Stop Loving You

Stop Loving You
Lost Love In Bloom Again


__ADS_3

Ronald menemani Nara belanja tanpa mengeluh sama sekali, padahal Nara sudah menyerah dan ingin pulang tetapi melihat kantong belanja yang sedikit, tentu saja itu tidak akan menghabiskan uangnya. Setidaknya Ronald mengingiginkan belanjaan Nara sampai membuatnya menggeleng, tetapi nyatanya Nara tetap saja berhemat.


Hingga Ronald sendiri yang membantu memilihkan pakaian untuk istrinya, perhiasan dan juga make up seperti yang dia katakan pada Monica tadi pagi.


"Honey, ini banyak sekali. Kamu boros sekali, belum tentu semua aku pakai," ucap Nara menggeleng. Ronald malah tidak peduli, Nara memakainya atau tidak yang penting lemari istrinya penuh sama seperti lemari miliknya.


Ronald hanya tersenyum dan menggandeng tangan Nara, belanja banyak seperti ini membuat Ronald lapar dan sepertinya mereka akan mampir ke restoran.


Sementara belanjaan sudah di bawa oleh para bodyguard Ronald ke dalam mobil.


"Mau makan apa, honey?" tanya Ronald setelah mereka sampai di restoran mewah yang ada di dalam mall ini. Nara melirik menu dan menyerahkan pada Ronald, dia tidak mengerti makanan itu.


Namanya saja membuat Nara bingung. Dia baru pertama kali mendengar makanan dengan nama sepanjang itu.


"Kamu saja yang pesan, honey! Aku ikut apa saja yang kamu makan," bisik Nara dengan malu-malu. Ronald menggosok pelan rambut Nara karena gemas dengan tingkah lucu istrinya ini.


Ronald pun memesan makanan yang biasa saja yang bisa Nara makan tentunya, Nara tidak biasa makanan western seperti ini.


"Aku pesankan steak untukmu, honey. Di sini terkenal enak katanya, kita coba, apa benar seperti itu," ucap Ronald mengedipkan matanya pada Nara. Ah itu menggoda sekali. Nara melipat bibirnya dan tersenyum simpul.


Sebelum makanan datang mereka menghabiskan waktunya dengan bercanda dan saling menghisap senang sekali Ronald menggoda Nara yang sekarang sangat nakal. Suka mencubit pinggangnya.


"Berhenti menggodaku honey, nanti aku cubit yah ginjalnya," ucap Nara dengan tawanya yang membuat Ronald bahagia. Ternyata ketika mereka menikah justru kebahagiaan yang menghampiri mereka tidak seperti yang Nara dan Ronald bayangkan akan mencekam dan penuh dengan tangis air mata.

__ADS_1


Nara tidak tahu kalau ada wanita yang berhadapan dengan Nara selalu mengedipkan matanya dengan Ronald, untung saja Ronald tidak peduli dan fokus pada istrinya. Ada-ada saja wanita zaman sekarang. Jelas-jelas Ronald bersama wanita tetapi masih saja ada wanita lain yang menggodanya. Tentu saja, Ronald sangat tampan dan wajahnya seperti keturunan luar dan bukan berasal dari Indonesia.


Wanita Indonesia memang suka sekali menggoda lelaki dari kebangsaan luar.


"Honey, wanita di depanku selalu melihatku, apa kamu lihat ada yang salah dengan wajahku?" tanya Ronald menunjukkan wajah tampannya pada Nara.


"Tidak ada sayang, terlalu tampan malah, pantas wanita itu menggodamu," sindir Nara tetapi Nara tertawa setelahnya.


"Apa kamu tidak takut aku akan tergoda dengan wanita lain, honey?" tanya Ronald serius. Dia hanya ingin tahu apa yang dipikirkan Nara kalau sampai dia tergoda dengan wanita lain.


Nara mendekatkan wajahnya dengan wajah Ronald dan menyentuh hidung Ronald dengan pelan.


"Itu tandanya kamu tidak benar-benar mencintaiku dan semua yang kamu katakan adalah kebohongan, mungkin Tuhan telah menyiapkan aku pengganti yang lebih baik dari kamu," ucap Nara yang membuat Ronald mencubit hidung Nara dengan kesal.


