Stop Loving You

Stop Loving You
My Sonya


__ADS_3

Seperti janji Martin, malam ini Sonya akan bertemu dengan lelaki hebat itu. Ya mau bagaimana lagi, seluruh identitas dan ponsel berisi semua foto dan video kebersamaan dia dan orang tuanya ada di ponsel itu. Sonya tidak mau kehilangan kenangan bersama orang tuanya. Belum lagi semua kontak teman-temannya.


Sonya menunggu di Restoran kalangan atas yang biasa di gunakan Martin kalau datang ke Indonesia. Martin pasti akan makan di restoran ini.


Sonya juga pernah beberapa kali makan di sini dengan orang tuanya. Meski terkenal sangat mahal, Ronald masih mampu membayar makanan mereka.


Dengan gelisahnya, Sonya duduk tanpa memesan apapun. Karena dia hanya akan mengambil ponselnya lalu pergi. Dia tidak ingin berlama-lama karena terus terang saja, tidak akan sehat untuk jantungnya. Sonya pun jujur akan bertemu dengan orang yang menemukan ponselnya pada kedua orang tuanya malam ini. Biasalah anak satu-satunya tidak membuat Sonya bebas kemanapun dia pergi.


Tidak lama datang segerombolan lelaki bertubuh tegap. Sonya melihatnya dari jauh dan di depannya ada Martin yang mengedarkan pandangan mencari wanita pemilik ponsel yang ada di tangannya. Martin dengan santai menenteng tas hitam Sonya dan tiba-tiba dia tersenyum saat melihat Sonya berdiri kaku sambil melambaikan pelan tangannya.


Tidak mengerti Sonya berhadapan dengan orang seperti ini.


"Sonya?" tanya Martin ketika mendekati Sonya yang terperanga menatapnya tanpa berkedip. Martin ingin tertawa rasanya. Kenapa dengan wanita ini?


"Halo! Kamu Sonya?" tanya Martin kembali. Padahal Martin tahu itu Sonya, dia melihat ponsel Sonya yang tidak mempunyai kunci di dalamnya tetapi dia suka menggoda wanita di depannya ini.


"I-Iya …."


Bingung dan malu, itulah yang Sonya rasakan bertemu dengan Martin.


"Boleh aku ambil ponselnya?" tanya Sonya dengan lembut karena dia sudah tidak sanggup lagi berdiri terlalu lama, jantungnya berdegup kencang menatap lelaki tampan dan kekar dengan sejuta pesona ini. Pantas kalau dia disukai banyak wanita tetapi Sonya sadar pada dirinya dan tahu batasan. Dia bukanlah wanita yang pantas berdiri di samping Martin meski berada pada kalangan atas sekalipun.


"Aku Martin," ucap Martin menyodorkan tangannya tetapi Sonya kaku dan hanya melihat tangan Martin yang mengarah padanya.


Jantung Sonya seperti genderang perang yang tidak lagi beraturan.


Ini gila! Dia mengajakku berkenalan secara langsung. Ah ini perkenalan biasa saja Sonya. Kamu terlalu percaya diri.


"Sonya," jawab Sonya dengan membalas uluran tangan Martin. Sonya ingin melepaskan tangannya tetapi Martin menahannya, genggamannya terlalu keras dan dia tertawa. Apa yang lucu? Sonya benar-benar bingung, dia seperti orang yang konyol saat ini.

__ADS_1


"Kita makan malam dulu, setelah itu aku akan memberikan semuanya," ucap Martin dengan mempersilahkan kembali Sonya duduk.


Sonya mengepalkan tangannya di dada sambil duduk di tempat dia tadi menunggu. Jantungnya bergetar dengan hebatnya. Tangannya juga gemetaran. Sedangkan Martin hanya tersenyum sambil melihat menu. Martin pun bisa melihat kalau Sonya gemetar bertemu dengannya.


Bagaimana tidak gemetar kalau makan saja ditunggui oleh orang sebanyak ini di berbagai sudut. Dilihat dengan tajam seolah Sonya akan membunuh Pangeran mereka.


Ah aku mau pulang!


Tanpa ragu, Martin memesankan makanan untuk Sonya dan dirinya pada pelayan restoran yang menghampiri mereka. Setelah selesai kembali Martin menatap Sonya dengan senyum dan menopang dagunya di meja. Entah apa lagi kali ini yang ingin dia tanya.


"Di ponselmu aku lihat tidak ada fotomu bersama kekasihmu, kamu tidak punya kekasih?" tanya Martin langsung to the point.


