
Ronald mengeluarkan ponselnya masih di halaman rumah Gerald. Ronald tidak percaya kalau Nara tidak ada di rumah itu.
"Kembalikan kekasihku, aku tahu dia ada di dalam," ucap Ronald dengan sangat tegas. Gerald yang mendengarnya hanya tertawa mengejek. Tentu saja dia tidak akan memberikan Nara pada Ronald. Saat ini Nara sedang menjadi Miranda dan dia tidak suka Maminya mencari wanita itu.
Jane tidak pernah tahu wajah Miranda dan lebih baik tidak perlu tahu, Jane terlanjur sayang dengan Miranda karena menganggap Miranda yang merubah Gerald menjadi lelaki yang baik ketika berada di luar negeri.
"Siapa yang kamu maksud? Aku sama sekali tidak mengerti karena yang ada bersama denganku sekarang adalah kekasihku, Miranda!"
Ronald memainkan ujung lidahnya ke bibir. Benar-benar ingin bermain dengannya ternyata. Ronald paling tidak suka dipermainkan seperti ini dan Ronald akan pastikan mendapatkan Nara kembali.
Hanya tunggu waktu saja, Ronald akan membuat Gerald membawa Nara keluar dari rumahnya. Ronald tidak bisa melakukan apapun kalau Nara masih berada dalam kurungan Gerald dan Ronald juga yakin, Nara memang sengaja melakukan itu.
Tidak honey! Cukup tujuh tahun aku tanpamu, tidak akan terulang lagi untuk tahun-tahun berikutnya.
"Kamu tahu apa yang aku akan lakukan kalau sampai aku menemukan kekasihku Gerald, sejak dulu kamu memang tidak pernah tahu malu, aku bukan tidak tahu bagaimana Miranda dan yang kamu bawa itu kekasihku bukan Miranda," ucap Ronald dengan tegas.
Ronald jelas saja tahu semua tentang rivalnya.
Baiklah Ronald akan bersabar dan mencari cara mendapatkan Nara kembali. Setelah telpon itu terputus. Nara menunduk dan menggigit bibir bawahnya.
Ronald masih sangat menginginkannya.
"Kenapa kamu ingin pergi darinya?" tanya Gerald melihat wajah wanita cantik di depannya ini.
Apa istimewanya wanita ini? Terlihat biasa saja, kenapa Ronald malah sangat menyukainya?
Nara dibandingkan dengan Miranda jelas kalah jauh, Miranda sangat cantik dan pintar bersolek.
"Aku hanya tidak suka, tidak suka maka tidak ingin bersama," jawab Nara lirih.
Ya benar!
Kalau tidak suka untuk apa bersama. Bukankah tidak akan ada kebahagiaan jika dipaksakan.
__ADS_1
"Apa yang bisa aku bantu?" tanya Nara langsung. Dia tidak ingin basa-basi dengan laki-laki yang sedang bersama dengannya ini.
"Kamu hanya harus tinggal denganku selama satu bulan, aku akan mengatakan pada Mami kita sudah putus ketika itu," ucap Gerald melengos melihat pemandangan luar dari jendela kamarnya.
Hanya satu bulan?
"Baiklah!" jawab Nara dengan sangat lembut, toh saat ini dia juga tidak punya tempat tinggal, tidak punya pakaian dan tidak ada uang. Setidaknya dia punya sedikit uang saja untuk ke Bandung dan mencari Andre.
Tidak tahu apa yang dipikiran Nara tetapi orang kaya seperti Gerald dan Ronald tidaklah pantas untuk dirinya yang miskin dan yatim piatu.
Ronald kembali ke apartemennya. Benar-benar Ronald merasakan kesepian dalam hidupnya. Hampa sekali tanpa Nara dalam hidupnya. Meski Nara membencinya, meski Nara tidak lagi mencintainya tetapi ketika ada Nara di sampingnya, hidupnya bersemangat kembali, dia semangat pulang dan semangat melakukan apapun ketika di rumahnya.
Dipeluknya pakaian Nara sambil duduk di bibir ranjang.
"Kenapa kamu tidak bisa memaafkanku Nara? Aku sungguh sangat mencintaimu, apa kamu bahagia seperti ini, apa kamu bahagia meninggalkanku?" gumam Ronald di dalam kamarnya sambil menciumi pakaian Nara dengan sangat lembut.
Padahal seminggu lagi dia akan menikah dengan Nara. Ya pernikahan paksa yang akan Ronald lakukan.
