
Setelah Martin pergi, Sonya keluar dari kamarnya dan suasana villa masih tampak sepi sampai Sonya keluar melihat pemandangan laut dan kolam renang di luar villa dia melihat Jonathan yang sudah bangun dan pelayan yang sedang menyiapkan sarapan pagi untuk mereka. Bahkan ada makanan yang sudah terapung di kolam renang lengkap dengan tempatnya yang berbentuk love agar tetap terjaga dari cipratan air kolam.
Sonya malas sekali sebenarnya mendekat kalau saja dia tidak mengingat perutnya lapar pagi ini.
"Morning, honey!" sapa Jonathan saat Sonya mendekatinya. Jonathan bahkan tidak sadar kalau Sonya sudah bangun. Sonya berpenampilan menggunakan piyama berwarna peach, tidak sama sekali sexy tetapi tetap saja cantik pikir Jonathan. Jonathan malah berharap Cantika tidak bangun dan mengganggu keromantisan mereka pagi ini.
Sonya sama sekali tidak membalas dan duduk dengan santainya sembari melirik kiri dan kanan. Tidak ada orang kah? Kemana Javier dan teman Jonathan lainnya, bukannya mereka tinggal di villa yang sama.
Memang Javier tidak akan bisa melindungiku dan herannya Daddy percaya aku dengannya.
"Cantika belum bangun?" tanya Sonya sambil mengoles roti dengan selai coklat kesukaannya. Jonathan mengedikkan bahunya, tanda dia sama sekali tidak peduli Cantika mau bangun atau tidak.
"Tidur kamu nyenyak, honey? Bagaimana Villaku, nyaman?" tanya Jonathan mengalihkan. Padahal Sonya juga sedang bertanya dan Jonathan malah bertanya balik.
"Ya villamu bagus dan aku suka, Jonathan, kita belum selesai bicara soal semalam dan berhentilah memanggilku honey, aku tidak suka mendengarnya, aku dan kamu sama sekali tidak punya hubungan spesial apapun, kamu jelas tahu itu!" Lelah sekali Sonya menghadapi kekasih Cantika. Ini bukan satu atau dua kali lagi tingkah Jonathan seperti ini tetapi sudah sangat sering. Bahkan jika Cantika mengajak Sonya ikut pergi bersama dengan dia dan Jonathan, pasti Jonathan selalu mencuri menggenggam tangan Sonya.
"Bicara apa lagi?" tanya Jonathan malas, apalagi yang akan Sonya katakan pagi ini. Tidak cukupkah dia mengusir semua temannya semalam dan pagi ini masih harus dipertengkarkan.
"Apa yang kamu lakukan pada Cantika?" tanya Sonya dengan tegas.
"Apa honey, aku tidak melakukan apapun, kamu tidak tahu kalau kehidupan Cantika di dunia model seperti itu," jawab Jonathan dengan santai seolah ini sama sekali tidak berarti untuknya sama sekali.
"Dan kamu mengizinkannya?" tanya Sonya menggeleng.
"Lalu aku harus apa? Dia yang bertaruh dan kalah, itu yang harus dia bayar karena kalah dan dia malah tertawa, dia bahagia bahkan dia meminta izin denganku, aku tidak masalah!"
Gila! Sonya tidak percaya dengan apa yang dia dengar, semudah itukah hubungan cinta antara mereka.
"Kamu tidak mencintainya?" tanya Sonya memicingkan matanya.
"Jelas! Aku mencintaimu," jawab Jonathan sambil menggenggam tangan Sonya dengan lembut dan Sonya menepiskan tangan Jonathan.
"Jangan sentuh tanganku!"
__ADS_1
Bagaimana bisa ada laki-laki seperti ini, atau Sonya saja yang tidak tahu kalau lingkaran pertemanan Cantika memang seperti itu. Ini terlalu sulit untuk Sonya terima dengan akal sehatnya. Mungkin karena ini pertama kali datang ke pesta yang Cantika buat.
Banyak botol wine di mana-mana, asap cerutu, music yang memekakkan telinga. Hal ini memang tidak biasa bagi Sonya tetapi Sonya memang suka berpose nakal, mengkoleksi di ponselnya sampai Martin akhirnya tahu kelakuannya tetapi tidak dengan kehidupan bebas seperti ini.
"Sonya, berapa kali aku harus mengatakan padamu! Aku suka kamu, sudah lama sekali," jelas Jonathan.
Sonya malah melihat Jonathan dengan sinis.
"Kalau tidak cinta, kenapa bertahan dengan Cantika? Kamu hanya memanfaatkan tubuhnya dan sekarang dengan gilanya kamu mengucapkan kata cinta denganku, apa tidak salah?"
Sonya meremehkan apa yang Jonathan katakan. Sungguh mudah sekali mulut laki-laki mengucapkan cinta. Mereka sama sekali tidak tahu apa itu cinta dan hanya melihat dari paras saja.