Sumpah ini gila, Martin melihat semua isi foto di dalam ponselku dan itu ada foto pribadi Sonya dalam sisi yang hanya dia sendiri yang tahu. Sonya punya foto sexy yang memang dia simpan dalam album rahasianya.


"Kamu melihat semuanya?" tanya Sonya dengan sedikit ragu dan berharap kalau Martin tidak sejahil itu. Sungguh Sonya tidak tahu kalau ada orang yang begitu ingin tahu pada kehidupan pribadinya. Padahal Sonya menutup semua akses untuk dicinta dan mencintai karena kekasih Sonya hanya Daddynya yang akan memilihkan.


"Semuanya," ucap Martin dengan mengedipkan matanya.


Sonya menelan salivanya dan wajahnya merona merah karena malu. Berarti dia melihat kelakuan Sonya.


"Aku suka fotomu pada album yang kamu beri nama 'Sonyaku' …." Setelah itu Martin tertawa lepas melihat Sonya yang menunduk semakin malu.


Apa-apaan dia? Apa sengaja ingin membuat aku malu dengan mengatakan seperti itu.


Sonya menggigit bibir bawahnya dan berusaha keras menatap wajah Martin yang masih tersenyum.


"Kamu lebih cantik seperti itu, kamu cocok sekali jadi model, wajahmu juga cantik dan cara kamu berpose juga tidak amatiran," ucap Martin kali ini memuji kehebatan Sonya.


Sayangnya itu hanya cita-cita, Sonya tidak punya kesempatan seperti itu, Ronald akan marah pada anak semata wayangnya.

__ADS_1


"Martin, bisakah aku ambil ponselnya sekarang! Ada yang sedang menungguku," ucap Sonya berbohong. Martin tersenyum kecut dan mendekat ke arah Sonya. Dia mendekati kursinya duduk di samping Sonya.


Ini bahkan lebih gila lagi, Sonya tidak mampu melihatnya dan hanya bisa melengos. Sumpah demi apapun, Sonya malu sekali! Foto itu sangat pribadi untuk Sonya.


Setelah mendekat, Martin bisa merasakan parfum Sonya yang lembut sekali. Harumnya begitu menenangkan.


"Sonya, aku datang dari jauh ke Indonesia, hanya ingin mengembalikan ponselmu, apa kamu tidak menghargai usahaku, setidaknya kita makan malam dulu," ucap Martin dengan lembut.


"Kalau bicara lihat aku!" lanjut Martin menunggu Sonya melihat wajahnya dan dengan terpaksa Sonya melihatnya. Sonya meringis. Semakin keringat dingin tubuhnya.


"Ternyata kamu cantik sekali dilihat sedekat ini," ucap Martin jujur. Sonya tentu saja wanita yang cantik, dia banyak sekali yang suka tetapi Sonya tidak punya kebebasan dalam hidupnya. Bahkan dia tidak pernah merasakan bagaimana wanita dan laki-laki menjalin cinta dengan bebas. Bagaimana kecupan basah yang sedari dulu Sonya inginkan.


Ronald tidak pernah tahu kalau Sonya punya sisi liar dan berontak yang akhirnya diketahui oleh Martin. Rahasianya yang ingin dia simpan sampai mati kini laki-laki ini tahu.


"Ini ponsel dan tasmu, lihat saja! Apa ada yang hilang?"


Martin menyerahkan tas Sonya dan buru-buru Sonya memasukkan ponselnya ke dalam tas dan ingin pergi meninggalkan Martin.


"Seperti itu caramu berterima kasih," ucap Martin dengan seringainya.


Sonya lagi dan lagi menelan salivanya. Dia ingin segera pergi menjauh dari Martin dan menutup wajahnya dengan bantal agar rasa malu yang dia rasakan berkurang. Sungguh bukan seperti ini yang Sonya inginkan. Dia tidak ingin lagi bertemu Martin untuk selamanya.


Sonya begitu sangat malu.


"Aku sudah tahu nomor ponselmu, aku akan menghubungimu ketika waktu senggang ku, jangan tidak di angkat, aku punya foto Sonyaku," ucap Martin dengan senyum nakalnya.


Kali ini tidak main-main. Sonya menepis tangan Martin dan berlari meninggalkannya. Sedangkan Martin hanya tersenyum dari jauh hanya dia yang tahu apa maksud dari senyumnya saat ini.


To Be Continued ….

__ADS_1


__ADS_2