Tidak peduli dia ketika Nara tidak suka padanya yang penting Nara bersama dengannya selamanya. Semakin waktu itu berputar, maka Nara akan lupa dengan sendirinya dan kembali mencintainya.
Seminggu sudah Ronald tanpa Nara di sampingnya, sengaja Ronald tidak mengganggu Gerald lagi karena malam ini Gerald pasti akan keluar dari kediamannya. Ada pesta ulang tahun perusahaan Ronald. Sengaja sekali Ronald membuat pesta besar dan mengundang para teman bisnisnya.
Jika Gerald datang ke rumahnya, tentu saja Nara berada di rumah sendirian dan penjagaan tidak akan seketat itu dan jika pun Gerald menantangnya pasti dia akan membawa Nara.
Hanya ada dua pilihan dan Ronald menyiapkannya dengan matang. Bahkan sebelumnya Ronald menyebarkan rumor kalau dia akan bertunangan pada pesta perusahaan nanti.
"Janu, siapkan semuanya. Aku tidak ingin ada kesalahan sedikit pun," ucap Ronald dengan tegas. Janu mengangguk dan sibuk mengatur penjagaan pesta malam ini.
Seperti yang diduga Ronald sebelumnya, Gerald membawa Nara dalam pesta.
Oh ternyata Gerald menantang Ronald, padahal Nara bersikeras tidak ingin datang ke pesta ini. Gerald ingin menunjukkan pada Nara kalau malam ini kekasih yang seminggu lalu mencarinya kini malah akan bertunangan dengan wanita lain.
Saat masuk ruangan pesta, Nara tidak hentinya menunduk.
__ADS_1
"Jangan menunduk, apa yang kamu takutkan? Saat ini kamu itu kekasihku, Gerald Antonio dan kamu tidak perlu malu, tegakkan wajahmu untuk melihat orang yang menyakitimu," ucap Gerald. Dalam seminggu saja Gerald tahu apa yang terjadi dengan Nara.
Ya tentu saja! Dia mendapatkan informasi dari rumah sakit miliknya.
Saat Nara menegakkan pandangannya, yang dia tatap pertama kali adalah wajah Ronald dari kejauhan yang berdiri menatapnya penuh harap. Nara memalingkan wajahnya.
Dia tidak ingin menatap Ronald.
"Sebenci itu kah, kamu melihatku, honey?"
Ronald hanya menyimpan kerinduannya dalam hati. Pesta ini standing party tetapi Gerald tidak melepaskan tangan Nara meski kemanapun dia pergi dan berbicara dengan teman bisnisnya.
Akhirnya pesta di mulai.
"Selamat malam semuanya, terima kasih untuk kalian yang sudah menyempatkan datang ke pesta ulang tahun ke lima dari perusahaan yang aku rintis dari bawah sekali, aku akan berterima kasih untuk semua orang yang mendukungku, keluarga dan kekasihku, Dinara! Dialah yang paling membuat aku bersemangat dalam hal ini," sambutan Ronald benar-benar membuat geram Monica yang sedang bersama dengan Rosalinda dan keluarganya.
Malu sekali Monica menghadapi keluarga Rosalinda. Ronald tidak mengakui keberadaan Rosalinda sama sekali padahal seminggu ini Rosalinda sudah berusaha keras mendekati Ronald dan Ronald terlihat menerima Rosalinda.
Sedangkan Gerald menyunggingkan senyumnya. Ronald memang tidak akan pernah berhenti. Lucu saja melihat kedua orang ini. Yang satu ingin menjauh dan satu lagi ingin mendekat.
"Silahkan nikmati pesta malam ini," lanjut Ronald dengan senyum nakalnya melihat Nara yang menunduk. Nara bahkan tidak berani menatap Ronald.
Setelah itu Ronald turun dan bukan menghampiri Monica. Dia malah langsung menuju tempat di mana Nara berada.
"Apa kabar Gerald, aku dengar kamu sakit?" tanya Ronald menyodorkan tangannya.
Jantung Nara berdegup kencang dan tambah erat memeluk lengan Gerald. Nara takut bertemu dengan Ronald.
"Aku sudah pulang seminggu yang lalu, kekasihku merawatku, tentu saja aku sembuh dengan cepat," ucap Gerald menyunggingkan senyumnya.
Tersenyum saja terus seperti itu. Tidak akan lama lagi aku akan membawa kekasihku kembali.
Ronald malah melihat Nara dari atas sampai bawah. Malam ini kekasihnya sangat cantik tetapi dia bahkan tidak ingin menunjukkan wajahnya.
__ADS_1
To Be Continued ….