Stop Loving You

Stop Loving You
Escape


__ADS_3

Setelah semua siap dan Sonya sudah merapikan pakaiannya kembali. Dia membuka pintu dengan pelan dan Cantika ternyata sudah bangun dan sedang berbicara dengan Jonathan. Entah apa Sonya tidak tahu, hanya terlihat seperti sedang berbisik.


"Beb, kamu mau ke mana?" tanya Cantika menghampiri Sonya yang sudah akan pulang meski tanpa make up sekalipun Sonya masih tetap cantik. Malas sekali Sonya menatap Jonathan yang melihatnya dengan penuh hasrat seperti itu.


Matanya tidak lepas melihat dari atas sampai ke bawah.


"Sudah ada Jonathan di sini, aku rasa kamu tidak perlu aku lagi, Beb dan Martin juga tidak suka kalau aku mengganggu kalian," ucap Sonya dengan senyum terpaksanya.


Sonya akan sembarang membuat cerita, dia tidak masalah dianggap berhubungan dengan Martin asal Jonathan menjauhinya.


"Memangnya Martin siapa kamu, Beb? Aku tidak merasa terganggu kamu di sini, aku senang. Jonathan juga sudah mau pulang, Beb. Aku sendirian kalau kamu pulang," bujuk Cantika. Kalau Sonya pulang malam ini, Jonathan tidak akan memberikannya lagi uang dan Cantika tidak mau kalau sampai itu terjadi.


Sonya tambah muak melihat wajah Jonathan tetapi bagaimana cara dia pulang. Tidak lama telpon kembali berbunyi dan itu dari Martin dengan cepat Sonya mengangkatnya.


"Oh iya honey! Kamu sudah menunggu aku di bawah ya, ok tunggu sebentar sayang, aku turun ya, love you!"


Sonya menyeringai dan langsung dengan cepat keluar tanpa peduli Cantika marah dengannya.


"Maaf sekali Beb, Martin sudah di bawah, aku tidak mau dia marah, kamu tahu sendiri kan, kalau aku sama Martin itu jauh dan kamu mengertilah kalau aku merindukannya," ucap Sonya sengaja di buat semanja mungkin dan tanpa basa-basi keluar dan berlari dari apartemen.


Jonathan dengan cepat mengejar Sonya.


"Tunggu honey!"


"Kamu kenapa, Hahh? Kamu tidak malu sekali, nanti Cantika melihat kamu, aku harus menjelaskan apa dengannya?" tanya Sonya menepiskan tangan Jonathan.


Sonya bingung sekali dengan kelakuan Jonathan ini dan Cantika malah terlihat masa bodoh dengan kekasihnya. Hubungan mereka ini tidak sehat, Sonya tidak mengerti apa yang terjadi tetapi Sonya tidak merasa nyaman.

__ADS_1


"Untuk apa kamu bersama dia, honey! Kamu tidak kenal Martin, dia orang luar, kamu tidak tahu apa dia punya kekasih atau tidak di luar sana," ucap Jonathan menghalangi pergerakan Sonya untuk menuju lift.


"Apa bedanya dengan kamu? Jonathan asal kamu tahu, meski aku tidak bersama Martin, aku tidak akan memilih kamu, mengerti?" Sonya menepiskan tubuh Jonathan dan berlalu ketika dia melihat ada orang lain yang akan menuju lift. Jonathan pasti tidak akan berani lagi mengganggunya.


Fiuuh ….


Sonya masuk mobil yang ada bendera Brunei nya. Dia sudah seperti orang penting saja. Tidak tahu darimana asal mobil ini yang jelas Sonya sekarang aman.


Di sisi lain, Martin masih tidak percaya dengan apa yang Sonya katakan tadi.


"Aku tidak salah dengar kan? Rasanya aku mendengar dia mengatakan love you," gumam Martin sambil tertawa kesenangan karena dia menganggap ini sangat lucu. Padahal sebelumnya Sonya masih jutek dengannya. Apa perasaan Sonya sudah berubah menjadi suka dengannya?


Bisa jadi, apa yang kurang dari dia, tampan, kaya, dengan sejuta pesona.


"Siapa tentunya yang tidak suka Martin?" Martin kembali tertawa dan mendapatkan informasi kalau Sonya sudah ada di dalam mobil.


"Kita mau ke mana, Pak?" tanya Sonya pada supir mobil ini. Sonya tidak tahu namanya.