"Karena kamu! Kamu sangat sulit aku dekati honey, apa kamu tidak merasa, Hahh! Kamu seperti burung yang betah di dalam sangkar meski pintu sangkarmu terbuka," ucap Jonathan dengan tawa mengejeknya.
"Aku sama sekali tidak menggodamu, aku bahkan tidak mengenalmu, berhentilah bertingkah gila seperti ini," ucap Sonya dengan tegas. "Aku akan katakan pada Cantika untuk putus saja darimu," lanjut Sonya yang membuat Jonathan tertawa.
Bahkan dia sama sekali tidak takut hubungannya putus dengan Cantika tetapi Cantika jelas kehilangan ladang emasnya.
"Bahkan ketika kamu diam sekalipun, kamu terlihat sedang menggodaku!"
Sonya berdiri dari tempat duduknya, cukup satu lembar roti sudah membuatnya kenyang. Dia tidak akan lama-lama bicara dengan Jonathan.
Jonathan malah mengejarnya.
"Mau ke mana?" tanya Jonathan menghalangi Sonya berjalan.
"Pulang! Katakan pada Cantika, aku akan pulang sendiri naik pesawat dan katakan juga pada Javier untuk tidak membuka mulutnya," ucap Sonya berjalan ke kanan menghindari tubuh Jonathan yang menghalanginya.
"Pulang saja! Akan aku katakan pada orang tuamu kalau semalam kamu dan Martin satu kamar, cukup lehermu sebagai bukti kalau malam tadi pasti kalian bercinta," ucap Jonathan tersenyum nakal dan membasahi bibirnya sendiri melihat leher Sonya yang penuh tanda merah.
Uuuh … hanya melihat itu saja. Jonathan jadi ingin merasakan wangi di tubuh Sonya dan bersentuhan kulit dengan leher dan bibir Sonya. OMG! Semua ini jelas harus terpenuhi pikir Jonathan.
"Kamu mengancamku?" tanya Sonya dengan menaikkan alis matanya.
__ADS_1
"Katakanlah seperti itu," jawab Jonathan terkekeh. Tidak lama Cantika keluar dari kamarnya menggunakan gaun tidur sexy dan menghampiri Jonathan dan Sonya yang sepertinya sedang berbicara serius.
Cantika langsung memeluk Jonathan dan memberikan morning kiss di bibir Jonathan.
"Pagi honey! Oh pinggangku pegal sekali sayang, temanmu gila sekali," ucap Cantika dengan nakalnya sembari mengusap bibir Jonathan yang basah karena sentuhan bibir Cantika tadi padanya.
"Cantika sini kamu!" Sonya akhirnya menarik Cantika masuk ke dalam kamarnya.
"Kenapa Beb?" tanya Cantika bingung.
"Kamu sadar semalam bercinta dengan siapa?" tanya Sonya memicingkan matanya.
Hmmm … Cantika berpikir keras! Dia lupa siapa-siapa namanya yang jelas mereka semua bertubuh kekar dan tampan. Cantika menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum aneh.
"Lupa Beb! Kenapa? Seingatku dengan tiga orang," jawab Cantika santai.
Astaga! Ini gila.
"Tiga orang Cantika dan kamu melayani mereka bersama? Apa kamu gila, Hahh! Mau jadi apa kamu?" tanya Sonya seolah merendahkan Cantika.
"Kamu kenapa aneh hari ini, Beb? Kamu kan tahu kalau aku suka melakukannya, Jonathan juga tahu itu dan dia tidak pernah masalah, pikiranmu harus lebih terbuka sayang, zaman sekarang itu biasa! Kamu tidak tahu saja kehidupan malam Jakarta itu kejam, kalau tidak seperti ini aku tidak hidup, aku bukan orang kaya sepertimu!"
Cantika melipat tangannya ke dada melihat Sonya yang kesal.
"Terserahlah! Aku hanya tidak ingin kamu dimanfaatkan, hanya itu saja, Apa kamu tidak merasa kalau Jonathan tidak mencintaimu?" tanya Sonya sedikit melembutkan suaranya.
"Tidak masalah Beb, bagiku yang penting uangnya!" Kali ini Cantika keluar dari kamar Sonya dan kembali menemui Jonathan di dalam kamar.
"Honey!" peluk Cantika dari belakang saat melihat Jonathan yang sedang berdiri di dekat jendela sambil menikmati pemandangan super indah dari kamarnya.
"Kapan kamu akan menepati janjimu, sampai sekarang Sonya tidak suka denganku! Aku sudah memberikan semua yang kamu minta dan kamu seolah mengundur waktu untuk aku bersama dengannya!"
Cantika menelan salivanya dan menggigit bibir bawahnya.
__ADS_1
"Ini sudah enam bulan dari janji kita, jadi berhenti berpura-pura bodoh!"
To Be Continued ….