
Ronald sudah berusaha dengan keras menghubungi istrinya tetapi nihil. Telpon Nara malah non aktif saat ini, kemana Nara pergi? Ronald jelas lebih percaya dengan Nara daripada Rosalinda tetapi kalau seperti ini caranya. Bagaimana Ronald tidak mencurigai istrinya.
"Tidak, aku tidak boleh curiga dengan istriku sendiri," gumam Ronald pada dirinya sendiri. Ada Omar dan Dino yang selalu menjaga Nara, mereka pasti memberikan kabar kalau terjadi sesuatu dengan istrinya dan baru saja mereka berpikir seperti itu.
Omar dan Dino mengalami masalah, mobil mereka pecah ban. Mereka tidak tahu kenapa bisa seperti itu, pasti ada yang memanipulasi mobil mereka saat mereka mengawasi Nona Nara.
"Tuan, Nona Nara saat ini bersama Mr. Gerald, Mr. Gerald datang saat kami akan pulang dan dia tahu kami mengalami masalah," ucap Omar sedikit ragu mengabarkan informasi ini. Tuannya pasti akan sangat marah setelah ini. Ronald sangat pencemburu dan dia paling tidak suka kekasihnya apalagi istrinya bersama dengan laki-laki lain, banyak taxi kenapa Nara justru memilih bersama dengan Gerald.
"Kalian tidak becus menjaga Nara, kalian tahu kalau aku sangat membenci Gerald dan kalian biarkan saja Nara pergi dengannya," ucap Ronald berdecak kesal. Ronald jadi ingin cepat pulang kalau seperti ini caranya. Nara senang sekali membuatnya cemburu.
Sementara Nara saat ini menemani Gerald ke mall, Gerald sama sekali tidak peduli status Nara, Nara sudah menjelaskan kalau dia sudah menikah dengan Ronald. Mana Gerald percaya kalau tidak pernah ada pengumuman dari Group Wijaya soal pernikahan putra pertama mereka. Sungguh aneh sekali kalau tidak ada pengumuman pernikahan.
Mungkin hanya sekedar satu ranjang, tidak masalah bagi Gerald. Dia besar di luar negeri dan hubungan seperti itu biasa saja.
"Apa yang Mami Jane suka?" tanya Nara ketika berjalan bersama dengan Gerald. Mereka sedang melihat Toko tas bermerk khusus yang suka Jane singgahi.
"Mami tidak terlalu suka dengan tas, Nara. Dia lebih suka sepatu atau pakaian, mungkin kita bisa mencari di toko lain," ucap Gerald kembali mengulur waktu untuk sedikit lebih lama dengan Nara.
"Semakin hari kamu semakin cantik saja," ucap Gerald memberikan pujiannya pada Nara, sudah lama mereka tidak bertemu dan sekarang Nara terlihat lebih berisi dan semakin cantik.
Andai saja Nara suka dengannya saat ini, pasti Gerald akan sangat bahagia. Wanita yang dia suka malah tidak setia dan membuat dia benar-benar kecewa.
"Gerald, kamu mengajakku pergi bukan untuk menggodaku, bukan? Sedari tadi kamu hanya melihatku, aku malu dilihat seperti itu," ucap Nara dengan wajahnya yang merah.
Tidak enak sekali dipuji oleh laki-laki lain seperti ini. Andai saja itu suaminya sudah tentu Nara bahagia tetapi kalau orang lain, Nara tidak bisa menjawab apapun dan hanya diam menahan malu.
__ADS_1
"Untuk apa aku menggodamu, kamu memang sangat cantik, setelah ini kamu punya waktu, kita ke rumah ku sebentar, Mami ingin bertemu denganmu," ucap Gerald dengan senyumnya.
"Tidak bisa Gerald, sudah larut sekali, aku harus pulang. Malam ini aku lelah sekali," ucap Nara mulai mencari banyak alasan untuk menghindari Gerald. Geraldpun hanya diam dan tidak membalas Nara.
Setelah mereka menemukan kado yang cocok dan sesuai dengan selera Jane, mereka pun pulang. Sungguh Gerald tidak mendengar Nara meminta pulang karena dia justru membelokkan mobilnya ke rumah Gerald.
"Kita mau ke mana?" tanya Nara yang bingung kalau ini bukanlah arah rumahnya.