"Mana boleh seperti itu, Tuhan sudah menyiapkan kamu untukku," ucap Ronald dengan lembut. Selama ini dia tidak pernah tergoda dengan wanita lain, mungkinkah ketika dia bersama dengan Nara malah dia tergoda dengan rayuan maut para wanita penggoda di luar sana.


"Selama kamu di Inggris kamu tidak punya kekasih? Aku lihat beritamu selalu berganti pasangan dan hari itu kamu membawa wanita ke apartemenmu, kamu pembohong, honey!" ucap Nara dengan kesal.


Ronald tertawa, semua itu memang kebohongan yang Ronald buat untuk Nara. Dia sudah mengatur sedemikian rupa hanya untuk menyakiti hati Nara. Namun, biarkan Nara berasumsi kalau dirinya lelaki playboy di muka bumi ini.


Makanan pun sudah tersaji di depan mereka, Ronald tidak menjawab dan hanya fokus menggenggam tangan Nara erat dan mengecupinya dengan lembut.


Tangan ini akan menemaninya sampai akhir hayatnya. Bahagia sekali Ronald. Sementara di tempat berbeda, Christin tengah menikmati waktunya sendirian di Club malam yang Axel tidak tahu tempatnya, dia hanya ingin menjauh dari Axel dan semua orang yang mengenalnya. Menikmati gelapnya malam dan nikmatnya kesendirian.

__ADS_1


Christin duduk di meja yang paling ujung dan tidak terlihat, berharap semua orang mengabaikan kehadirannya sampai dia melihat seorang lelaki dan wanita masuk ke dalam Club itu. Lelaki yang sangat dia kenal. Rangga mungkin bersama kekasihnya, sekarang tampilannya sudah berbeda sekali, sepertinya sudah mapan pikir Christin.


Christin menyembunyikan wajahnya agar Rangga tidak melihatnya. Sebaiknya dia pulang saja daripada melihat Rangga dan wanita itu di sini.


Baru Christin ingin berdiri, Rangga membuat pengumuman.


"Selamat malam semuanya, malam ini saya akan mentraktir kalian semua minum karena saya akan menikah dengan kekasih saya," ucap Rangga dengan bahagia sambil memeluk wanita itu dengan mesra. Christin tersenyum getir, Rangga sudah bahagia dengan wanitanya saat ini.


Christin keluar dari Club dalam diam, tidak ingin orang tahu keberadaannya. Toh, untuk apa menunjukkan wajahnya. Sayangnya, Rangga melihat kepergian wanita yang dulu pernah sangat menyakitinya. Rangga mengikuti Christin dari belakang.


"Apa kabarmu?" tanya Rangga mengejutkan Christin padahal Christin sudah hampir masuk ke dalam mobilnya.


Christin terkejut bukan main mendengar suara Rangga.


"Oh Rangga, kabarku baik. Bagaimana denganmu? Sepertinya kamu sudah sukses sekarang?" tanya Christin melihat dari atas sampai bawah, Rangga menggunakan pakaian bermerk dengan harga puluhan sampai ratusan juta.


"Ya seperti yang kamu lihat, aku sudah sukses, tidak akan lagi memalukan dipandang orang," ucap Rangga dengan bangganya.


Christin tersenyum kecut.


"Baguslah, selamat untuk acara pernikahanmu nanti, semoga lancar!" Christin melambaikan tangannya dan segera pergi dari Club malam itu. Christin tidak tahu kalau sedari tadi Monica memperhatikannya dalam mobil. Ternyata Christin masih mencintai kekasih lamanya, sayang mereka akan menikah.


Rangga juga sepertinya sudah sukses dan layak untuk Christin, entah kenapa pikiran jahat kembali menghantui Monica. Dia akan membuat anaknya bahagia bersama dengan lelaki yang dicintainya, Rangga juga terlihat masih sangat cinta Christin dari pandangan Rangga yang senduh.

__ADS_1


"Cari tahu lelaki itu, apa pekerjaannya saat ini!" perintah Monica pada asistennya. Sebelum mendekatkan Christin kembali, Monica akan melihat dulu dengan jelas kondisi keuangan menantunya. Jelas dia tidak akan memberikan putrinya pada orang miskin. Cukup Ronald yang terjebak karena Nara. Tidak untuk Christin.


To Be Continued ….


__ADS_2