
Tok … Tok …
Sonya melirik tajam pintunya yang tertutup saat ini tetapi yang Sonya bingung, kamar Cantika yang satu lagi tidak ada kunci. Ini hanya pintu yang tertutup biasa tetapi tidak ada kuncinya.
OMG! Matilah aku kalau Jonathan masuk ke dalam kamar ini. Untung saja Sonya membawa ponselnya dan dengan gilanya dia menghubungi Martin yang baru saja sampai di negaranya.
"Halo honey," ucap Sonya dengan manja. Dia sengaja membuat suaranya semanja mungkin dan kali ini panggilan yang Sonya lakukan adalah panggilan video call. Tidak peduli dia Martin melihat tubuhnya daripada Jonathan mengganggu hidupnya.
Setidaknya Jonathan berhenti mengharapkannya karena saat ini Sonya sudah punya kekasih.
"Wow … kamu luar biasa honey! Sexy," ucap Martin menggigit bibir bawahnya. Untung saja dia sudah ada di dalam mobil dan mobil bergerak menuju kediamannya yang paling besar.
"Apa kamu sengaja menggunakan pakaian tidur seperti ini untuk menggodaku?" tanya Martin dengan senyum nakalnya.
Pergilah ke neraka karena di dalam otakmu hanya berisi hal kotor.
"Tentu honey, aku tidak bisa tidur, kamu tahu kan, kalau aku merindukanmu," ucap Sonya sengaja membesarkan suaranya agar Jonathan mendengar. Jonathan membuka pelan pintu kamar itu dan melihat Sonya yang sedang menghubungi Martin.
Darahnya semakin naik, sungguh dia tidak suka Martin bersama dengan wanita yang paling dia suka. Jonathan sungguh menyukai Sonya. Sonya punya wajah yang cantik dan sangat imut, meski jutek, Sonya juga tetap lembut dan Sonya bukanlah wanita penggoda. Itu yang paling penting.
Mungkin untuk bersenang-senang, Cantika memang hebat tetapi kalau untuk menjadikan istri, jelas Sonya lah orangnya dan keluarga Wilson sudah meminta Jonathan untuk menikah.
Dengan tegas Jonathan meminta kalau Sonya yang pantas untuknya. Berbagai macam cara keluarganya lakukan hanya untuk menjodohkan Jonathan dengan Sonya. Sampai pada titik keberhasilan mereka, Martin malah datang menolong keluarga itu. Jelas Jonathan tidak terima!
"Kamu tahu honey, di pesawat tadi aku selalu ingin cepat sampai, aku ingin segera menghubungimu dan ternyata kamu sudah tidak sabaran sama sepertiku," ucap Martin terkekeh. Sonya pun ikut tertawa palsu.
Tidak tahu kah, Sonya melakukannya hanya agar Jonathan berhenti mengganggunya. Sonya tidak akan bisa tidur malam ini. Pintu kamar ini tidak ada kunci. Bagaimana bisa kamar ini tidak ada kuncinya dan salahnya kenapa Sonya berlari ke kamar sebelahnya, kalau saja dia pergi ke kamar Cantika. Jonathan pasti tidak akan berani tetapi pasti Jonathan keluar masuk saja dan itu membuat Sonya risih.
"Benarkah? Kita sama honey, kamu cepat ke Indonesia lagi, aku ingin bertemu denganmu dan …." Sonya menggigit telunjuknya dan Martin mengerti maksud Sonya.
"Tentu honey, kalau kita bertemu lagi, kita akan sangat puas melakukannya," jawab Martin tersenyum nakal. Sonya melihat dari layar ponselnya pintu kamar nya terbuka dan memperlihatkan Jonathan yang sedang mengintip.
Sonya sangat yakin kalau Jonathan akan menguping pembicaraannya dengan Martin.
__ADS_1
"Kamu sayang aku tidak?" tanya Sonya dengan manjanya.
"Sayang sekali, honey! Sangat, kenapa bertanya seperti ini? Honey, kamu sedang ada di mana sayang, kenapa aku lihat itu bukan seperti di dalam kamarmu?" tanya Martin yang curiga.
"Oh … iya, Cantika sakit honey, jadi aku menemaninya, dia sendirian tetapi aku lihat malam ini sudah ada Jonathan tetapi aku sudah minta izin dengan Daddy untuk menginap, bagaimana pendapatmu?" tanya Sonya dengan wajah sedihnya. Martin yang tadi bahagia menjadi cemberut. Dia tidak suka Sonya menggunakan pakaian sexy seperti itu ketika ada laki-laki lain dan dia tidak berada di sana. Itu sama saja memancing kaum laki-laki untuk berhasrat dengannya.