"Ke rumahku, sebentar saja. Mall dari rumah tidak jauh Nara dan Mami sudah menyiapkan makan malam denganmu," ucap Gerald dengan senyum tipisnya.
Nara tidak bisa lagi menolak, dia melihat ponselnya yang mati dan pasti Ronald kelimpungan mencarinya sedang dimana saat ini.
Bahkan Nara tidak berani menggunakan ponsel Gerald karena pasti Ronald akan semakin marah kalau tahu dia sedang bersama Gerald walaupun Nara tahu kalau bodyguardnya pasti sudah melapor saat ini.
Seperti yang Nara duga, Ronald mengambil penerbangan malam ke Indonesia, tidak lama juga sampai di Indonesia dari Malaysia. Tidak tahan Ronald ketika tahu Nara pergi dengan Gerald.
Rosalinda menghubungi Ronald, Ronald malas sekali mengangkat telpon dari wanita seperti ini. Rosalinda sangat suka dengannya bahkan saat tahu Nara dan Ronald menikah, Rosalinda seakan tidak peduli dan masih berharap Ronald cerai dan menikah dengannya.
"Kenapa Rosalinda?" tanya Ronald dengan ketusnya.
"Apa kamu tahu apa yang aku lihat saat ini?" Rosalinda berucap dengan tawanya yang terdengar sangat mengesalkan di telinga Ronald. Berbeda dengan tawa Nara yang selalu membuat Ronald bahagia.
"Tidak, aku tidak mau tahu apapun!"
Ronald tahu apa yang akan Rosalinda katakan mempengaruhi perasaan dan emosinya pada Nara. Lebih baik Ronald tidak tahu apapun itu. Ronald percaya dengan Nara.
__ADS_1
Tiba-tiba Rosalinda mengirimkan pesan yang berisi foto Nara masuk ke rumah Gerald, masih di dalam mobil berdua dengan Gerald, malah Nara terlihat tertawa.
Aku belum tahu apa yang terjadi? Aku tetap akan mempercayai Nara. Aku tidak boleh seperti ini?
"Rosalinda, itu hanya foto membahas pekerjaan, Nara juga memberi tahuku soal ini," ucap Gerald membela istri cantiknya.
"Ayolah Ronald, kamu tahu kalau itu lebih dari pembahasan soal pekerjaan, kamu tahu tidak sebelumnya mereka kemana?" Rosalinda tertawa.
"Tidak aku tidak perlu tahu!"
"Membeli pakaian dan Gerald memberikan hadiah untuk Nara pakaian Sexy, wow … kamu masih membela istrimu setelah ini," ucap Rosalinda mengejek. Padahal Ronald sudah siap untuk memutuskan panggilan Rosalinda.
"Benarkah? Tidak mungkin Nara mengkhianatiku," gumam Ronald dalam hatinya.
"Jangan sampai kamu menemukan istrimu dengan laki-laki lain berbagi selimut," ucap Rosalinda tersenyum mengejek.
Ronald kesal dan memutuskan panggilan telponnya dengan Rosalinda. Sementara Nara yang sudah sampai rumah Gerald merayakan ulang tahun Jane, sebentar saja. Nara sudah gelisah karena tidak memberikan kabar pada Ronald, semua terjadi begitu cepat dan ponselnya pun mati karena kehabisan batre.
"Mami selamat ulang tahun ya, semoga Mami sehat selalu dan semua doa terbaik Nara buat Mami, Nara berharap mami bahagia dan semakin cantik," ucap Nara sambil memeluk Jane dengan lembut. Jane mengecupi pipi kanan dan kiri Nara dengan lembut.
Nara pun menikmati pesta keluarga ini, tidak lama, dia sudah ingin pulang. Setelah pesta selesai, Nara mendekati Gerald.
"Gerald, bisa kita pulang saat ini, ini sudah larut sekali, aku belum menghubungi Ronald," ucap Nara dengan jujur.
"Kamu takut sekali Ronald cemburu, baiklah! Kita pulang sekarang," ucap Gerald. Mereka berpamitan pada Jane dan segera pulang ke ke rumah Ronald.
__ADS_1
To Be Continued ….
Kepoin IG Madamme yah : Madammeyellow