Stop Loving You

Stop Loving You
Tamat


__ADS_3

Sampai di Indonesia, Sonya begitu bahagia sekali. Bertemu dengan Mommy dan Daddy yang sangat dia rindukan, menikmati masakan ibunya dan makanan Indonesia, sampai Sonya lupa kalau ini sudah dua hari, dia tidak ingin lagi kembali sebagai pendamping Martin.


"Mom, aku tidak ingin tinggal bersama dengan Martin," ucap Sonya di hari terakhirnya di Indonesia.


"Kenapa, Sayang? Apa Martin berbuat salah denganmu, kalian bertengkar?" tanya Nara dengan sangat lembut pada anak satu-satunya ini.


"Tidak Mom, tapi hidupnya tidak cocok untukku, dia terlalu sibuk sedangkan aku ingin selalu dekat dengan kalian, untuk melihat kalian, sungguh sulit sekali bersama dengannya," ucap Sonya dengan wajah sedihnya.


"Sayang, ketika kalian sudah memutuskan untuk menikah, itu tandanya kalian sudah siap berpisah dari keluarga, dari Mommy dan Daddy, setiap orang pasti akan mengalami hal ini. Mommy dan Daddy tidak pernah mempermasalahkan kapan kamu pulang, yang penting kamu dan Martin bahagia dan tidak bertengkar saja, sudah cukup bagi Mommy dan Daddy." Nara kembali memberi pengertian pada Sonya.


Martin dalam perjalanan ke Indonesia. Setelah ini mereka akan pergi lagi.


"Apa aku salah menikah dengannya, ya, Mom?" tanya Sonya yang jadi menyesali akan keputusan menikah dengan Pangeran seperti Martin.


"Tidak, Sayang! Kamu tidak boleh bicara seperti itu," ucap Nara dengan senyumnya. Anaknya ini baru menikah, belum terbiasa jauh dari orang tua dan masih sangat manja. Martin harus sangat bersabar menghadapi Sonya.


"Dad, aku tidak mau pulang," ucap Sonya dengan manjanya sambil memeluk Ronald dengan sangat erat.


"Mana boleh seperti itu, Sayang. Kamu harus pulang, sekarang kamu punya suami yang harus kamu perhatikan, kasihan Martin kalau kamu bersikap seperti ini, Martin juga sudah beri kamu kesempatan liburan, itu sudah cukup rasanya," ucap Ronald.


Sebenarnya jauh di lubuk hati Nara dan Ronald, sangat ingin Sonya ada di Indonesia dan tinggal bersama mereka tetapi kini mereka berdua sudah menerima kalau anaknya sekarang sudah punya kehidupan sendiri.


Tidak lama, Martin dan iring-iringannya sampai di rumah mewah Ronald. Martin menjemput istrinya yang dua hari ini tidak ada kabar, ponselnya tidak aktif dan semua pesannya tidak ada balasan. Bahkan Sonya tidak mau mengangkat telepon Martin melalui telepon rumahnya.


Istrinya jelas-jelas sedang merajuk, karena Martin tahu Sonya baik-baik saja ketika menghubungi mertuanya.


"Martin, apa kabar?" tanya Ronald menyambut menantunya ini.


"Baik, Dad. Di mana Sonya, Dad?" tanya Martin pertama kali. Dia sangat merindukan istrinya.


"Di dalam kamar, naik saja ke kamarnya," ucap Ronald dan Martin tidak ragu masuk ke kamar istrinya setelah ngobrol sedikit dengan mertuanya.

__ADS_1


Martin membuka kamar Sonya dan tidak terkunci, Sonya malah sedang berdiri di dekat kaca dan sama sekali tidak menyambut suaminya.


"Honey, kamu marah padaku?" tanya Martin berdiri di samping Sonya sambil menunduk melihat Sonya yang terlihat acuh padanya. Rasanya Martin tidak ada salah, sebagai suami, dia sudah memberikan semua yang istrinya butuhkan dan cinta Martin pada Sonya teramat besar. Bahkan Martin tidak pernah menyakiti istrinya.