"Pulang sekarang juga!" perintah Martin dengan tegas.
"Cantika bagaimana?" tanya Sonya bingung.
"Jangan menguji kesabaranku, honey! Kamu tidak tahu kalau aku marah itu bagaimana, sekarang ganti pakaianmu dan pulang! Sudah ada kekasihnya, kamu tidak perlu di tengah-tengah mereka, aku akan suruh Staff ku menjemputmu, sekarang kamu cepat berganti pakaian. Aku akan menghubungimu lima menit lagi," ucap Martin dengan tegas.
Dalam jangka waktu itu, Martin menghubungi Staff khusus yang ditugaskan di Indonesia. Mereka dengan cepat tanggap menjemput Sonya.
Sonya juga bingung harus bersyukur atau harus mengumpat karena Martin betul-betul sangat otoriter. Katanya pulang maka harus pulang.
Untung saja di dalam kamar ini ada kimono mandi. Sonya mengambilnya dan menutup tubuhnya karena dia akan keluar dan masuk ke dalam kamar Cantika.
"Mau ke mana?" tanya Jonathan menarik tangan Sonya saat Sonya keluar dari kamar sebelah.
"Jawab dulu mau ke mana?"
"Itu bukan urusanmu, aku bukan kekasihmu dan untuk apa kamu bertanya itu padaku," jawab Sonya dengan tegas. Jonathan malah mendorong tubuh Sonya ke dinding. Memaksa menciumi bibir Sonya tetapi Sonya menghalangi wajahnya dengan tangan.
"Jo-Jonathan, apa yang kamu lakukan?" tanya Sonya melengos dan malah Jonathan mencium leher Sonya.
OMG! Jonathan menjadi tidak bisa mengontrol dirinya dan menggendong masuk Sonya ke dalam kamar. Dia menutup pintu kamarnya dan menyeringai.
"Aku suka padamu! Apa kamu tidak mengerti? Selama ini kamu terus saja berpura-pura bodoh ketika kita berdua, aku serius padamu Sonya, aku sangat menyukaimu," ucap Jonathan mendekati Sonya. Sonya menatap kesal Jonathan dan mencari sesuatu untuk memukul tubuh Jonathan.
Kalau dia berani melecehkannya sekali lagi, Sonya akan memecahkan kepalanya dengan vas bunga di kamar ini.
"Minggir, aku mau pulang! Kalau kamu menghalangiku, aku akan aduhkan pada kekasihku," ancam Sonya tidak main-main, saat Sonya menekan tombol Martin, Jonathan berlari dan menjauhkan ponsel Sonya ke ranjang.
__ADS_1
Sial!
"Apa yang kamu mau Jonathan?" tanya Sonya dengan tegas.
"Ayolah honey, kamu pikir aku takut dengan kekasihmu itu, dia hanya orang luar, meski dia seorang putra mahkota tidak akan mungkin bisa mengalahkan pesonaku," puji Jonathan dengan dirinya sendiri.
Jelas sekali dia masih sangat tampan dari Martin, dia juga tidak kurang dan juga kaya. Apa lebihnya Martin? Hehh!
Jonathan kembali mendekati Sonya dan kali ini menarik kimono itu hingga membuatnya terbuka.
Astaga! Gaun tidur tipis itu ikut sobek karena ulah Jonathan.
Terlihat sangat jelas saat ini, gundukan Sonya yang sexy, bulat dan pasti pas sekali di tangannya.
"Hentikan atau aku teriak!" ancam Sonya memegang vas bunga di tangannya.
"Teriak saja!" Jonathan tidak peduli dan malah menantang Sonya.
Sonya mengatur nafasnya dan berteriak kencang memanggil nama Cantika tetapi Cantika tidak mendengar. Tidur mati!
Jonathan kembali menarik tangan Sonya dan kali ini Sonya menggigit tangan Jonathan dengan keras.
"Awww …." pekik Jonathan melepaskan Sonya dan Sonya langsung mengambil ponselnya dan berlari.
Gila! honey, kamu menggemaskan sekali!
Bukan marah, Jonathan malah tertawa dengan gilanya karena bahagia Sonya menggigit tubuhnya dan tahu bagaimana rasanya disentuh bibir Sonya. Sonya masuk kamar, mengambil pakaiannya dan langsung menuju toilet. Dia melihat Cantika yang tidur pulas.
Aku harus cepat keluar dari apartemen ini.
To Be Continued ….
Jangan lupa Votenya. Mau kan 3 bab buat besok dan 3 hari kedepan. Ayo gaskeun 😎
__ADS_1
Enjoy!