
Hari ini hujan begitu derasnya, Ronald dan Nara baru pulang dari makan malam romantis bersama, mereka menunda semua karena Christin masih sakit, tetapi mereka tidak menunda honeymoon, dua hari lagi mereka akan honeymoon ke Jogjakarta, Nara memutuskan untuk honeymoon di dalam negeri saja karena dia ingin bernostalgia dengan Ronald mengenang masa indah mereka ketika berpacaran.
"Honey, kenapa wanita itu berdiri di depan gerbang rumah kita, hujan deras seperti ini. Kasihan honey, boleh aku turun sebentar?" tanya Nara pada suaminya ini. Ronald sebenarnya paling malas mengurusi orang lain tetapi istrinya seperti sangat suka sekali, Ronald pun mengangguk.
Nara keluar dengan payungnya dan menegur wanita yang ada di depan gerbang rumah mewahnya ini.
"Maaf Mbak, lagi berteduh yah atau butuh payung untuk pulang?" tanya Nara begitu lembutnya karena dia tidak tega melihat seorang wanita berteduh sendirian, dia ingat ketika dia dulu pergi dipukul oleh Monica dan dibantu oleh Lasmi.
"Bu, saya di usir dari rumah majikan saya Bu, saya dituduh mencuri padahal saya tidak melakukan itu, semua barang saya diambil, saya tidak tahu mau kemana," ucap wanita yang lebih muda dari Nara ini. Ternyata dia seorang pembantu rumah tangga, mungkin pembantu dari salah satu rumah mewah yang ada di komplek ini. Mungkin saja, Nara hanya menebak.
"Ya sudah, kamu masuk ke dalam saja dulu," ucap Nara memberikan bantuan dan akhirnya ikut mobil Ronald masuk ke dalam.
Saat masuk ke mobil, Ronald sudah bingung, kenapa istrinya ini membawa wanita lain yang tubuhnya basah ke dalam mobil. Ronald ingin protes tapi Nara lebih dulu menggenggam tangan Ronald.
"Nanti aku ceritakan, hun!"
Ronald akhirnya mengalah, setelah masuk gerbang. Ronald langsung ke atas tanpa peduli apa yang mau Nara lakukan, biarkan saja dulu nanti istrinya ini akan cerita.
Sementara Nara menyuruh pelayannya membantu wanita ini, mengambilkan handuk kering untuk dia mengeringkan tubuhnya.
"Jadi mbaknya diusir? Sebelumnya kerja di mana Mbak?" tanya Nara dengan sangat lembut.
"Saya kerja di rumah Dokter Dodi yang ada di ujung komplek Bu, Istrinya yang bernama Bu Tiara menuduh saya mencuri dan akhirnya mengusir saya dari rumah malam ini juga, saya tidak tahu lagi harus kemana Bu, saya tidak punya pekerjaan dan uang saat ini," ucap wanita yang Nara belum kenal namanya.
"Nama kamu siapa?" tanya Nara akhirnya. Tidak mungkin dia tidak tahu nama wanita di depannya ini.
"Nola, Bu," jawabnya menunduk. Nara menghela nafasnya dan pergi naik ke atas kamarnya. Meninggalkan Nola sendirian duduk di bawah.
Ceklek.
Ronald baru selesai berganti pakaian dengan piyamanya dan langsung memeluk istrinya dengan mesra.
"Kamu kenapa baik sekali honey, padahal kami belum kenal. Bagaimana kalau dia orang jahat?"
__ADS_1
Ronald mencuil hidung mancung Nara dan karena geramnya Ronald mendaratkan kecupan mesra pada bibir istrinya, Ronald sudah tidak tahan melakukan penyatuan dengan istrinya karena ada Nola di bawah dengan terpaksa Ronald menahan hasrat terpendamnya.
"Kasihan sayang, aku jadi ingat aku dulu. Tidak tega aku melihat wanita seperti ini, aku mau kasih dia uang buat dia pulang ke kampungnya, dia tidak punya uang katanya," ucap Nara sekaligus meminta izin Ronald. Ronald hanya menganggukkan kepalanya kecil dan melepaskan pelukannya yang melingkar pada perut Nara.
Nara mengambil uang dan mengelus wajah Ronald sebelum turun lagi ke bawah.
"Nola, aku punya sedikit uang untuk kamu kembali ke kampung halamanmu, kamu pulanglah," ucap Nara memberikan uang pada Nola.