"Tidak," jawab Sonya melirik Martin yang sangat merindukan istrinya.


"Kenapa tidak memelukku?" tanya Martin merentangkan tangannya berharap Sonya masuk ke dalam pelukannya tetapi Sonya diam saja dan tidak bergeming.


"Aku tidak cocok tinggal di tempatmu," ucap Sonya yang membuat Martin menaikkan sebelah alis matanya. Sonya sedang mencari-cari masalah supaya mereka berpisah, Martin bisa melihat kalau Sonya ingin menjauhinya. Mereka baru menikah, baru satu bulan lebih. Tidak mungkin langsung berpisah karena masalah yang tidak penting. Mereka menikah karena perasaan cinta bukan untuk bermain-main.


"Honey, aku tahu kamu butuh waktu beradaptasi akan semua ini, aku tahu berat untukmu meninggalkan orang tuamu, aku juga sama sepertimu tetapi kita punya keluarga sendiri. Aku selalu ingin bersama denganmu, tidak mungkin setiap saat kita ke Indonesia, aku bukan melarang semua itu," ucap Martin dengan sabar dan sangat lembut.


"Aku tidak mau pulang, tapi Mommy dan Daddy selalu memaksaku pulang," ucap Sonya menangis dalam pelukan Martin. Istrinya ini sangat manja. Tidak bisa disalahkan juga, Sonya anak satu-satunya dan mendapatkan Sonya, orang tuanya banyak sekali berjuang demi semua itu.


"Tapi aku juga butuh kamu, kamu tidak merindukanku?" tanya Martin mengusap rambut Sonya dan menciumnya dengan pelan. Sonya melihat wajah tampan suaminya yang tidak punya dosa.


Sonya mengambil sebuah kotak kecil di dalam nakas, dia berikan pada Martin. Martin pun membuka kotak itu dengan hati-hati.


"Kamu hamil?" tanya Martin dengan sangat bahagianya. Awalnya Sonya ingin meninggalkan Martin tetapi dia justru hamil. Pagi ini Sonya mual-mual dan ternyata setelah mengeceknya dengan testpack. Sonya hamil!


"Iya," jawab Sonya mengangguk dan Martin langsung menarik Sonya dalam pelukannya. Tidak menyangka kalau Sonya secepat ini hamil anaknya dan Martin sungguh bersyukur sekali.


"Terima kasih, Honey. Kita akan jadi orang tua, Mommy dan Daddymu akan bahagia mendengar semua ini," ucap Martin dan Sonya pun tersenyum. Mungkin Sonya terlalu berlebihan berpikir kalau Martin akan mengurung dirinya.


"Mereka belum tahu," ucap Sonya dan detik itu juga Martin dan Sonya langsung menemui Ronald dan Nara, betapa bahagianya Nara dan Ronald karena sebentar lagi akan mendapatkan cucu dari anak satu-satunya. Tanpa menunggu banyak waktu, mereka langsung ke dokter.


"Selamat, Sayang. Mommy dan Daddy bahagia untuk kalian," ucap Nara memeluk Sonya dengan hangat dan berurai air mata.


"Sama-sama Mom, doain Sonya dan Anak Sonya sehat," ucap Sonya mengelus perutnya yang rata. Usia kandungan yang masih empat Minggu. Masih kecil sekali.


"Mom, Sonya pamit mau pulang sama Martin, nanti kalau ada waktu, Sonya pulang lagi ke Indonesia, Mommy dan Daddy jaga diri, harus sering telepon, Sonya, ya!" Sonya tak kuasa menahan tangis air matanya. Kembali berpisah dengan orang tua yang dicintainya.