Sonya menghela nafasnya. Sudahlah! Orang tuanya juga tahu kalau dia menginap di tempat Cantika, pulang sekarang pasti akan banyak pertanyaan. Belum lagi Sonya lupa menutupi lehernya yang masih ada bekas jejak cinta Martin.


Sonya hanya mengangguk dan berpikir di dalam mobil. Kelakuan Jonathan sudah keterlaluan tetapi dia tidak bisa mengatakan pada Ronald. Sonya takut malah akan dinikahkan dengan Jonathan.


Melapor pihak berwajib pasti akan lebih rumit lagi, merusak nama baik dia saja. Orang nanti berpikir kalau dia sudah melewati batas dengan Jonathan.


Tetapi Jonathan pasti akan selalu mengganggunya.


"Ah pusing!" gumam Sonya memijat kepalanya yang sakit sebelah. Sementara Jonathan kembali ke kamar Cantika dan mengambil pakaian tidur yang digunakan Sonya tadi.

__ADS_1


"Sonya sepertinya tidak suka dengan kamu, honey? Apa tidak lebih baik kamu mencari wanita lain saja, dia sepertinya menyukai Martin," ucap Cantika dengan senyum sinisnya melihat Jonathan yang benar-benar terobsesi dengan Sonya.


Bahkan pakaian yang dikenakan Sonya tadi diciumnya terus menerus. Merasakan wangi tubuh Sonya yang membangkitkan hasratnya.


"Pakai ini!" perintah Jonathan pada Cantika. Cantika menghela nafasnya dan mengambil pakaian tidur itu lalu menggunakannya dengan cepat. Jonathan malah merasa kalau yang menggunakannya adalah Sonya.


Jonathan menarik tengkuk leher Cantika lalu meraup bibir itu dengan rakusnya. Mendorong Cantika ke ranjang bermadu kasih dengan meneriakkan nama Sonya sepanjang percintaan mereka.


Cantika tidak masalah, dia hanya butuh uang dan kebutuhan biologisnya juga tersalurkan. Kenapa Sonya tidak suka dengan Jonathan yang jelas sangat tangguh seperti ini. Kalau Cantika bukan tidak mau tetapi Jonathan memang tidak pernah menyukainya dan setiap mereka bercinta hanya nama Sonya yang Jonathan sebut saat pelepasannya.


Meski pakaian tidur itu robek karena ulah Jonathan yang tidak sabaran, tetap saja Jonathan memungutnya.


Sial! Aku segila ini dengan Sonya.


Jonathan tidak ingin memaksa Sonya, dia ingin Sonya memang membuka hatinya. Dia ingin cinta yang memang di dasari dari hati Sonya, sayangnya itu hanya akan menjadi angannya.


"Cantika, sampai bulan depan. Sonya masih tidak menyukaiku, hubungan kita cukup sampai di sini, tidak ada yang bisa aku pertahankan, kamu sama sekali tidak bisa diandalkan, semula aku berpikir dengan bersamamu akan lebih mudah ternyata malah membuatku semakin jauh darinya," ucap Jonathan merapikan pakaiannya dan pergi meninggalkan Cantika yang masih polos di ranjang.


"Honey, berikan aku kesempatan sekali lagi! Aku janji bulan ini, Sonya akan suka padamu, tetapi kamu tidak lupa kan untuk memberikan uang padaku?"


Itu terus yang Cantika ingat, Jonathan terlihat mulai jengah. Otaknya penuh dengan Sonya. Dia suka sekali dengan Sonya, padahal sekalipun Sonya tidak pernah menggodanya.


"Kalau sampai tidak! Kamu tahu akibatnya karena telah mempermainkanku selama ini, lakukan dengan baik Cantika! Bukankah kamu pintar berakting dan lakukan dengan sempurna," ucap Jonathan mencekik pelan leher Cantika.


Cantika mengangguk. Kali ini dia akan lebih serius lagi, mungkin selama ini Cantika terlalu lembek menghadapi Sonya.


"Kamu tenang honey, semua akan berjalan sesuai dengan apa yang kamu inginkan," ucap Cantika tersenyum nakal.

__ADS_1


Menjijikan! Jonathan menghempaskan tubuh Cantika di ranjang dan pergi ke luar apartemennya dengan cepat.


To Be Continued ….


__ADS_2