jemput kamu di hotel," ucap Bella dengan senangnya. Setelah lama tidak bertemu, akhirnya Sonya dan Bella bertemu juga, Bella adalah anak dari Christin dan Rangga. Dia tidak seperti Sonya yang selalu di kekang, hidup Bella bebas dan tidak ada beban. Sedang Sonya hidup mewah tetapi seperti di penjara. Dia harus selalu memikirkan perasaan orang tuanya dan memang Sonya tidak keberatan akan hal itu.
__ADS_1
Tidak lama Sonya dijemput Bella dengan kekasihnya. Sonya sudah menunggu di depan hotel.
"Masuk!" Bella membuka kaca mobilnya dan Sonya langsung masuk ke dalam mobil. Baru kali ini Sonya melihat kekasih Bella secara langsung. Masih tampan Martin yang jelas tetapi sekarang Sonya bukan memikirkan itu. Bagaimana seminggu ini dia menjauh dulu dari Martin sampai Martin bosan dan pergi sendiri dari kehidupannya.
"Mau makan di mana?" tanya Bella saat Sonya sudah masuk dan langsung melamun melihat jalanan.
"Apa saja, aku sedang tidak selera," jawab Sonya dengan senyum kecutnya. Bella pun mengajak makan di tempat kesukaannya dan Sonya hanya ikut. Tempat yang asri dan pribadi di Lembang.
"Sonya, ini Ken, kekasihku. Dia baru pertama ke Indonesia dan aku langsung mengajaknya ke sini," ucap Bella memperkenalkan Ken pada Sonya dan Sonya langsung membalas uluran tangannya. Mereka sudah sampai di restoran dengan suasana asri dan ada banyaknya kolam ikan. Restoran yang terbuat dari rumah bambu dan bersekat tiap tempat duduknya.
"Sonya! Kalian sudah lama pacaran?" tanya Sonya mulai mengajak basa-basi.
"Baru satu tahunan, kamu sendirian terus, mana kekasihmu, kalau tidak ada dengan teman Ken saja, banyak yang jomblo," jawab Bella sambil melirik menu. Bella melihat Sonya yang sepertinya sedang malas membahas laki-laki. Saat ini yang dia pikirkan hidup bebas tanpa gangguan lelaki manapun dan bagaimana membuat Martin tidak lagi peduli dengannya.
"Aku sedang tidak ingin pacaran," jawab Sonya dengan tegas tetapi mengulas senyum dipipinya. Baru mereka mengobrol sebentar, suara riuh dari depan pintu restoran. Sepertinya ada orang penting datang karena melihat dari bodyguard yang datang berjaga saat lelaki muda dan tampan masuk ke restoran itu. Sonya tidak terlalu peduli tetapi Bella memperhatikannya.
"Martin, Astaga!" Sonya menutup mulutnya dan langsung kebingungan, Sonya bahkan mondar mandir tidak karuan karena ketakutan Martin akan menemukannya. Jelas kalau Martin sedang mencarinya.
"Bella, aku ke toilet dulu!" Sonya berlari sambil menutup wajahnya ke toilet, dia akan sembunyi di sana sampai Martin tidak menemukannya. Sayangnya, sebelum sampai toilet. Martin mengejar Sonya dan langsung menarik lengannya.
Aduh ketahuan, matilah aku!
"Kamu mau kemana?" tanya Martin dengan tatapan tajam tetapi Sonya tidak berani menatap wajah Martin. Keringat dingin berkucuran dari belakang tubuh Sonya.
"Martin, kenapa bisa di sini?" tanya Sonya basa-basi. Sonya melipat bibirnya dan melihat tatapan Martin yang begitu menusuk. Kali ini Martin pasti tidak akan melepaskannya.
Martin langsung mengambil tas Sonya dan mengirimkan pesan pada Bella untuk tidak menunggunya.
__ADS_1
"Ikut aku!" seru Martin begitu tegas dan genggaman tangan Martin begitu kuat sampai Sonya tertarik dan tidak bisa menolak. Sonya dimasukkan ke dalam mobil dan Martin masih diam. Menunggu permintaan maaf dari Sonya dan sepertinya Sonya pun tidak peduli dengan kemarahannya.
"Martin, aku … aku belum makan!"
Kenyataannya Sonya memang lapar sekali, dari pagi dia belum makan dan Martin langsung menyeretnya masuk mobil dan tidak tahu mau dibawa kemana.
"Tidak adakah yang ingin kamu katakan padaku, honey?" tanya Martin dengan tatapan matanya yang tajam.
Aduh mengerikan sekali pikir Sonya.
"Kamu tahu kalau aku akan ke Indonesia dan sengaja mengganti nomor ponsel lalu pergi menghindariku, apa kamu tahu kalau hidupmu itu berada dalam genggamanku," ucap Martin dengan sangat tegas.
"Kamu memata-mataiku?" tanya Sonya menggigit bibir bawahnya.
"Martin, aku ingin hubungan kita cukup sampai di sini, aku harap kamu menemukan wanita lain yang lebih baik dari aku, aku tidak bisa dan tidak akan mau menikah denganmu," ucap Sonya dengan tegas dan Martin mengepalkan tangannya. Martin langsung menarik pinggang Sonya dan menggigit bibir Sonya sampai Sonya tidak mampu melepaskan kecupan memburu yang Martin layangkan di bibirnya. Martin menutup mulut Sonya saat dia menghabisi leher Sonya.
Sonya berusaha keras lepas dari gairah Martin yang begitu besar padanya.
"Lepasin Martin, apa yang kamu lakukan?" Sonya mendorong tubuh Martin dengan keras.
"Mudah sekali kamu mengatakan seperti itu, honey! Jangan pernah main-main denganku, aku masih punya seluruh rahasiamu dan akan aku buat kita bersatu dengan cara apapun meski kamu menghindariku, mengerti!" Martin masih melingkarkan tangannya pada pinggang Sonya dan tatapan mata Martin yang marah dapat Sonya rasakan.
"Kamu tidak punya pilihan selain menerimaku, honey! Bersiaplah untuk selamanya hidup denganku," ucap Martin dengan sinis.
Sonya menelan salivanya dan sekali lagi Martin mengecupi bibir Sonya dengan rakus. Nakal sekali! Tidak bisa dibiarkan Sonya selancang ini dengannya. Sonya harus dihukum dengan apa yang dia lakukan pada Martin hari ini dan hukuman siang ini akan Sonya kenang sampai Sonya tidak akan mampu pergi meninggalkan Martin.
To Be Continued ….
__ADS_1