__ADS_1


"Jangan menangis, Honey. Kemari peluk aku!" Martin memeluk hangat Sonya di dalam pesawat. Mereka sudah ada di dalam pesawat saat ini. Mata Sonya masih tidak mau berpaling dari kaca jendela pesawat.


"Nanti kita pulang lagi," ucap Martin mengusap punggung Sonya dengan lembutnya.


Semenjak itu, Sonya selalu ikut kemanapun suaminya pergi. Hari berganti hari dan tidak terasa sudah empat bulan kehamilan Sonya.


"Anaknya kembar, jenis kelaminnya, perempuan," ucap Dokter yang ada di London, mereka sedang di London saat ini karena Martin sedang mengurus bisnisnya.


"Kembar? Perempuan?" Rasanya tidak percaya, Sonya sampai tersenyum bahagia melihat Martin.


"Beruntung sekali Pangeran Martin dan Putri Sonya memiliki anak kembar, selamat sekali lagi untuk anak kembarnya," ucap Dokter yang tengah mengurus Sonya. Sonya tidak kuasa menahan tangis dan terus meremat tangan Martin.


"Terima kasih dokter," ucap Martin. Tinggal mereka berdua menyiapkan kamar untuk bayi kembar mereka. Sudah dua bulan ini Martin dan Sonya tinggal di London dan sepertinya akan sangat lama karena bisnis Martin belum selesai dan memakan cukup banyak waktu.


Hidup berdua dengan Martin membuat Sonya mengerti saat ini menjadi seorang istri. Malah sekarang dia sangat rajin mengurus suaminya. Sudah jarang mengeluh ingin pulang ke Indonesia. Sudah menerima statusnya sebagai istri.


Hingga tibanya persalinan itu tiba, Nara sudah ada di London. Dia akan menemani Sonya sampai melahirkan nanti dan membantu Sonya mengurus bayi kembarnya.


"Honey, aku disini, aku tahu kamu bisa," ucap Martin dengan lembut menemani istrinya melahirkan. Ini bayi kembar, dan sungguh melihat pengorbanan Sonya melahirkan anak normal dengan banyaknya darah yang keluar dari tubuhnya dan kesakitannya yang luar biasa, Martin jadi bertambah sayang dengan istrinya.


Terdengar suara tangis anaknya yang pertama, Setelah diberikan pada Martin, tidak kuasa mata Martin hingga berkaca-kaca. Bayi mungil ini anaknya, dengan cepat Martin berikan kecupan kecil di pipinya. Kedua bayi yang diberinya nama.


"Cintara Martin Bolkiah dan Citra Martin Bolkiah," ucap Martin menamakan kedua anaknya. Kedua putrinya yang akan mendapatkan banyaknya cinta dari seluruh keluarga dan pewaris harta dan tahta dari Martin nantinya. Berharap anak wanitanya nanti akan mendapatkan pasangan seperti Martin yang sangat mencintainya.


"Honey, aku ingin kita bersama selamanya dan mengurus kedua anak kita dan menua dan mati bersama," ucap Martin di dekat Sonya sambil melihat anaknya di kiri dan satunya di gendongan Martin.


"Maafkan aku yang selalu manja, aku akan menjadi istri dan ibu yang baik setelah ini."


Mereka berpelukan dan semua keluarga ikut bahagia melihatnya. Ronald dan Nara pun bahagia mendapatkan langsung dua cucu. Karena Nara hanya bisa punya satu anak dulunya dan dia sungguh senang melihat Sonya yang langsung bisa mendapatkan anak kembar.


Baginya, cukup melihat kebahagiaan anaknya saja, itu sudah lebih dari cukup dan dia bahagia bersama dengan Ronald meski mereka hidup di rumah berdua saja. Sekarang rumah mereka pasti akan ramai dengan suara anak kecil yang berlari kesana dan kemari.

__ADS_1


TAMAT ….


Follow IG Madammeyellow untuk tahu informasi novel selanjutnya Madamme tentang Kedua Putri dari anak Martin dan Sonya.


__ADS_2