"Maaf Bu, saya tidak bisa menerima cuma-cuma tanpa bekerja," ucap Nola menggeleng dan berkeras tidak ingin mengambil uang Nara.
Nara menghela nafasnya lagi dan lagi, ya sudahlah!
"Ya sudah, kamu mau kerja jadi pembantu di sini, kebetulan rumah kurang pembantu," ucap Nara menawarkan pada Nola. Dengan cepat Nola mengangguk dan tersenyum senang. Nara pun tersenyum.
"Bik Sumi," panggil Nara pada pelayannya yang ada di dapur.
Sumi segera datang dan mendekati Nara.
"Baik Bu!"
Dengan segera Sumi membawa Nola melihat kamar mereka. Kamar dibelakang memang khusus untuk pembantu, ada ranjang untuk satu orang, lemari, meja dan toilet masing-masing di dalam kamar.
Sungguh berbeda sekali rumah orang kaya pikir Nola.
Nara kembali masuk ke dalam kamarnya dan langsung menghambur masuk ke dalam pelukan Ronald yang tengah duduk di ujung ranjang sambil merentangkan kakinya dan membuka laptopnya mengecek semua pekerjaannya yang masih tertunda.
"Honey, aku tadi pekerjakan Nola di rumah, kamu marah tidak?" tanya Nara begitu lembut sambil bermanja memeluk Ronald. Ronald terkekeh melihat raut wajah memelas Nara dan mencubit hidungnya pelan.
"Untuk apa aku marah, ini rumahmu! Tetapi kamu baru bertemu dengannya malam ini, honey. Apa tidak terlalu cepat? Kamu percaya sekali dengan orang baru, aku hanya mengingatkan honey, sekarang banyak orang yang tidak bisa dipercaya," ucap Ronald dengan lembut.
"Aku akan lihat dulu kerjanya, kalau bagus dan orangnya jujur. Aku akan pekerjakan lama tetapi kalau aku lihat dia ada gelagat tidak baik, mungkin aku akan menyudahinya, honey! Bolehkan seperti itu?"
Nara lagi dan lagi masih bertanya dengan Ronald.
__ADS_1
"Boleh honey, apapun yang kamu lakukan, lakukan saja. Aku selalu mendukungmu," ucap Ronald sambil mendaratkan kecupan hangat penuh kode keras di dalamnya.
"Aku mau buat si kecil, kamu bentar lagi periode, aku takut tidak sempat menyalurkannya," ucap Ronald berbisik manja di telinga Nara. Nara pun tersenyum nakal dan menggigit bibir bawahnya.
"Aku ganti baju dulu," bisik Nara dengan suara mendesah. Belum mulai saja, Ronald sudah berdiri dibuatnya. Ronald pun melepaskan pelukannya dan mengizinkan Nara berganti pakaian sexy. Kali ini seperti apa Nara menggunakannya. Ronald sudah tidak sabar lagi. Bahkan dia dulu yang melepaskan piyama dan tidur polos menutup tubuhnya dengan selimut.
Setelah Nara keluar, Ronald membasahi bibirnya dengan ujung lidah.
OMG!
Nara benar-benar pandai menggodanya, Mar menggunakan gaun tidur super transparan yang langsung terlihat belahan gundukannya yang menonjol sexy dan padat.
Sial!
Ronald tidak bisa menahannya saat Nara berjalan pelan dan hanya terkekeh melihat Ronald.
"Berhenti menggodaku seperti itu, honey! Kamu membangkitkannya dan sekarang kamu harus bertanggung jawab menidurkannya," ucap Ronald langsung berlari dan ingin mengejar Nara. Nara malah ikut berlari menjauh.
"Tertangkap kamu ya, dasar wanita nakal!" Ronald memeluk Nara dari belakang dan langsung mengusel manja di punggung Nara. Nara hanya tertawa di sana.
Malam ini tidak ada maaf untuk istrinya ini.
"Mau berdiri atau tiduran?" tanya Ronald begitu gilanya. Nara membalik tubuhnya dan memukul dada Ronald pelan.
"Jangan tanya, langsung aja honey," ucap Nara malu-malu. Yang seperti itu tidak perlu di tanya lagi. Nara hanya mengikuti komando saja.
To Be Continued ….
Follow IG Madammeyellow
Banyak novel baru Madamme yang akan keluar dan semua pemberitahuan ada di IG.
Enjoy!!!
__ADS_1